Blog Tausiyah275

Januari 27, 2014

Komik, Buku, Film, Dan Lelucon Yang Melecehkan Agama Islam

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 2:36 pm

Bismillah,

Salah satu bentuk permusuhan yg dilakukan oleh orang kafir dan munafik adalah dengan menyerang kaum muslim melalui karya mereka, entah itu komik, buku, film, atau hal lainnya.

Kita mungkin pernah membaca mengenai buku “Ayat-ayat Setan” yg dikarang oleh Salman Rushdie. Isinya jelas-jelas merusak pribadi Nabi Muhammad SAW dengan menggambarkan beliau sebagai pribadi yg sedemikian buruk. Terus terang, saya sendiri bahkan tidak sanggup untuk menuliskan ‘keburukan’ yg dialamatkan kepada junjungan kita yg mulia itu, karena hal tersebut sebenarnya jelas2 bertentangan dengan kenyataan yg ada.

Usai buku, dilanjutkan dengan film “Fitna“, sebuah film yg menonjolkan karakter umat Islam sebagai pelaku teroris dan penebar bencana di seluruh dunia. Film ini diprakarsai oleh Geert Wilders, seorang anggota parlemen dari Belanda yang memang cenderung tidak menyukai Islam. Pada akhirnya film ini justru membuat banyak orang (Belanda) ingin tahu mengenai Islam. Alih2 ikut membenci Islam, mereka justru menemukan bahwa apa yg ada di film tersebut tidak sesuai dengan apa yg mereka temui.

Selanjutnya, beredar komik mengenai Rasululloh SAW. Komik mengenai Rasululloh SAW ini sebenarnya sudah beredar lama dan ada beberapa jenis komik. Komik terakhir mengenai Rasululloh SAW yg saya temui adalah komik Rasululloh SAW dan Nabi Isa as (dalam hal ini menjadi karakter Yesus). Dikisahkan kedua Nabi dan Rasul ini hidup berdampingan (di masa yg sama) dan dari sikap serta tingkah laku mereka muncul ‘kelucuan2’. Bagi saya sendiri, usai membaca beberapa cuplikan komik tersebut, kelucuan2 tersebut terkesan dipaksakan dan cenderung sarkas (kasar). Yang jelas, komik ini dari awalnya sudah salah dengan menggambarkan sosok Rasululloh SAW.

Salah satu penyebab larangan menggambar pribadi Rasululloh SAW bisa kita lihat dari hadits beliau ini. “Janganlah kalian menyanjungku berlebihan sebagaimana orang-orang Nashrani menyanjung Putera Maryam, karena aku hanya hamba-Nya dan Rasul utusan-Nya.” (HR. Ahmad dan Al-Bukhori)

Dari hadits di atas terlihat bahwa kaum Nasrani melakukan penyanjungan (yg berlebihan) terhadap Nabi Isa as salah satunya karena penggambaran (ataupun pembuatan patung) sosok Nabi Isa as.

Dalam satu kesempatan lain, saya pernah membaca komik yg mirip dengan komik di atas, yakni menggambarkan kehidupan Yesus dan Budha (Sidharta Gautama). Di komik ini, terlihat sekali pembuatnya menggoreskan sikap, tingkah, dan perilaku yg konyol dari Yesus dan Budha. Saya sendiri agak sulit menikmati komik2 seperti itu, mengingat mereka punya posisi yg penting (dan spesial) di mata pemeluk agamanya. Menertawakan sikap dan perilaku mereka, meski di komik, bagi saya pribadi jelas tidak mencerminkan sikap yg baik dari seorang muslim.

Tidak mudah untuk bisa berlapang dada dan tidak bereaksi berlebihan dengan sikap musuh2 Islam seperti itu. Yang bisa kita lakukan adalah: 1. menjauhi karya2 seperti itu, karena tidak ada manfaatnya; 2. melaporkan kepada pihak yg berwenang (misalnya, untuk kasus twitter atau blog, kita bisa lapor kepada pemilik twitter dan blog (wordpress atau blogger) bahwa ada pengguna aplikasi mereka yg tidak sesuai dengan kontrak (TOS)); 3. menyampaikan kepada saudara/keluarga/rekan/teman mengenai bahaya2 yg disusupkan musuh Islam.

Dan sesungguhnya perilaku2 musuh Islam di atas termasuk ke dalam perang pemikiran (ghazwul fikri). Kita, selaku umat Islam, ‘dipaksa’ utk menerima ‘kelucuan2’ (dan penghinaan) via komik atau karya lainnya, yg tujuannya akan membuat kaum muslim merasa biasa saja jika agama/Nabi & Rasul-nya dilecehkan dan dijadikan bahan lelucon.

Saya sempat berkicau mengenai acara lelucon (Stand Up Comedy) yg isinya melecehkan Islam, menurut saya.

Intinya, JANGAN BERCANDA YG MENYEREMPET KE AGAMA sebagaimana pernah saya buat artikelnya. Silakan dibaca untuk muhasabah dan tidak mengulangi perilaku tidak terpuji ini!

Semoga berguna.

2 Komentar »

  1. Kalo saya lebih memilih untuk menghindari bacaan ato tontonan yg spt itu. Kalo qta balas memaki pun mereka akan lebih senang.
    Lebih baik tidak tau. Dan saya juga tidak mau tahu. Keimanan saya in shaa Allah ga ada urusan nya dngan yg org2 itu lakukan. Lebih baik menjaga diri dan hati saya saja. Lebih taat beribadah saja.

    Komentar oleh diah — Januari 27, 2014 @ 3:21 pm | Balas

    • sepakat, mbak Diah.

      namun ada kalanya kita mau tidak mau mesti bersinggungan, terutama untuk bisa meng-counter hal2 seperti itu.

      demikian🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 27, 2014 @ 5:27 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: