Blog Tausiyah275

Desember 29, 2013

Menikah Muda Ajaran Islam?

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Munakahat,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 7:25 pm

Bismillah,

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis artikel mengenai kapan waktu/usia yg tepat untuk menikah. Di artikel itu, saya tidak sebut secara pasti usia yg tepat untuk menikah karena usia bukan faktor utama/penentu seseorang mempunyai keinginan menikah. Faktor materi (kemapanan), kedewasaan bertindak, berpikir, juga menjadi faktor penentu.

Jika kita ingin merujuk ke norma yg ditetapkan Islam, maka seseorang mesti merujuk ke hukum dan sifat pernikahan sebagai rujukan tambahan.

Belakangan ini saya sering membaca ajakan dari para ustad/murabbi/ulama kepada generasi muda muslim/muslimah untuk menyegerakan menikah. Alasan yg dikemukakan, jika saya lihat dan perhatikan, hanya sebatas di sekitar syahwat. “Nikah muda itu asyik agar tidak terjerumus ke perbuatan zina, bla bla bla…”

Saya yakin niatnya baik. Tapi ajakan yg (berkesan) membabi buta seperti ini malah bisa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Persoalan seperti apa yg saya ‘takutkan’? Pertama, emosi yg masih labil. Di beberapa komentar yg masuk di artikel tentang talak, jangankan orang yg masih muda, yg sudah berumur (dan semestinya) sudah stabil emosinya ternyata tidak memiliki emosi yg stabil. Walhasil sering terjadi pertengkaran dan ujung2nya cerai/talak dijatuhkan. Hal ini diakibatkan karena emosi yg mudah meledak sehingga akal jarang dikedepankan untuk mengatasi persoalan.

Kedua, egoisme yg masih tinggi. Serupa (tapi tak sama) dengan poin pertama, rata2 anak muda dikenal sebagai orang dg tingkat ego yg tinggi. Maunya menang sendiri. Jika egonya tidak dipenuhi, lantas emosi dan terjadilah pertengkaran.

Jika tidak bisa mengendalikan kedua hal di atas, maka si suami/istri akan mengalami tekanan yg luar biasa dan sewaktu-waktu bisa meledak. Ledakan emosi dan egoisme ini yg bisa sangat berbahaya karena bisa saja membahayakan jiwa orang lain (terutama anaknya, jika dia sudah punya anak).

Ketiga, masih nebeng (tinggal dan makan) di rumah orang tua. Karena ngejar ‘yg penting ga zina’, akhirnya tidak banyak pertimbangan, sehingga usai nikah baru nyadar bahwa makan+tidur masih numpang di rumah orang tua. Ok, beberapa orang tua mungkin tidak ambil pusing, apalagi jika rumahnya cukup besar. Tapi mau berapa lama ‘netek’ ke orang tua? Sementara lamaran pekerjaan tidak ada yg merespon.

Keempat, istri menjadi ‘mesin produksi anak’. Tidak bisa dipungkiri, saat usia masih muda maka syahwat masih cukup tinggi. Sudah banyak terjadi, terutama di jaman dulu, pasangan muda dg usia kurang dari 25 tahun sudah membawa 2-3 anak. Saya pernah menduga bahwa mereka ‘kejar setoran’ mempunyai anak yg banyak karena ‘ajaran’ Islam. Nampaknya ada yg salah paham dengan hadits Rasululloh SAW mengenai jumlah anak. “Nikahilah wanita-wanita yang penyayang lagi subur. Sesungguhnya aku berbangga dengan jumlah kalian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)

Padahal, jumlah anak yg banyak juga BUKAN JAMINAN KESUKSESAN jika tidak diiringi dengan kualitas anak/generasi muda yg mencukupi. Silakan baca kembali artikel saya ini.

Silakan cek screen shot di bawah ini.

salah kaprah menikah muda

salah kaprah mengenai fenomena menikah muda

Tulisan di atas tidak sepenuhnya salah jika hendak diterapkan kepada generasi muda muslim yg memang sudah ngebet ingin menikah. Saya pun meyakini bahwa ALLOH SWT akan mencukupkan rejeki kepada pasangan suami istri. Namun tentu saja, jangan sampai terjadi salah kaprah sehingga lantas diam saja di rumah menunggu rejeki datang. IAtau hanya sholaaattt terus menerus (termasuk sholat dhuha) untuk mengharap rejeki datang dan menjadi kaya. Ingat, SHOLAT TIDAK MEMBUAT ANDA KAYA! Ikhtiar maksimal mesti dilakukan, karena itu sunnatullah.

Sekali lagi, saya tidak bermaksud menghalang-halangi yg berniat nikah muda. Hal-hal ‘negatif’ yg saya tulis di artikel ini sebenarnya sebagai rambu-rambu (atau saran) yg mesti mendapat perhatian khusus agar pernikahan yg dilakukan benar2 bisa menyempurnakan 1/2 agama, mendekatkan diri kepada ALLOH SWT, dan menghasilkan generasi muda yg lebih berkualitas.🙂

Jika anda (atau anak anda) memang sudah yakin untuk menikah, terutam sudah ada persiapan yg memadai, maka segerakan menikah agar bisa terhindar dari zina dan aktivitas ibadahnya bisa lebih banyak (dan diterima).

Semoga berguna.

2 Komentar »

  1. […] memastikan kapan (pada usia berapa) seseorang menikah. Beberapa orang dimudahkan ALLOH SWT untuk menemukan jodohnya di usia muda sehingga mereka bisa segera menikah. Namun banyak juga orang yg tidak menemukan jodohnya/orang yg […]

    Ping balik oleh Menikah Dan Anak Itu BUKAN AJANG LOMBA! | Blog Tausiyah275 — Januari 13, 2014 @ 6:28 am | Balas

  2. Assalamualaikum wr wb
    Pak ustad, saya masih berumur 19th dan menikah siri di usia 16th karna suatu kecelakaan, saya menikah saat saya mengandung 6bln
    1bln setelah saya melahirkan, saya bertengkar dgn mertua dan keluar dr rumah orang tua suami saya dan selama 3bln suami saya dan keluarganya tidak memberi kabar bahkan nafkah, apa itu sudah termasuk talak?
    Keadaan saya dan suami saya selama 3thn kebelakang putus-nyambung dan memang kami sudah tidak serumah juga saat anak saya baru berumur 1bln
    Belakangan ini saya dan suami menjalani hubungan lagi, tp terkadang bertengkar sampai mengucap kata seolah ingin berpisah lagi, apa haram hukumnya jika kita balik lagi setelah mengucap kata pisah? Dan lagi ibu dr suami saya tidak pernah setuju dengan saya dan suami saya bahkan sering cekcok dengan saya. Belakangan ini suami saya selalu berkunjung ke rumah bahkan terkadang bermalam di rumah saya dan tidur bersama saya, apa yg kita lakukan ini termasuk haram? Dan apa kita sudah cerai menurut agama?
    Terima kasih

    Komentar oleh Sabila — Maret 28, 2016 @ 10:13 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: