Blog Tausiyah275

Agustus 13, 2013

Umroh: 3. Jeddah – Madinah

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Haji & Umroh,Hikmah,HOT NEWS,Kegiatan Ramadhan — Tausiyah 275 @ 5:31 am

Bismillah,

Tiba di Jeddah, saya dan rombongan mesti mengantri di bandara internasional King Abdul Azis. Sempat terjadi sedikit kericuhan ketika kami mesti mengantri. Pasalnya seorang petugas meminta kami memecah antrian (agar tidak terlalu panjang) ke beberapa lokasi pemeriksaan yang lain, namun ternyata belakangan dia pergi entah ke mana.

Keruan saja beberapa jama’ah merasa kesal karena merasa dipermainkan. Saya sendiri tidak terlalu ambil pusing dg insiden ini. Anggap saja ini sebagai awal ujian yg mesti dihadapi.🙂

Perjalanan dari Jeddah ke Madinah ditempuh dengan menggunakan bis. Semula saya pikir bis yg akan saya tumpangi masuk dalam kategori tidak layak pakai, gegara saya agak ‘trauma’ dengan bis-bis yang digunakan sebagai transportasi di dalam kota Jakarta. Namun alhamdulillah, ternyata bis yg kami tumpangi cukup lumayan, setidaknya mirip dengan bis-bis yg digunakan untuk transportasi ke luar kota. AC, kursi cukup empuk. Usai mencek tas, koper, dan bawaan, berangkatlah kami ke Madinah.

Dalam perjalanan menuju Madinah, kami diperkenalkan mutawwif (pembimbing/guide) yg akan membantu kami selama aktivitas di Tanah Suci. Pada umumnya para mutawwif ini adalah mahasiswa2 dari Indonesia yg sedang belajar/kuliah di Arab Saudi. Asal daerahnya bermacam-macam, Sunda, Jawa, ataupun Madura. Dugaan saya, asal mutawwif disesuaikan dengan asal jama’ah. Jadi, jika rombongan dari Sumatera Barat, akan dicarikan mutawwif dari Sumbar juga. Saya pikir lumrah, dengan faktor emosional (dan asal daerah yg sama), maka akan lebih mudah untuk bekerjasama terlebih ini di daerah yg masih dirasa asing.

Sekitar 0.5 – 1 jam perjalanan, ternyata waktu berbuka tiba. Alhamdulillah, kami segera berbuka meski masih di perjalanan.

Perjalanan dari tanah air ke tanah suci ini membuat waktu puasa kami lebih panjang dikarenakan kami mengarah ke Barat. Jika waktu normal puasa di tanah air sekitar 13-14 jam (jam 4-5 pagi hingga jam 18) maka khusus hari ini kami berpuasa sekitar 17-18 jam dikarenakan ada perbedaan waktu sekitar 4 jam. Saya sih melihat hal ini masih dalam batas ‘normal’, mengingat saudara muslim di Swedia bisa berpuasa hingga lebih dari 20 jam!

Rombongan sempat berhenti di sebuah lokasi masjid untuk melaksanakan sholat Magrib (dan Isya bagi yg hendak menjamak).

Ini pertama kalinya saya menginjak daratan Arab. Memang terasa sekali gersang dan tandusnya, meski cukup banyak gedung dan bangunan yg sudah dibuat serta kondisi malam. Ketika itu saya tidak bisa bayangkan kondisinya di siang hari.

Hal yg menarik ketika saya menggunakan fasilitas toilet. Ternyata tidak semua masjid di Arab Saudi mempunyai fasilitas toilet yg memadai/layak. Saya lihat selang air digeletakkan di lantai tanpa disimpan di tempat yg lebih tinggi (dan memang tidak ada tempat/kaitan untuk menyimpan). Penempatan selang seperti itu akan membuat peluang terkena najis (air kencing) cukup besar.😦

Usai sholat, rombongan melanjutkan perjalanan, yg masih menempuh sekitar 4-5 jam lagi. Saya melihat kebanyakan jama’ah menggunakan waktu perjalanan ini untuk tidur dan beristirahat, untuk memulihkan tenaga. Saya pun tidak mau ketinggalan, ikut beristirahat.

Dan bus rombongan pun terus berjalan membelah dataran Arab yg gersang dan berdebu.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: