Blog Tausiyah275

Juli 14, 2013

Jangan Menggeneralisir Penderita AIDS & Pengidap HIV!

Filed under: Hikmah,HOT NEWS,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 11:49 am

Bismillah,

Beberapa waktu belakangan ini, di media sosial ramai dibicarakan pernyataan @wirianingsih sebagaimana dimuat di sini terkait dengan fasilitas kesehatan. Dalam pernyataannya itu, tersirat bahwa politisi dari PKS ini menganggap orang-orang yg menderita HIV/AIDS termasuk orang-orang yang tidak menerapkan pola hidup yang sehat.

Kontan saja pernyataan ini membuat banyak orang marah karena menganggap Wirianingsih melakukan generalisasi terhadap para penderita HIV/AIDS.

pernyataan @wirianingsih mengenai penderita HIV/AIDS

Saya sendiri pernah menulis artikel mengenai AIDS (termasuk di dalamnya HIV) dalam Islam. Di artikel itu, saya sebutkan bahwa kita TIDAK BOLEH menggeneralisir para penderita AIDS/HIV, terutama jika mereka menderita HIV/ADIS karena adanya kesalahan, yang rentan dialami para pengurus medis/perawat pasien AIDS/HIV. Termasuk juga jika ada bayi yg lahir dari ibu yang menderita HIV/AIDS, apakah lantas kita menyatakan si bayi memang kena ‘karma’? Atau jika terjadi kasus transfusi darah yang ternyata mengandung virus HIV.

Tentunya tidaklah bijak mengeluarkan pernyataan yang sifatnya menggeneralisir seperti itu.

Semestinya Wirianingsih lebih bijak dalam mengeluarkan pendapat, apalagi dilakukan di dalam forum diskusi yang bertujuan mengeluarkan aturan/perundangan. Ditambah lagi dengan ketidaksukaan masyarakat dengan partai dan politisi dari PKS (baca: Islam), bisa terjadi media melakukan pemelintiran terhadap pernyataan sensitif seperti itu.

Hanya saja, ‘masyarakat’ media sosial sudah kadung menjatuhkan penghakiman juga terhadap Wirianingsih. Bahkan penghakiman tidak hanya kepada pernyataan Wirianingsih, tapi malah melebar ke sosok pribadinya, terutama tulisan “mother of ten” yang diyakini dan diartikan sebagai “ibu dari 10 anak”.

Penghakiman yang dilakukan ini, menurut saya, tidak lebih dari pernyataan ‘ngawur’ yang dilakukan Wirianingsih. Bedanya, jika Wirianingsih berpendapat sebagai sosok politisi dan penentu kebijakan yang notabene beliau punya hak untuk meluruskan pernyataannya, para ‘penghakim2’ (maaf, kampungan) Wirianingsih cenderung lebih tidak berbudaya dan biadab (menurut saya) dalam mengekspresikan ketidaksukaan mereka.

Jika memang ada politisi/pihak yang mengeluarkan pernyataan yg tidak menyenangkan, cukuplah kita fokus pada pernyataannya. Sanggah dan berikan argumen2 yg cerdas (bukan emosional), apalagi hingga menyerang pribadinya. Percayalah, ANDA TIDAK NAMPAK LEBIH PINTAR APABILA MENYERANG PRIBADINYA. Justru kian terlihat anda tidaklah obyektif dalam menilai dan berpendapat.😉

Semoga bermanfaat.

1 Komentar »

  1. benasr sekali justru mereka juga butuh sosialisai,,

    Komentar oleh Fendi haris — Juli 17, 2013 @ 5:04 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: