Blog Tausiyah275

Oktober 9, 2013

Perlukah SPG Untuk Menjual Hewan Kurban?

Bismillah,

Membaca artikel ttg adanya SPG yg menjual hewan kurban ini, merupakan beberapa hal yg ‘menarik’ menurut saya, yg layak untuk dibahas.

Pertama, apakah perlu SPG utk menjual hewan kurban?
Kedua, jika perlu, apakah ada syarat khusus mengenai SPG?
Ketiga, jika perlu, apakah ada mudharat/hal jelek?
Keempat, jika tidak perlu, mengapa?

Mari kita tinjau dari isi artikel tersebut dahulu sebelum masuk ke hal yg mendalam (baca: dari sisi agama Islam).

Merujuk dari artikel tersebut, si pemilik “Mal Kurban” yakni H Doni sudah melakukan hal ini sejak tiga tahun lalu. Ini berarti H Doni melihat bahwa kehadiran SPG ini (sedikit banyak) meningkatkan omset penjualannya.

Maka, jika ditanya perlu atau tidak SPG, bila kita melihat dari pengalaman H Doni di atas, BISA SAJA diperlukan SPG, terutama sebagai pelaku bisnis dia pasti mengejar omset (keuntungan).

Syarat khusus, dari pengamatan saya, nampaknya wajah SPG mesti cantik. Setidaknya terlihat dari foto yg ditampilkan di artikel tersebut. Dari sisi latar pendidikan, ternyata para SPG ada yg berasal dari perguruan tinggi, mis UGM dan IPB, dari jurusan peternakan.

Mengenai hal mudharat/jelek, saya tidak tahu pasti. Mungkin saja ada, tapi tidak dicantumkan di artikel tersebut.🙂

Kini mari kita coba tinjau dari sisi Islam.

Islam membolehkan umatnya untuk berbisnis, termasuk meraih keuntungan. Dalam usahanya mencari keuntungan (menjual produk agar laku), salah satu strateginya adalah dengan mempekerjakan sales (ahli penjualan). Untuk kasus hewan kurban, bisa saja diperlukan sales khusus untuk penjualan hewan kurban.

Namun, saya pribadi melihat usaha H Doni ini ada yg tidak sesuai dengan ketentuan yg telah digariskan di Islam. Pertama, saya lihat yg ditonjolkan adalah sales perempuan (yg berwajah cantik). Pakaian mereka pun yaa…begitulah. Anda bisa nilai sendiri.😉

Saya tidak bermaksud munafik dengan kehadiran para SPG cantik, maka para pembeli (yg saya yakin mayoritas adalah kaum Adam) akan senang datang ke sana. Saya sih yakin, para kaum Adam yg ke sana bermaksud membeli hewan kurban (dalam hal ini saya berusaha ber-positif thinking saja). Namun toh tidak bisa dikesampingkan dengan adanya para SPG cantik itu, maka ada keinginan lain yg menyertai, dalam hal ini syahwat.

Saya juga berpositif thinking bahwa para SPG itu memang mahasiswa yg benar-benar berniat mengaplikasikan ilmu mereka di jurusan peternakan. Tapi kita pun tidak bisa menafikan akan bahayanya godaan dari sang pembeli (baca: kaum Adam) terhadap para SPG ini. Alih-alih membantu menawarkan dan menjualkan hewan kurban H Doni, para SPG ini malah lebih sibuk menangkis rayuan dan hal2 negatif lain dari para pembeli (kaum Adam).

Intinya, saya melihat adanya mudharat/keburukan yg tidak sepadan dengan keuntungan yg diraih oleh H Doni. Sangat disayangkan jika niat baik H Doni untuk menyediakan hewan kurban ternyata menggunakan cara-cara yang kurang baik (dari sisi agama Islam).

Untuk solusinya, saya punya beberapa saran:
1. Para sales yg dikerahkan tidak hanya perempuan tapi laki2, dalam 1 grup (misal: 3 orang). Jika ada pembeli hendaknya para sales mendatangi per-grup. Cost memang besar, tapi setidaknya mengurangi hal2 negatif yg bisa saja muncul.

2. Pakaian yg dikenakan oleh sales perempuan lebih tertutup. Boleh saja mengenakan baju yg tertutup, tapi untuk keluwesan bergerak bisa saja mengenakan celana panjang jeans yg agak lebar (tidak ketat/membentuk lekuk tubuh).

3. Para sales perempuan tidak sembarangan memberikan nomor telpon. Ini bagian yg sulit, karena kita tidak bisa membedakan dg jelas apakah pembeli yg mengontak itu bermaksud membeli hewan kurban atau menggoda.

Demikian sekedar urun rembuk dari saya.
Semoga berguna.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: