Blog Tausiyah275

Juni 5, 2013

Dalil-dalil Mengenai Memelihara Jenggot

Bismillah,

Saya pernah menulis artikel mengenai memelihara jenggot yang termasuk dalam salah satu sunnah dan amalan fitroh. Di artikel itu saya baru menulis sedikit dalil dan rujukan yang terkait dengan keutamaan memelihara jenggot. Di artikel ini, saya akan menambahkan dalil dan rujukan.

– Sebuah riwayat dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya Rasululloh SAW bersabda: “Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, panjangkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis. Adalah Ibnu ‘Umar, jika ia menunaikan haji atau umrah, maka ia menggenggam jenggotnya, dan memotong kelebihannya.” (HR Bukhari)

“Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, pendekkanlah kumis, dan panjangkanlah jenggot.” (HR Muslim)

“Dari Ibnu Umar dari Rasululloh SAW beliau bersabda, “Cukurlah kumis-kumis dan biarkanlah janggut-janggut.”” (HR Muslim)

– Dari Abu Hurairah r.a. ia mengatakan, ” Rasululloh SAW bersabda, ‘Cukuplah kumis-kumis sampai habis dan biarkanlah janggut-janggut, berbedalah kalian dengan Majusi.’”

“Sesungguhnya orang musyrik itu, mereka membiarkan kumis mereka tumbuh dan mencukur jenggot mereka. Maka bedakanlah dengan mereka yaitu biarkanlah jenggot kalian tumbuh dan cukurlah kumis kalian.” (Diriwayatkan oleh Al Bazzar dengan sanad yang hasan)

“Barangsiapa yang tidak memotong kumisnya maka bukan termasuk golongan kami.” (HR Tirmidzi)

– Dari Abu Umamah: …lalu kami (para sahabat) pun menanyakan: “Wahai Rasululloh SAW, sungguh kaum ahli kitab itu (biasa) memangkas jenggot mereka dan memanjangkan kumis mereka?”. Maka Nabi SAW menjawab: “Potonglah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian panjang, serta selisilah Kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)!”. (HR. Ahmad: 21780)

– Ibnu Umar r.a. mengatakan: “Sesungguhnya Rasululloh SAW memerintahkan untuk memangkas tipis kumis dan membiarkan jenggot panjang. (HR. Muslim: 259).

– Jabir r.a. mengatakan: “Sungguh kami (para sahabat), diperintah untuk memanjangkan jenggot dan mencukur kumis”. (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah: 26016). Dalam riwayat lain dengan redaksi: “Kami (para sahabat) membiarkan jenggot kami panjang, dan mencukur kumis” (HR. Abu Dawud: 4201).

Semoga bermanfaat.

2 Komentar »

  1. lalu bagaimana pendapat kalau jenggot panjang yang menghambat terbasuhnya dagu pada saat berdudhu..apakah jenggot jangan terlalu lebat,,cukup sedikit saja atau bagaimana..???

    Komentar oleh Dewi Fitri Lestari — Juni 13, 2013 @ 7:03 am | Balas

    • mbak Dewi,
      jenggot yg panjang bukan masalah.
      pada saat berwudhu, bisa diusap-usap dan ‘disisiri’ dengan jari-jari agar airnya merata.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 25, 2013 @ 5:48 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: