Blog Tausiyah275

Agustus 16, 2013

Lebaran Dan Salam Tempel

Filed under: Ensiklopedia Islam,Hikmah,HOT NEWS,Muamalah,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 8:16 pm

Bismillah,

Ramadhan baru berlalu dan Syawal sudah kita lalui beberapa hari. Itu artinya kita sudah melalui dan merayakan hari Lebaran (Idul Fitri). Sebelum melangkah lebih jauh, perkenankan kami mengucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum”, semoga ALLOH SWT menerima amal ibadah kita semua, aamiin.

Di Indonesia, salah satu kegiatan yg dilakukan kaum muslim dalam merayakan Lebaran adalah dengan melakukan salam tempel, yakni memberikan amplop berisi uang dengan jumlah tertentu, yang dilakukan oleh orang yg lebih tua/lebih mampu kepada orang yg lebih muda (mayoritas penerimanya anak2 berusia 6-12 tahun). Pemberian amplop dilakukan pada saat anak-anak tersebut bersalaman kepada pihak yg lebih tua, pada saat si anak mengulurkan tangan maka pihak yg lebih tua menggenggam amplop dan menempelkannya ke tangan si anak disusul dengan diciumnya tangan orang yg lebih tua oleh si anak.

Ada yg bertanya kepada saya, bagaimana hukumnya salam tempel itu? Bukankah salam tempel itu tidak diajarkan di Islam? Dengan demikian maka mestinya haram!

Saya tidak setuju dg pernyataan dan penerapan haram seperti itu. Terlalu membabi buta dan malah membuat orang bisa menjauh dan antipati dengan Islam karena ‘main haram’ seenaknya.

Mari kita tinjau dahulu salam tempel itu seperti apa praktiknya.

Setahu saya, salam tempel memang BUKAN BUDAYA ARAB. Saya beri penekanan mengenai hal ini agar tidak terjadi salah tafsir.

Yang memperkenalkan dan melestarikan salam tempel adalah Cina, setehu saya, dengan istilahnya angpao (angpau). Dalam budaya Cina, berdasarkan penuturan teman saya, angpao diberikan oleh pihak yg sudah cukup mapan kepada pihak laki/perempuan yg MASIH SINGLE (belum menikah, pacaran tidak dihitung). Uang dimasukkan ke dalam amplop berwarna merah, yg menurut kepercayaan orang Cina adalah warna keberuntungan, dengan nominal yg disesuaikan dengan kemampuan si pemberi.

Makin kaya seseorang, biasanya dia akan makin besar memasukkan nominal uang ke amplop merah. Kemudian angpao ini diberikan pada saat pertemuan keluarga, dalam hal ini pada saat hari Imlek. Setahu saya, pemberian amplop tidak mesti dilakukan dengan salaman/cium tangan.

Hasil diskusi dengan beberapa orang yg lebih mengerti agama, menggunakan/memanfaatkan budaya untuk kepentingan agama tidak apa-apa, selama tidak terkait dengan akidah. Contoh paling mudah, Wali Songo saat menyebarkan agama Islam di pulau Jawa, mereka menggunakan media wayang kulit. Apakah cara ini lantas haram karena tidak ada contoh dari Rasululloh SAW ataupun para sahabat? Jawabnya: tentu saja tidak! Jika Wali Songo tidak menggunakan wayang kulit sebagai media penyebaran agama Islam, maka saya yakin anda dan saya (termasuk orang tua kita) belum tentu lahir dalam keadaan muslim.🙂

Jadi, aktivitas salam tempel di sini, insya ALLOH, HALAL.

Jika ada yg merasa ragu-ragu, saya sarankan niatnya yg mesti ‘diperbaiki’. Gunakan niat untuk berbagi/memberi hadiah, karena Islam mengajarkan/membolehkan memberi hadiah, sebagaimana hadits berikut.“Hendaknya kamu saling memberi hadiah. Sesungguhnya pemberian hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian.” (HR. Tirmidzi dan dan Ahmad)

Yang mesti diperhatikan dalam salam tempel ini adalah:
1. JANGAN MEMAKSAKAN DIRI menyiapkan/memberi salam tempel jika MEMANG TIDAK MAMPU.
Salah seorang teman saya pernah bercerita bahwa di kantornya ada yg sampai berhutang untuk menyiapkan/memberi salam tempel untuk keponakan2nya pada saat lebaran. Lah jika hadiahnya hasil berhutang, lalu dia meninggal sebelum hutangnya dilunasi, maka jelas akan bermasalah. Terlebih jika tidak ada seorangpun yg diberitahu tentang hutang ini. Padahal, hutang bisa menyebabkan seseorang tertunda masuk surga. *insya ALLOH akan saya bahas di artikel lain*

2. Yang masih takut dengan hadits,“Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) tingkah-laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka.” (HR. Abu Dawud), jangan lakukan hal yang sama persis dengan budaya Cina, gunakan amplop dengan warna lain selain warna merah.

3. Biasanya uang yg digunakan untuk salam tempel (yg dimasukkan ke amplop) adalah uang baru. Yang perlu diperhatikan, HATI2 SAAT MENUKAR UANG! Jangan terjebak dengan jual beli uang (riba) karena itu haram!

4. Salam tempel ini sifatnya SUKARELA dan semampunya (lihat poin 1), jadi tidak perlu berlomba dalam nominal, terlebih anda memang tidak mampu. Bisa bangkrut nanti! Jangan pula ambil pusing dengan nominal minimal yg ‘ditetapkan’ oleh keponakan2 anda!😉

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: