Blog Tausiyah275

April 25, 2013

Ketika Jilbab Ditanggalkan Demi Dunia

Filed under: Dari Inboxku,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 10:03 am

Bismillah,

Beberapa hari lalu saya mendapat informasi sebagaimana kicauan saya di atas (lengkapnya bisa dibaca di sini).

Dan saya hanya bisa merenung usai menerima berita tersebut. Betapa murahnya agama ‘ditukar’ dengan dunia. Hanya karena pekerjaan, maka seorang akhwat lebih memilih meninggalkan identitas agama. Namun, jika melihat pekerjaannya, saya kok jadi berpikir, mungkin lepas jilbab adalah ‘solusi’ yg dia pilih daripada dia terus2an dicap jilbaber tukang gosip?

Saya sendiri pernah menulis artikel, isinya lebih kurang himbauan kepada rekan2 muslim dan muslimah untuk menghindari pekerjaan sebagai wartawan gosip. Sudah cukup jelas bergosip dan berghibah itu dilarang oleh agama, lah ini kok malah dijadikan mata pencaharian? Apa sudah sedemikian tidak takut dan tidak pedulinya mereka dengan agama? Atau bahkan menganggap agama sebagai suatu omong kosong belaka? Naudzubillah.

Di sisi lain, saya mendapat info sebagai berikut:

Membandingkan kedua info ini jelas seperti membandingkan langit dan bumi. Dan saya mendadak merasa dada saya sesak dan menahan haru yg teramat sangat saat menerima info yg terbaru ini.

Pekerjaan sebagai pelinting rokok itu bisa dibayangkan betapa kecil gajinya. Saya pernah baca, untuk tiap linting si buruh cuma mendapat Rp 10 – Rp 15. Jika dalam waktu 8 jam kerja dia melinting 1000 rokok, maka gaji seharinya Rp 15 ribu. Kalikan 30 hari, maka tidak sampai Rp 500 ribu gaji dia. Dan sang akhwat memilih meninggalkan pekerjaan itu daripada menggadaikan jilbabnya.

Sementara sebagai wartawan (gosip), saya yakin gajinya lebih dari Rp 1,5 juta, 3x lipat dari gaji si buruh rokok. Dan pilihan sang akhwat ini adalah dunia.

Saya juga pernah muat artikel serupa, mengenai pilihan antara jilbab dg pekerjaan.

Padahal sudah jelas jilbab adalah KEWAJIBAN seorang muslimah, terutama jilbab digunakan untuk menutup aurat. Perintahnya juga jelas, jadi mesti alasan apalagi?

Ada yg berpendapat, masih ‘mendingan’ muslimah yg ga berjilbab daripada yg berjilbab lalu buka jilbab. Well, opini masih bisa diterima daripada opini “lebih baik tidak berjilbab tapi berbuat baik, daripada berjilbab tapi berbuat maksiat”, hehe.

Ada juga akhwat yg punya kebiasaan aneh. Dari Senin-Jum’at, dia selalu berjilbab saat dia bekerja. Namun di hari Sabtu dan Minggu jilbabnya dibuka, termasuk saat dia keluar rumah (jalan-jalan). Akhwat yg lain, dia hanya berjilbab saat di kantor. Saat jam kantor usai, maka dia pulang tanpa berjilbab. Dan masih banyak sikap2 ‘aneh’ akhwat yg lain.

Istiqomah itu memang sulit. Godaan datang tidak saja dari setan dan lingkungan sekitar, tapi juga dari diri sendiri. Jika niat berjilbab memang tidak kuat dan tidak berdasar untuk mencari ridho ALLOH SWT (baca: karena agama), maka saya yakin akan mudah bagi ybs untuk membuka jilbab. Lha wong yg sudah yakin berjilbab saja godaannya sudah cukup berat kok!

Maka, benarlah adanya kicauan saya berikutnya:

Kepada saudari2 muslimah yg berjilbab, semoga anda2 semua selalu istiqomah berjilbab hingga ajal datang. Dan percayalah, bahwa tidak ada kenikmatan yg lebih besar selain nikmat dalam menuaikan kewajiban agama.

Semoga berguna.

4 Komentar »

  1. Assalamualaikum..

    Saya hanya mau share pengalaman saya saja,

    Dulu setelah lulus kuliah D3, saya sibuk mencari kerja dan ada kesempata kerja menjadi staff di suatu perusahaan tetapi dengan syarat harus menaggalkan jilbab. Akan tetapi saya tidak mau, karena saya merasa perjuangan saya untuk memakai jilbab saja dulu tidak gampang lalu apakah akan saya gadaikan perjuangan saya itu hanya dengan 2 juta atau 3 juta satu bulan. Kira kira ada 4 perusahaan yang menawari saya seperti itu dengan embel embel nama perusahaan yang bonafit di daerah saya. Hmm…saat itu saya agak sedikit berputus asa dan ada beberapa orang yang menyarankan “yasudah lepas dulu saja kerudungnya, nanti kalau sudah satu tahun bekerja baru ijin ke atasan untuk memakai jilbab lagi…!!”. Dan Alhamdulillah waktu itu saya mendapat kerja di perusahaan otomotif yang memang sudah lama mencari karyawan baru tetapi tidak kunjung dapat, dan alasanya karena semua pelamar kerja enggan melepaskan jilbabnya. Tetapi saat ini saya diterima kerja tanpa syarat “jilbab”. Alloh memang baik. Dan syukur Alhamdulillah setelah saya 2 tahun di perusaan ini satu persatu teman wanita memakai jilbab dan hingga saat ini hanya 1 orang saja yang belum berjilbab karena dia mualaf dan insyaAlloh taun depan akan berjilbab.

    Itu pengalaman saya, jadi pesan saya bersabarlah maka Alloh akan memberi jalan.

    Terima kasih

    Komentar oleh Fitri — April 25, 2013 @ 10:48 am | Balas

    • Wa’alaykumsalam wr wb.

      Terima kasih atas sharingnya mbak Fitri.
      Dan Maha Benar ALLOH SWT, barangsiapa membantu agama ALLOH SWT (termasuk di dalamnya berjilbab/berhijab, sebagai sarana dakwah dan mematuhi perintah-Nya) maka ALLOH SWT juga akan menolongnya.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 25, 2013 @ 12:41 pm | Balas

  2. […] Salah satu contoh kehidupan yang jauh dari takwa adalah meninggalkan/melepas jilbab demi mengejar kenikmatan dunia (yang sesungguhnya semu). […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at – 20130510 | Kumpulan Khutbah Jum'at — Juli 13, 2013 @ 10:12 pm | Balas

  3. […] Entahlah, apakah ada yg masih mau berpikir dg jernih mengenai hal tersebut, karena utk mendapat keuntungan duniawi, jangankan bergosip, jilbab/hijab saja berani dilepas […]

    Ping balik oleh Apakah Benar Banyak Wartawan Yang (Akan) Masuk Neraka? | Blog Tausiyah275 — Agustus 19, 2013 @ 10:34 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: