Blog Tausiyah275

Agustus 11, 2013

Umat Islam HARUS KAYA, Tapi…

Bismillah,

Selama ini terjadi salah kaprah yang luar biasa menurut saya, yakni bahwa pertama, umat Islam itu (mesti) miskin. Kedua, umat Islam itu tidak punya potensi. Ketiga, umat Islam tidak mau maju. Saya melihat 3 salah kaprah ini sudah sedemikian mendarah daging, bahkan ‘diwariskan’ dari generasi ke generasi.

Dampak terbesar dari salah kaprah di atas, umat Islam diremehkan dan selalu hidup dalam keminderan (inferior) dengan terhadap bangsa lain terutama dunia Barat. Banyak yang menyebut umat Islam menjadi kacung dan pembantu bahkan di negaranya sendiri.

Syukurlah, perlahan-lahan image jelek ini mulai terhapuskan, setidaknya dengan kian banyaknya orang Barat yang memeluk Islam. Harapan saya, mereka mau mengajak umat Islam dari negara-negara yg selama ini inferior untuk mengembangkan potensi diri dan maju.

Di artikel ini, saya ingin fokus pada poin pertama, yakni kemiskinan.

Saya melihat ada kesalahan para ulama dan ustad di Indonesia yg mengajarkan umat Islam Indonesia untuk selalu ikhlas dan tawakal terhadap kondisi yg mereka hadapi. Kesalahan yg saya maksud, rasa2nya sedikit sekali para ulama dan ustad yg mengajak umat untuk beraktivitas secara ‘real’. Kebanyakan malah mengajar wirid dan amalan tertentu yg (menurut mereka) bisa menambah rejeki dan membuat kaya. Padahal sudah jelas ALLOH SWT berfirman,“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar Ra’d(13):11)

Ataupun mereka menganggap kemiskinan adalah sesuatu yg mesti diterima dan disikapi dengan tawakal (yang salah)! Akibatnya, mereka cenderung adem ayem dan berdiam diri, atau malah hanya memperbanyak ibadah saja tanpa kerja nyata. Padahal sudah jelas, ibadah saja tidak akan mengubah hidup!

Bagi saya, Aa Gym adalah contoh ulama dan ustad yg mengajak umat di sekitarnya (termasuk santri2nya) untuk bekerja secara real untuk mendapatkan rejeki (harta).

Kembali pada judul artikel.

Bagi saya, umat Islam itu HARUS kaya! Mengapa?

Pertama, dengan menjadi kaya, umat Islam akan bisa menuaikan perintah zakat. Seperti yang pernah saya tulis, dengan kondisi sekarang (umat Islam di Indonesia belum terlalu banyak yg kaya) zakat sudah punya potensi yg cukup besar dan mestinya bisa dijadikan untuk pengembangan dan kemaslahatan umat. Dengan demikian, kantung-kantung kemiskinan di Indonesia bisa berkurang apabila dana yang terkumpul zakat bisa dimanfaatkan dengan (lebih) optimal (lagi).

Kedua, dengan menjadi kaya, umat Islam akan bisa membangun fasilitas-fasilitas umum yang dibutuhkan umat. Seperti kita ketahui bersama, umat Islam di Indonesia itu ‘rajin’ sekali membangun masjid meski tidak punya dana. Dan selama ini saya cukup sering temui banyak pencari amal jariah di jalanan, entah untuk pembangunan masjid ataupun pondok pesantren. Hal ini seringkali menjadi perdebatan tiada henti dari yg pro dan kontra dg pencari amal jariah ini. Nah, dengan menjadi orang kaya, maka umat Islam akan bisa membantu masjid dan pesantren yg membutuhkan dana.

Bahkan saya berharap akan banyak rumah sakit, rumah bersalin, rumah yatim piatu, ataupun sekolah dan fasilitas2 umum lain yang bisa didirikan oleh umat Islam Indonesia dengan dana sendiri (bukan mengharap bantuan dari luar negeri, terutama dari Timur Tengah). Dengan demikian, umat Islam akan menjadi umat yg ‘merdeka’, tidak dibebani oleh pinjaman, hutang, ataupun kepentingan dari pihak-pihak lain.

Sejauh ini, saya pernah membaca ada lembaga Islam yang berhasil mendirikan rumah sakit dan memberikan layanan mobil jenazah dan berobat gratis bagi kalangan yang tidak mampu. Semoga ke depannya bisa semakin berkembang dan bertambah banyak. Aamiin

Ketiga, dengan menjadi kaya, umat Islam bisa menolong saudara-saudaranya dan umat lain yg tertimpa bencana dan mengalami musibah. Selama ini banyak orang yg ‘menentang’ penggalangan dana untuk rakyat Palestina atau di Myanmar. Alasannya masih banyak saudara kita di Indonesia yg membutuhkan pertolongan. Nah, dengan menjadi orang kaya, umat Islam Indonesia bisa membantu saudara2nya di luar negeri ataupun di dalam negeri. Mudah kan?😉

Keempat, dengan menjadi kaya, umat Islam bisa menyempurnakan rukun Islam-nya dengan menuaikan ibadah haji. Sekarang saja untuk naik haji mesti antri 5 tahun, padahal umat Islam belum semuanya kaya. Bisa dibayangkan jika semua umat Islam kaya dan punya toleransi untuk ibadah haji dengan tidak terlalu sering berulangkali berhaji (tidak egois dalam beribadah).

Namun, dalam Islam, ada ‘syarat’ untuk menjadi orang kaya, yakni mesti menggunakan cara yang baik untuk mendapatkannya. Jelas tidak boleh menjadi kaya dengan korupsi ataupun dengan cara pesugihan (ilmu hitam) ataupun cara-cara lain yang bertentangan dengan agama.

Ada banyak cara lain (yang diperbolehkan agama) untuk menjadi kaya, beberapa di antaranya adalah berbisnis dan berinvestasi.

Selamat memikirkan cara untuk menjadi orang kaya (yang sesuai dengan tuntunan agama)!🙂

Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: