Blog Tausiyah275

Januari 2, 2014

Membisniskan Agama: Sertifikat (Dan Sertifikasi) Halal

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 5:03 pm

Bismillah,

Tiga kicauan saya di atas menjadi pembuka artikel ini. Ya, seperti judul artikelnya, kali ini saya akan membahas mengenai membisniskan agama dengan cara melakukan penerbitan sertifikat halal. Padahal seperti tertulis pada tweet kedua di atas, ALLOH SWT sudah menerapkan hukum dasar bagi makanan adalah HALAL hingga dia terBUKTI HARAM!

Tapi namanya manusia yg sudah ‘tercemar’ dengan kepentingan dunia, maka berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan uang dari sisi makanan, yakni menerbitkan sertifikat halal.

“Lho, mereka menerbitkan sertifikat halal kan untuk kemudahan umat muslim? Jangan suudzon begitu donk!”
“Di negara Eropa dan Jepang juga sertifikat halal diberlakukan kok!”

Argumentasi2 seperti di atas akan menjadi argumentasi ‘standar’ untuk membenarkan perilaku mereka.

Jangan salah, sertifikat halal di luar negeri, terutama di negara yg non muslim, saya setuju! Karena memang jumlah makanan yg haram, saya yakin jauh lebih banyak, daripada yg halal. Namun, untuk di Indonesia, apa perlu diterbitkan sertifikat halal? Seperti saya tulis, yg dibutuhkan adalah sertifikat HARAM! Terutama untuk daerah2 yg memang non muslim mayoritas.

Kebanyakan kaum muslim (Indonesia) mudah sekali dikibuli. Dengan membawa atribut atau embel2 agama, maka kaum muslim Indonesia ‘harus’ nurut dengan keputusan MUI, tanpa melakukan penelitian lebih jauh.

Di tweet ketiga, saya tulis bahwa uang yg terkumpul dari sertifikasi halal bisa mencapai Rp 480 triliun! Jelas angka ini menunjukkan jumlah yg fantastis! Siapa yg tidak ‘ngiler’ dg uang sebanyak itu? Sementara kita ketahui juga di Indonesia kementerian agama masuk ke dalam daftar pelaku korupsi. Jika anda mau meneliti, korupsi dilakukan juga terhadap biaya ONH dan dana abadi bla bla bla.

“Hei bung, jangan suudzon! Masalah agama ini, anda jangan main2!”

Saya berpikir bahwa wajar saja jika masih banyak kaum muslim yg marah2 dg pernyataan2 saya di blog ini. Komersialisasi agama sebenarnya tidak saja terjadi di Indonesia. Bahkan juga sudah merambah ke pemerintah Arab Saudi. Silakan cek tweet saya di bawah ini.

Jadi, jangankan sertifikat halal yg barangkali ‘tidak penting’, ibadah haji juga sudah mulai kian dikomersialkan oleh pemerintah Arab Saudi. Apakah kita perlu marah? Problemnya, apakah marah itu menjadi solusi?😉

Kembali ke sertifikat halal yang dijadikan sarana utk membisniskan agama, maka sudah selayaknya kita MENOLAK sertifikasi ini, terlebih menjadikannya Undang-undang. Anda bisa bayangkan betapa repotnya dan kasihannya para pedagang sate, rumah makan padang, warung tegal yg mesti mengeluarkan biaya utk sertifikat halal. Meski harga sertifikat halal bervariasi dari yg murah Rp 250 ribu – Rp 5 juta, sekali lagi, bayangkan dana yg terkumpul!

Lebih ekstrimnya, jika setiap masakan mesti berserti halal, maka masakan istri juga mesti mendapat serti halal dari MUI!😉

Lagipula, saya kok tidak yakin dengan proses sertifikasi halal dari MUI. Coba anda cek tweet di bawah ini!

Semoga berguna

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: