Blog Tausiyah275

April 6, 2013

Salah Kaprah Tentang Ibadah

Filed under: Ensiklopedia Islam,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 5:35 pm

Bismillah,

ALLOH SWT sudah menyatakan bahwa DIA menciptakan manusia dan jin untuk beribadah kepada-Nya. “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzaariyat(51):56).

Merujuk pada ayat di atas, berdasarkan pengalaman saya, ternyata ada salah kaprah yg luar biasa (terutama pada kaum muslim di Indonesia) mengenai ibadah.

Pertama, mereka mengira ibadah hanya seputar sholat, puasa, mengaji, dan naik haji.

Padahal kita sudah tahu mengenai prinsip ibadah secara horizontal dan vertikal. Dengan kata lain, ibadah tidak hanya berhubungan dengan ALLOH SWT (vertikal) yg meliputi rukun Islam, termasuk mengaji, dzikir, namun juga ibadah yg dilakukan dengan interaksi/berhubungan dengan manusia. Antara lain sedekah, bahkan karena sedekah seseorang bisa meraih predikat haji mabrur meski ybs tidak naik haji, bahkan tersenyum (yg ikhlas, tentunya) sudah menjadi sedekah, sebagaimana hadits berikut:

“Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

Termasuk ibadah kepada sesama manusia adalah menunjukkan jalan kepada orang yg tersesat, bahkan menyingkirkan duri termasuk juga ibadah, sebagaimana hadits berikut:

“Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. At-Tirmizi no. 1956 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 517)

ALLOH SWT sendiri menyuruh kita untuk memberi makan orang miskin (sebagai salah satu cara untuk beribadah),“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS Al Maa’uun(107):1-7)

Bahkan dari ayat di atas, memberi makan orang miskin tidak saja sebagai salah satu cara beribadah, namun juga sebagai bukti bahwa kita tidak termasuk orang yg mendustakan agama (Islam)!

Kedua, dengan ibadah maka hidup akan berubah! Untuk kasus ini yg mesti diperhatikan ibadah tidak begitu saja akan mengubah hidup anda, apabila ANDA TIDAK BERUSAHA/IKHTIAR!

“Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Al Jumu’ah(62):10)

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar Ra’d(13):11)

Saya juga pernah menulis bahwa ada salah kaprah mengenai tawakal. Hal yg serupa juga berlaku untuk ibadah. Ngaji belasan ayat, sholat puluhan raka’at BELUM TENTU akan mengubah hidup anda, misalnya ingin punya uang untuk membeli mobil, jika anda tidak bekerja! Ya kecuali jika anda memang lahir dari keluarga yg kaya raya, itu pengecualian.

Ketiga, menyayangi dan mengasihi hewan/tumbuhan bukan ibadah! Saya pernah menemukan account twitter (A) yg mengejek account twitter lain (B) dikarenakan si B mengajak orang2 untuk menyelamatkan dan memberi makan anjing.

(Air liur) Anjing memang najis dalam Islam, bahkan termasuk najis berat, tapi itu bukan berarti kita tidak boleh memberi makan atau menyayangi anjing/hewan lain. Saya yakin sebagian besar dari kita pernah mendengar cerita perempuan pezina (pelacur) yg masuk surga karena memberi minum air anjing. Dari Abi Hurairah r.a. dari Rasulullah SAW berabda, “Telah diampuni seorang wanita pezina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya pada sebuah sumur. Dia berkata, “Anjing ini hampir mati kehausan”. Lalu dilepasnya sepatunya lalu diikatnya dengan kerudungnya lalu diberinya minum. Maka diampuni wanita itu karena memberi minum.” (HR Bukhari)

Jadi, apabila anda menemukan hewan2 yg terlantar di jalan, tidak ada salahnya anda memberi makan. Bahkan boleh saja anda memelihara anjing, asalkan tidak dibiarkan berkeliaran di rumah (karena air liurnya yg najis) dan digunakan untuk menjaga rumah. Anda juga boleh memelihara hewan lain semisal kucing, ikan, burung sebagai bukti anda menyayangi makhluk lain ciptaan ALLOH SWT, selama tidak berlebihan. Insya ALLOH akan saya bahas di kesempatan lain.

Kesimpulan: ibadah tidak hanya dilakukan secara vertikal, namun juga secara horizontal. ALLOH SWT sendiri sudah berfirman dalam beberapa surat:

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” (Al Baqarah(2):83)

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” (An Nisa(4):36)

Ibadah yg dilakukan hanya ibadah vertikal maka dia tidak sempurna ibadahnya, karena itu berarti dia termasuk orang yg anti sosial (tidak peduli dengan lingkungannya). Sementara orang yg hanya beribadah secara horizontal namun tidak pernah sholat, puasa, maka dia juga termasuk orang yg merugi karena jika dia tidak sholat maka amalan2 baik lainnya tidak akan dipedulikan.

Bahkan dalam hadits qudsi disebutkan ALLOH SWT berfirman,”Tidak Aku akan memperhatikan hak hamba-Ku, sebelum ia menunaikan hak-Ku.” (HR.Thabrani)

Yang dimaksud dengan hak ALLOH SWT di sini adalah:
– menuaikan ibadah (secara vertikal).
– hanya mempercayai ALLOH SWT sebagai satu-satunya dzat yg wajib disembah (tidak syirik).

Semoga berguna

2 Komentar »

  1. […] saya, materi khutbah yg cocok adalah materi yg terkait peristiwa yg sedang hangat atau ajakan beribadah secara horizontal (tidak melulu secara vertikal). Saya yakin para jama’ah sudah tahu ibadah vertikal. Sholat, puasa, itu barangkali sudah […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at Yang Baik Itu Seperti Apa? | Blog Tausiyah275 — April 20, 2013 @ 10:03 am | Balas

  2. […] kpd اَللّهُ (hablul minalloh) dan manusia (hablul minannas). Namun sayangnya ada yang salah kaprah tentang ibadah, mereka lebih banyak beribadah dengan للّهُ padahal hubungan dengan makhluk2-Nya juga bisa […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at – 20130419 | Kumpulan Khutbah Jum'at — Mei 24, 2013 @ 11:41 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: