Blog Tausiyah275

Juli 7, 2013

Berpuasa Di Bulan Ramadhan Itu Tidak Perlu Minta Dihormati Secara Berlebihan

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Puasa,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 7:37 pm

Bismillah,

Setiap tahun, menjelang Ramadhan tiba, selalu ada pesan yang berulang disampaikan. Pesan yang saya maksud adalah “Hormati orang yang berpuasa”. Pesan ini disampaikan dengan tindakan yang, menurut saya, kurang Islami, yakni dengan penutupan (paksa) tempat makan yang beroperasi siang hari di bulan Ramadhan. Lebih tidak Islami lagi karena yang melakukannya orang2 dengan pakaian yang (di Indonesia) identik dengan Islam.

Padahal, seperti yang pernah saya tulis di artikel ini, tidaklah perlu melakukan razia terhadap warung atau rumah makan yang buka di siang hari saat Ramadhan. Sudah jelas bahwa tidak semua orang muslim berpuasa, terutama yang memang terkena unsur syar’i (dibolehkan oleh agama), seperti musafir, ibu-ibu yang menyusui, perempuan yang haid, ataupun orang tua. Karenanya, TIDAK PERLU MERAZIA orang-orang yg sedang makan siang di bulan puasa. Jika laki-laki, bisa jadi mereka memang non muslim yang memang tidak diwajibkan berpuasa.

Dan saya yakin tidak semua kaum muslim di Indonesia sedemikian lemah imannya sehingga mudah tergoda untuk membatalkan puasanya hanya karena melihat makanan atau orang makan.

Namun, saya setuju bahwa orang2 yang tidak berpuasa juga jangan terlalu lebay dan over acting memperlihatkan mereka tidak berpuasa, dengan demonstratif makan seraya memperlihatkan mimik muka yang membuat orang lain jadi ikut kepengen dan akhirnya tergoda untuk membatalkan puasanya. Sementara itu, selama ini saya perhatikan para pemilik rumah makan sudah berusaha menghormati orang2 yg berpuasa dengan memasang tirai sehingga orang dari luar tidak melihat secara langsung orang2 yang sedang makan di tempatnya.

Jika memang rumah makan dianggap bisa menggoda (keimanan) orang2 yg berpuasa, maka mestinya semua iklan dan reklame di televisi dan di jalan, yang memperlihatkan makanan, mestinya dibongkar juga. Fair kan?😉

Sepanjang pengetahuan saya, tidak pernah disebutkan Rasululloh SAW meminta orang2 Yahudi dan Nasrani di Madinah dan di Mekkah menghormati kaum muslim yang sedang berpuasa, apalagi sampai melakukan penutupan rumah makan milik orang Yahudi dan Nasrani. Silakan anda cari dan tulis di komentar, jika hal itu memang ada!

Kesimpulannya, sebagai mayoritas muslim kita tidak perlu gila (untuk di)hormat(i) pada saat menjalankan puasa Ramadhan. Orang-orang yang berpuasa sunnah (Senin-Kamis atau puasa Daud) tidak pernah protes dengan orang lain yang makan di depan mereka kok, lah ini puasanya ramai2 kok malah minta dihormati secara berlebihan.

Sementara orang2 yg tidak berpuasa ya tidak perlu lebay juga untuk terang-terangan makan di depan muslim yang sedang berpuasa. Biasa saja.🙂

Semoga berguna.

2 Komentar »

  1. Belum ada komentar

    Komentar oleh noname — Juli 19, 2013 @ 8:54 pm | Balas

  2. saya setuju sekali.. dengan tidak gila hormat justru akan membuat Islam lebih berwibawa dan bijaksana…

    Komentar oleh unknown — Juli 23, 2013 @ 10:29 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: