Blog Tausiyah275

September 14, 2013

Miss World Vs (Miss) World Muslimah

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 8:32 pm

Bismillah,

Di bulan September 2013 ini, saya dapati banyak sekali berita yg muncul terkait dengan hendak diselenggarakannya Miss World di Indonesia, dengan pulau Bali sebagai pusat kegiatan dan (semula) Sentul Bogor untuk acara tambahannya. Saya simak pendapat2 yg sempat saya baca, baik pro maupun kontra.

Dari yg pro, mereka berpendapat bahwa acara ini bisa menarik wisatawan (terutama dari luar negeri) karena lokasinya di pulau Bali, yg notabene memang menjadi salah satu tujuan wisata (baik lokal maupun manca negara). Sementara dari yg kontra, mereka berpendapat bahwa ajang Miss World ini cenderung vulgar karena ada buka-bukaan (berbikini) dan sebenarnya tidak ada kaitannya penyelenggaraan Miss World dengan bertambahnya wisatawan. Pihak yg kontra menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sekarang kian ‘suram’ karena mengijinkan penyelenggaraan Miss World. Mereka membandingkan dengan jaman Orba (Soeharto) yg melarang perempuan Indonesia mengikuti ajang semodel ini.

Saya tertarik dengan pernyataan ttg jaman Orba ini karena saya mendapatkan info dan bukti yg (minimal) tidak sesuai dengan pernyataan mereka yg kontra ini. Disebutkan bahwa Indonesia pernah mengirim para juara lomba kecantikan tingkat nasional ke ajang lomba kecantikan dunia. Sebut saja Indira Soediro yg menjadi juara Miss ASEAN 1991, lalu ada juga Susanty Manuhutu yg ikut Miss Universe 1995, dan Alya Rohali yg mengikuti Miss Universe 1996. Bahkan anda juga bisa cek Titi Dwijayanti (Titi DJ) pernah ikut Miss World 1983.

Jika anda tidak percaya dengan data yg saya tulis, silakan anda googling. Tapi jangan dicek di bagian images ya? Bisa bikin dosa itu🙂

Pihak penyelenggara Miss World sendiri bersikukuh bahwa ajang Miss World yg diadakan di Bali nanti tidak akan ada sesi berbikini, baik langsung maupun sesi foto2. Bahkan di salah satu berita yg saya baca, disebutkan bahwa masyarakat Bali siap berjuang habis2an (baca: hidup atau mati) untuk memperjuangkan Miss World terselenggara di Bali, karena (seperti saya sebut di atas) Bali memang menggantungkan hidupnya dari pariwisata.

Lalu apa tanggapan saya terhadap Miss World ini?

Kicauan di atas merupakan kicauan pembuka mengenai komentar saya terhadap Miss World. Faktor utamanya ya jelas, para peserta Miss World jelas2 memperlihatkan auratnya kepada khalayak umum, notabene kepada kaum pria yg bukan mahramnya. Saya tidak munafik, bahwa saya suka dengan perempuan2 cantik tapi saya pun tahu diri untuk tidak terjerumus begitu saja dengan tipuan dan godaan setan ini.😉

Namun, jika merujuk pada lokasi penyelenggaraan di pulau Bali, yg notabene memang mayoritasnya bukan muslim, saya sendiri memang dilema untuk hal ini. Mayoritas penduduk Bali memang Hindu dan mereka memang bergantung pada pariwisata. Terlepas dari Miss World bisa menarik jumlah wisatawan atau tidak, toh promo dan acara Miss World sendiri merupakan promosi bagi pulau Bali itu sendiri. Namun jika mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, yaaa risih juga ada acara2 seperti ini. ;-(

Jika memang hendak konsisten, maka seharusnya jangan acara Miss World saja yg diberantas dan dilarang, tapi juga kompleks pelacuran. Tapi toh kenyataannya, kompleks pelacuran masih ada. So, saya pikir jika pemerintah dan kaum ulama bisa menghilangkan dan mencegah adanya kompleks pelacuran, baru sah untuk ngotot pelarangan acara Miss World.

Ada hal lucu yg saya lihat dari orang2 yg pro Miss World, yakni pernyataan bahwa ada peserta dari negara2 Islam, bahkan dari Arab. Jawaban saya silakan disimak.

Yang mesti ditekankan di sini, Arab itu tidak identik dengan Islam, sebagaimana Islam juga tidak identik dengan Arab karena sifatnya yg universal.

Hal yg lucu lainnya, dengan digelarnya World Muslimah. Dari nama terlihat sekali adanya aroma persaingan dengan acara Miss World. Apa tujuan penyelenggaraan acara ini? Silakan disimak pernyataan berikut:
“Keuntungannya lebih ke bagaimana si muslimah ini punya wadah, mereka mau ikut Miss World atau sejenisnya nggak bisa karena berhijab dan di sinilah bakat mereka tersalurkan,” ujar Nina Septiani, pemenang ajang World Muslimah tahun 2012 lalu saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/9/2013).(sumber dari sini).

Menanggapi acara tandingan ini, saya punya pendapat sebagai berikut:

Lebih lucu adalah kriteria sholehah. Manusia tidak bisa menilai manusia soleh/solehah kecuali dari sisi fisik (penampilan luar). Lagipula, seperti tweet saya di atas, penampilan fisik tetap masih diperhitungkan. Dengan kata lain, jika ada perempuan yg merasa dirinya solehah tapi wajahnya tidak cukup cantik maka dia bisa kalah.😦

Demikian pendapat saya mengenai Miss World.

Berikut ini kicauan lengkap saya terkait dengan Miss World.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: