Blog Tausiyah275

Januari 13, 2014

Menikah Dan Anak Itu BUKAN AJANG LOMBA!

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Munakahat — Tausiyah 275 @ 6:28 am

Bismillah,

Di Indonesia, menikah dan anak sering dijadikan ajang lomba dan pamer.

“Eh, dia sudah menikah. Kamu kapan?”
“Kamu kan cantik/ganteng, hidup sudah mapan, mau tunggu apalagi utk menikah? Tuh teman kamu sudah punya anak 2!”

“Mbak, anaknya sudah berapa? Baru 1? Kapan mau nambah lagi?”
“Temen SMA kamu sudah punya 4 anak, kamu masa belum punya sih? Ngapain saja?”

Percakapan2 di atas barangkali pernah didengar atau bahkan dialami oleh kita. Saya sendiri terkadang heran jika ada orang yg bertanya seperti hal2 di atas, apalagi jika dilakukan dg nada suara yg tidak enak didengar karena sebenarnya orang itu bertujuan menyindir (atau bahkan menghina).

Sesungguhnya tidak ada yang bisa memastikan kapan (pada usia berapa) seseorang menikah. Beberapa orang dimudahkan ALLOH SWT untuk menemukan jodohnya di usia muda sehingga mereka bisa segera menikah. Namun banyak juga orang yg tidak menemukan jodohnya/orang yg tepat untuk diajak menikah, bahkan hingga di usia senja. Jika orang tersebut sudah berusaha untuk mencari jodohnya, namun tidak ketemu, mengapa harus mengejek mereka? Sesungguhnya mengejek orang2 seperti ini sama dengan mengejek atau mempertanyakan sikap ALLOH SWT, yakni menganggap ALLOH SWT tidak adil karena mereka tidak mempunyai jodoh.

Hal yg sama untuk (jumlah) anak. Umat Islam di Indonesia berlomba-lomba ‘mencetak’ anak. Bahkan ada yg mempunyai anak hingga 10! Di jaman dahulu mungkin jumlah anak yg banyak memang enak. Tapi dengan kondisi ekonomi sekarang yg sedemikian berat, mempunyai anak banyak dan menghidupi mereka dengan kehidupan yg layak jelas bukan hal yg mudah, apalagi hidup di kota besar.

Seringkali mereka beralasan dan merujuk hadits Rasululloh SAW sebagai dasar mereka punya anak banyak. “Nikahilah wanita-wanita yang penyayang lagi subur. Sesungguhnya aku berbangga dengan jumlah kalian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i) Namun mereka lupa (atau terlewat) membaca hadits dan ayat berikut ini. Beliau bersabda,”Dapat diperkirakan bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang berebut melahap isi mangkok (makanan).” Para sahabat bertanya, “Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan saat itu jumlah kalian banyak sekali tetapi seperti buih air bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit wahan.” Mereka bertanya lagi, “Apa itu penyakit wahan, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud) dan “Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah (iman, ilmu dan amal), yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka, oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (QS An-Nisaa’(4): 9).

Cepat menikah dan (lalu) punya anak banyak, jelas bukan menjadikan seseorang menjadi pemenang. Karena, sekali lagi, menikah dan anak bukanlah sebuah kompetisi/lomba. Berapa banyak orang yg menikah muda lalu bercerai? Berapa banyak orang yg punya anak banyak namun ternyata tidak bisa mengontrol dan memberikan layanan terbaik untuk anak2 mereka?

Jadi, bagi yg masih belum menikah ataupun punya anak tidak banyak (1 atau 2 saja), tidak perlu merasa khawatir dan putus asa dari rahmat ALLOH SWT. Bagi yg belum menikah, tetap ikhtiar maksimal mencari jodoh anda. Saya yakin ALLOH SWT sudah menyiapkan jodoh untuk anda, tinggal anda lebih giat mencarinya. Bagi yg anaknya sedikit jgn khawatir. Berikan layanan yg terbaik bagi anak anda sekarang. Jadikan mereka generasi umat Islam terbaik di masa depan! Bagi yg belum punya anak, coba cek dahulu kesehatan anda dan pasangan, barangkali ada penyakit yg mesti disembuhkan dahulu. Ikhtiar maksimal!🙂

Semoga berguna.

1 Komentar »

  1. Setelah keempat Injil seolah-olah bungkam terhadap pernikahan Yesus .., ternyata masih ada Injil yang menyatakan bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus. Injil itu adalah Injil Filipus, dan Injil ini ditolak dan dianggap apokripa oleh Gereja. Mengapa ditolak …? Karena kalau Gereja menerima Injil Filipus maka Yesus yang dikatakan Anak Allah dan dikatakan sebagai Tuhan itu ternyata mempunyai istri dan punya anak; berarti akan ada anak Tuhan dan ada Cucu Tuhan…!

    Komentar oleh Juliet Franks — Januari 18, 2014 @ 2:34 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: