Blog Tausiyah275

Mei 21, 2013

Sakit Itu Ada Obatnya

Filed under: Hadits,Hadits of the Day,Hikmah — Tausiyah 275 @ 1:16 pm

Bismillah,

Sesungguhnya sakit merupakan salah satu bentuk ujian/cobaan yg mesti dilalui oleh manusia. Sakit bisa terjadi karena trigger si orang sakit itu sendiri (misalnya mengonsumsi makanan yg tidak sehat, suka minum minuman keras, atau tidak punya pola hidup yg sehat) bisa juga karena takdir/penyebab lain (misalnya karena tertular dari orang lain atau hewan).

Bagi kaum muslim, sakit bisa menjadi nikmat, karena:
1. bisa jadi itu cara ALLOH SWT mengingatkan kita utk hidup lebih sehat (makan lebih teratur, dsb)
2. cara ALLOH SWT untuk menyadarkan kita (yang barangkali sempat menjauh dari-Nya)
3. mempererat tali silaturahim, karena ada kunjungan dari rekan/saudara
4. ‘sedekah’ pahala bagi orang2 yg mengunjungi si sakit

Dan sesungguhnya sakit itu ada obatnya, sebagaimana disabdakan Rasululloh SAW,”Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin ALLOH Azza wa Jalla.” (HR. Muslim). Sementara di hadits lain, beliau bersabda, “Tidaklah ALLOH SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan untuknya obat, hal itu diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya.” (HR. Ahmad dan At Thobroni. Dinyatakan sebagai hadits shohih oleh Al Hakim)

“Lho, itu penyakit AIDS belum ada obatnya?”
“Teman saya sakit kanker, meninggal. Berarti dia tidak sembuh! Jadi, kanker tidak ada obatnya!”

Pernyataan2 di atas seringkali kita temui di kehidupan. Hal tersebut tidak tepat menurut saya. Saya yakin dengan sabda Rasululloh SAW. Permasalahannya adalah waktu!

Jaman dulu, tahun 1800-an, penyakit kusta dianggap tidak bisa disembuhkan. Ternyata ada obatnya. Hal yang sama utk penyakit cacar, malaria. Pada jamannya, penyakit2 itu dianggap tidak bisa disembuhkan. Namun ternyata, dengan seiring berjalannya waktu, ditemukan vaksin cacar dan pil kina untuk mengobati orang yg sakit cacar serta pasien malaria.

So, tidak perlu ragu dengan sabda Rasululloh SAW di atas.

Adapun jika terkena sebuah penyakit yg belum ada obatnya, maka jadikan itu sebagai sebuah kebaikan dan cara untuk lebih mendekatkan diri kepada ALLOH SWT.

Beberapa hadits tentang sakit berikut, semoga bisa membuat orang2 yg sedang sakit bisa lebih terhibur dan tetap bersemangat.

“Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim)

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. (HR. Muslim no. 2572).

“Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”. (HR. Al-Bazzar, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash Shohihah no. 1821).

“Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim no. 2575).

Dari hadits2 di atas, maka bisa kita katakan pada saat seseorang sakit, dia MESTI (dan WAJIB) berikhtiar mencari obat untuk menyembuhkan sakit yg dideritanya. Namun, apabila obatnya tidak ada (belum ditemukan), maka dia harus tetap bersemangat dan optimis serta meyakini bahwa sakit yg dideritanya (insya ALLOH) akan menghapus dosa2nya.

Semoga berguna.

1 Komentar »

  1. “Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. (HR. Muslim no. 2572).“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

    Komentar oleh Twila Z. Huber — Mei 28, 2013 @ 1:05 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: