Blog Tausiyah275

Februari 12, 2014

Mana Yang Benar: Insya ALLAH, In Sya ALLAH, In Shaa ALLAH?

Filed under: Dari Inboxku,Ensiklopedia Islam,Hikmah,HOT NEWS,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 10:39 am

Bismillah,

Selama beberapa waktu belakangan ini (persisnya saya tidak ingat, tapi sekitar akhir tahun 2013 lalu) saya menemui gambar di bawah ini di berbagai media sosial. Gambar ini begitu masif disebarkan hingga membuat saya menjadi keheranan dg gambar ini. Apa istimewanya gambar ini? Apakah penting?

in shaa ALLAH

penulisan insya ALLOH yg ‘didebat’ menjadi in shaa ALLAH, dst dst

Toh, saya lihat ada dampaknya juga penyebaran ini. Beberapa orang mulai ‘meninggalkan’ Insya ALLOH/insya ALLAH menjadi In Sha ALLAH dan mengajak yg lain utk ‘berubah’.

Akhirnya saya coba telaah lebih dalam mengenai tulisan ini. Pada akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa ada SALAH KAPRAH terhadap gambar di atas. Sayangnya, orang2 (muslim) Indonesia seringkali terburu-buru pada saat ‘share’ sebuah informasi, tanpa mau merujuk ataupun mencek lebih detail terlebih dahulu.

Alasan mengapa saya sebut ada salah paham adalah:

1. Gambar di atas merujuk pada terjemah bahasa Inggris. Setahu saya, huruf ﺵ diterjemahkan sebagai SHin (Inggris) sementara di bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai SYin. Untuk lebih jelasnya, anda bisa baca di SYIN (Indonesia) dan SHin (Inggris). Sementara untuk bahasa Indonesia, karakter SH sudah digunakan untuk huruf ﺹ (shad).

Dengan demikian, jelas penulisannya berbeda.

2. Penulisan huruf Arab untuk insya ALLOH memang ada 2 jenis. Yang pertama adalah إن شاء الله‎, yg bisa kita lihat bahwa antara huruf NUN dan SYIN dipisahkan. Arti dari إن شاء di sini adalah menghendaki. Yang kedua, adalah penulisan seperti berikut: “إنشاء الله” yg jelas makna dari إنشاء sudah berbeda jauh dengan penulisan إن شاء meski ucapannya (terutama dari bahasa Indonesia) sama (homofon). Jika huruf NUN dan SYIN digabung, maka itu artinya menciptakan. Cocok seperti yg disampaikan oleh gambar di atas.🙂

Lalu, mana penulisan yg benar?

Semuanya benar. Di Indonesia إن شاء الله akan ditulis sebagai Insya ALLOH/Insya ALLAH. Apakah perlu dipisah atau digabung Insya-nya? Terserah. Jika merujuk dari kamus bahasa Indonesia, penulisannya digabung. Penulisan digabung ini sudah baku dan semua orang sudah sepakat bahwa pengertian Insya ALLOH (dalam bahasa Indonesia) itu berarti jika ALLOH SWT menghendaki. Tapi, bagi yg ‘usil’ akan meributkan hal ini dengan ‘mencocokkan’ cara penulisannya. Bagi yg memang ingin tampil beda, silakan menulis In Sya ALLAH.🙂

Sementara untuk tulisan bahasa Inggris gunakan insha ALLAH atau in sha ALLAH. Bebas juga, tidak perlu repot.🙂

Pada dasarnya penulisan yg ‘tepat’ adalah digabung untuk insya ataupun insha karena faktor penerjemahan dari bahasa arab ke tulisan latin memang kadang ada perbedaan. Jika anda merujuk ke wikipedia, maka anda akan temukan Insha’ALLAH dan Insya ALLAH sebagai cara penulisan yg sudah jamak/umum.

Karenanya, sebagaimana saya tulis di atas, orang (muslim) Indonesia senang sekali bikin heboh dan meributkan hal2 kecil seperti ini. Lebih baik energi dan waktunya digunakan untuk hal2 lain yg lebih berguna.

Semoga bermanfaat.

76 Komentar »

  1. itu sih tergantung transliterasi bahasa saja.. yang penting artinya sudah mafhum… “jika Allah menghendaki”… syukran nice share..🙂

    Komentar oleh miki — April 27, 2014 @ 6:45 am | Balas

    • betul sekali, mas Miki!🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 2, 2014 @ 1:18 pm | Balas

  2. sip, menambah info gan, jadi saya gak ragu lagi

    Komentar oleh Ahmada — April 30, 2014 @ 5:57 pm | Balas

  3. itu kan bahasa alquran knp ada versi indonesia segala,,apa yg ditulis di alquran harus dibaca dgn bahasa alquran,,jika benar atau salah wajib kita saling meluruskan

    Komentar oleh ardie — Mei 2, 2014 @ 1:01 pm | Balas

    • mas Ardie,

      maksudnya bagaimana?
      harap dibedakan antara menerjemahkan ayat/bahasa dg adaptasi penulisan.

      jika anda bersikukuh bahwa tulisan Al Quran mesti sesuai dg bahasa Al Quran, kenapa anda menulis Al Quran dlm bhs Indonesia? Mestinya anda tulis القرآن الكريم
      🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 2, 2014 @ 1:16 pm | Balas

      • hu uh itu keputus kalimat nya mas,, ga bisa di edit krn udah terkirim jd nya ketika mas mmbaca tulisan saya diatas,,pasti mas akan sedikit kontra dgn saya,, maaf krn penulisan yg terpotong tp saya memang lagi nyari2 artikel smacam ini dan dpt bersikusi disini supaya saya ga tersesat gara2 salah tulis nama tuhan saya sendiri,,

        Komentar oleh ardie — Mei 2, 2014 @ 1:30 pm

      • its ok,mas Ardie.

        saya justru konfirmasi ulang dg statement mas Ardie di atas,agar tidak terjadi salah paham.🙂

        insya ALLOH kaum muslim yg senantiasa selalu berpikir dan mencari tahu tidak akan mudah tersesat🙂

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 2, 2014 @ 1:36 pm

  4. ralat : mksd saya apa yg ditulis di al- qur’an lalu ketika ada perubahan penulisan krn ditransletin ke latin atau versi indonesia penulisan nya kalau salah harus diluruskan,,,,dan kewajiban kita slalu mengingatkan,,bila ada yg membesar2kan itu cuma cara pandang kita ygberbeda2 menanggapi nya,,tp semua org yg mencari tau ttg hal2 semacam ini berati mereka adlh org2 yg peduli dgn agamanya … thanks info nya

    Komentar oleh ardie — Mei 2, 2014 @ 1:22 pm | Balas

    • Hanya Allah Maha Benar, kita sebagai hambanya hanya berusaha mencari kebenaran itu. Pembahasan ini sangat bermanfaat bagi orang awam seperti saya, memang benar kewajiban kita untuk menuntut ilmu dan mencari kebenarannya, kawan.

      Komentar oleh yeni — September 18, 2016 @ 10:23 am | Balas

  5. Saya selalu berpedoman, segala amal perbuatan kita tergantung niat di hati.

    Komentar oleh Sandi — Mei 3, 2014 @ 6:18 am | Balas

    • mas Sandi,

      jika amal perbuatan tergantung niat di hati namun TIDAK ADA CONTOH ataupun MENYALAHI ATURAN, maka amal tersebut tidak akan diterima sebagai amalan ibadah.🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 5, 2014 @ 5:56 am | Balas

  6. Trimakasih penjelasannya yg sangat berguna.

    Komentar oleh Erwina Harahap — Mei 3, 2014 @ 8:26 am | Balas

  7. Insya Allah perbedaan yang sering diributkan di indonesia membuat muslim indonesia menjadi muslim yg pintar dengan selalu tolong menolong dan bertukar informasi dalam mencari kebenaran Allah, aamin

    Komentar oleh rizal — Mei 3, 2014 @ 8:56 am | Balas

  8. terima kasih ilmunya, sangat bermanfaat sekali..semoga akan menjadi ladang ibadah buat kita semuanya..aamiin

    Komentar oleh eful — Mei 6, 2014 @ 10:16 am | Balas

  9. Setuju, saya suka penjelasannya tausyiah, terima kasih….

    Komentar oleh maya — Mei 9, 2014 @ 11:50 am | Balas

    • terima kasih kembali, mbak Maya

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 11, 2014 @ 12:48 am | Balas

  10. Setuju banget saya dengan tulisan ini. Terima kasih infonya…🙂
    Saya tahunya juga dari teman saya yang nge-share di facebook. Karena saya merasa agak kurang gimana gitu, saya coba gugling, ketemu deh blognya ibu/bapak tausiyah275…

    Komentar oleh garcyber — Mei 15, 2014 @ 7:18 pm | Balas

    • sama-sama, mas/mbak Garcyber🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 16, 2014 @ 5:00 am | Balas

  11. maaf sebagai rujukan kita bisa lihat surat ashshafaat (37 ) : 102 dan al-fath (48) : 27

    Komentar oleh Nursamsu Samsu — Mei 15, 2014 @ 10:18 pm | Balas

    • terima kasih infonya mas Nursamsu🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 16, 2014 @ 4:59 am | Balas

  12. Terima Kasih atas penjelasannya…

    Komentar oleh Cara Membuat Blog — Mei 16, 2014 @ 9:04 am | Balas

  13. jelas sudah mulai sekarang saya akan menulis In Sha Allah secara terputus

    standar khalayak dan keumuman serta diikuti oleh sebagian besar orang belum tentu benar

    hanya Allah yang Pasti benar

    Komentar oleh ndra — Mei 16, 2014 @ 1:03 pm | Balas

    • mas/mbak Ndra,

      jika anda meyakini bahwa ALLOH SWT yg PASTI benar, maka anda mesti merujuk ke Al Quran.

      di sana tertulis in SYA ALLAH sesuai kaidah bahasa ARAB.🙂

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 18, 2014 @ 6:18 am | Balas

  14. Komentar oleh azri — Mei 19, 2014 @ 2:42 pm | Balas

  15. Al QURAN diturunkan dalam bahasa Arab bukan bahasa Ajam ,anda mentautkan huruf-2 nya sudah benar Syin dalam lathinnya SY dan bukan Sh mudah-2 faham kata ajam ? Itu juga Ajam jika ditulis in sha ?

    Komentar oleh Abdul Sukur — Mei 21, 2014 @ 8:28 pm | Balas

    • mas Abdul Sukur, sha termasuk ajam jika merujuk pada bahasa INGGRIS🙂

      seperti penjelasan saya, ada perbedaan penulisan dalam bahasa Indonesia & bhs Inggris.

      demikian🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 23, 2014 @ 6:11 am | Balas

  16. Ini yang ane cari, terima kasih informasinya🙂

    Komentar oleh Airul — Mei 22, 2014 @ 6:30 pm | Balas

  17. assalamu’alaikum ..
    mhon jawabannya, apabila ditulis IngsyaAllah bisa atau tidak ?

    Komentar oleh Maulana — Mei 22, 2014 @ 8:26 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Maulana, bisa saja ditulis seperti itu, namun tidak memenuhi kaidah yg baku dan disarankan.

      sama seperti jika saya tulis nama anda sebagai Molana, bisa tidak? tentu bisa, tapi penulisan seperti ini bisa membuat ‘salah alamat’.

      demikian🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 23, 2014 @ 6:12 am | Balas

  18. Trims buat smuanya, yang sudah perduli dengan hal ini, terutama yang mpunya blog… saya coba lihat di Surah Al Kahfi ayat 23, tertulis In yasyaa Allah, wallahu’alam

    Komentar oleh Wawan Hermawan — Mei 30, 2014 @ 8:50 am | Balas

    • betul mas Wawan, jika penulisan dalam huruf/budaya Arab, maka In Sya ALLAH adalah yg paling tepat.

      namun bila disesuaikan dg kondisi masing2 daerah (negara) serta bahasa, maka semuanya insya ALLOH benar🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 30, 2014 @ 11:13 am | Balas

  19. syukron atas penjelasannya ini yang saya cari alhamdulillah sekarang ana sudah paham.. sekali lagi syukron atas semua penjelasannya semoga bermanfaat Aamiin

    Komentar oleh Abah — Juni 4, 2014 @ 4:35 pm | Balas

  20. Kalau begitu kata Allah berubah jadi Alloh maka bangsa ingris akan menyebut Allah menjadi Alleh karena disana huruf “A” berubah penyebutannya menjadi “e”

    Ya Allah aku memohon ampun…
    Wasallam

    Komentar oleh Hadziem — Juni 10, 2014 @ 7:01 am | Balas

    • mas Hadziem,

      anda masih berkutat di semantik (cara penulisan)😉
      jika anda mau berdebat seperti ini, maka anda mesti cek bahwa tulisan aamiin di dalam bahasa Inggris menjadi aameen.

      perdebatan (penulisan) seperti ini tidak akan pernah selesai, karena penulisan bisa berubah sesuai dengan kultur setempat.🙂

      yg tidak bisa berubah adalah makna dan esensi.

      demikian🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 10, 2014 @ 10:20 am | Balas

  21. Alhamdulillah kak,, akhirnya saya nemuin artikel ini.. sangat bermanfaat untuk saya karena sebelumnya saya sempat ragu dalam penulisan latinnya ketika saya mendapat BC dari teman bbm ..

    Komentar oleh unun — Juni 18, 2014 @ 9:32 am | Balas

  22. alhamdulillah terimakasih

    Komentar oleh Teguh aribowo — Juni 27, 2014 @ 10:17 am | Balas

  23. makanya mengapa, al qur’an tdk diubah dengan brmacam2 bahasa, biar murni, jadi darimana pun negarax wajib pakai bahasa arab. contohnya seperti in sya allah ini, kalo lebih abdolx ya ngikutin bahasa arab aja. gitu sih menurut pandangan saya..

    Komentar oleh Uyye Uye Uyyhe — Juli 4, 2014 @ 10:44 am | Balas

  24. Sy rasa ga susah menyampaikan kebenaran karena bahasa AlQur’an adalah sastra tertinggi & terindah di dunia maka kita perlu hati2. Salah 1 huruf sj artinya sj sdh jauh berbeda. Seperti Qalbun (hati) dan Kalbun (anjing). Terserah mo pakai gaya English/Indonesia yg penting artinya tidak salah. Bayangkan jika orang bicara dg anda ttg Qalbun anda ttp dia mengatakan Kalbun anda, tentu tidak baik bukan? Apalagi ini tentang Allah…Kesalahan kecil klau tdk diperbaiki lama2 akan menggunung & merusak byk hal…terima kasih…

    Komentar oleh martha — Juli 4, 2014 @ 3:04 pm | Balas

  25. INTINYA mari kita belajar bahasa arab, mau di bolak balik kalau sudah faham penulisan secara ARABNYA InSya ALLAH tidak tersesat, YANG TERPENTING KETIKA MUNGUCAPKAN DIBARENGI DENGAN HATI YANG MENGERTI MAKNANYA, bukan ASAL GOBLEK / taasub jahiliah yaitu mengatakan, mengikuti sesuatu yang kita buta dan tidak faham

    Komentar oleh BiLLi — Juli 10, 2014 @ 2:59 pm | Balas

    • setuju sekali, mas BiLLi🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 10, 2014 @ 7:15 pm | Balas

  26. Terimakasih infonyaa. Sangat berguna sekali

    Komentar oleh F — Juli 22, 2014 @ 3:11 am | Balas

    • sama-sama, mbak(?) Nunatrifan

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 23, 2014 @ 8:47 am | Balas

  27. kalau menurut saya sih lebih ditekankan ke aslinya, krn itu sdh di sepakati Islam di dunia lain tadi dengan intonasi suara seperti bahasa inggris yang mengucapkannya dengan bahasa inggris yang di ucapkan orang India gaya bahasanya beda tp pengucapan dan penulisan bahasa inggrisnya sama kalau yang ternyadi si insya alloh dan in sya allah sdh berbeda tulisan dan pengucapan ini harus di benerin itupun bagi yang mau untuk mengikuti yang asli kalau gak ya hak masing2. paling paling akan di kritik bahwa bisa di rubah tulisan arab di dalam al’quran.

    Komentar oleh amir — September 17, 2014 @ 10:12 am | Balas

    • mas Amir,

      jika mau konsisten, maka penulisannya juga mesti dalam bahasa Arab agar tidak terjadi kesalahan.🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 18, 2014 @ 6:54 am | Balas

  28. lain penulisan, lain lafal nya juga ya?
    jadi kita memang harus mengerti tentang hal ini,
    perlu belajar lebih banyak, terimakasih

    Komentar oleh Raras — September 23, 2014 @ 3:46 pm | Balas

    • sebenarnya,mbak Raras, lafal tergantung dari daerah juga, plus bahasa yg digunakan.

      demikian🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 31, 2014 @ 3:04 pm | Balas

  29. Terima kasih buat info nya , sangat berguna jadi sdh mengerti kalo terjadi perbedaan penulisan…

    Komentar oleh Fita Novianti — September 24, 2014 @ 6:18 am | Balas

  30. TERIMAKASIH NAMBAH WAWASANKU, http://www.loketpembayaranresmi.com/

    Komentar oleh dani — Oktober 12, 2014 @ 2:59 pm | Balas

  31. kelihatannya masalah kecil tapi effectnya bisa meluas.. jadi jangan menganggap ini sepele.. insya dan in shaa.. Al quran diturunkan dalam bahasa arab.. mungkin.. bahasa al quran bukan untuk di translate.. tapi dibacaa dengan kaidah yang ada.. kalau untuk di artikan itu kembali kepada bahasa masing2 negara.. sekarang coba kalau in shaa Allah ditranlate ke bahasa arab.. dan in sya Allah translate ke bahasa arab.. mungkin akan berbeda huruf.. dan bila disamakan dengan huruf yg ada dalam surat al-fath ayat 27.. إِن شَاء اللَّهُ coba baca.. dan kalau al quran.. kenapa bukan al kuran? Al quran adalah mukjizat.. jadi kalau mau translate tulisan arab ke indonesia menurut saya harus sesuai dengan apa yg di lihat dan apa yg dibaca.. bukan harus diperdebatkan.. tapi diluruskan.. sehingga tidak ada pergeseran kaidah2 yg akan berdampak besar.. jadi ins haa dan in sya tidak sama.. tapi jika “jika Allah menghendaki” itu sama artinya dengan “if Allah Wills” penulisannya إِن شَاء اللَّهُ dibaca in syaa Allah.. Wallahu a’lam

    Komentar oleh sandi — Oktober 22, 2014 @ 12:01 am | Balas

    • mas Sandi,

      silakan anda diskusi dengan orang2 ahli bahasa Indonesia jika mempermasalahkan tentang penulisan ataupun kriteria baku insya ALLAH/insya ALLOH.

      jika memang mau ‘serius’ benar, sebaiknya gunakan saja bahasa Arab untuk penulisan sehingga tidak ada perdebatan tidak perlu.

      Saya hanya menyampaikan apa yg sudah menjadi kaidah berbahasa dan digunakan dari sisi bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 31, 2014 @ 3:10 pm | Balas

  32. Assalamu’alaikum…

    Alhamdulillah…
    Dengan demikian, ana bisa tambah ilmu.

    Jazzakallah khairan…

    Wassalam.

    Komentar oleh Faiza Firman Sari — November 7, 2014 @ 12:19 pm | Balas

  33. Izin share

    Komentar oleh teguh — Desember 23, 2014 @ 3:41 am | Balas

  34. setuju dengan bahasan ustadz kalo boleh menambahkan.. intinya kita mengalihkan ke bahasa ajam… sebenarnya sah-sah saja seperti yang di jelaskan ustadz diatas kalo bole tambahkan In Syaa ALLAH, karena merujuk dimana alif dibelakang Syin semoga manfaat

    Komentar oleh abu tabina — Februari 9, 2015 @ 5:36 am | Balas

  35. terima kasih sudah berbagi ilmu dan menjadi telaah untuk hal-hal lainnya..

    Komentar oleh Irma Yani — Februari 17, 2015 @ 10:35 am | Balas

  36. Maap mas, belom liat wikipedia belakangan ini ya? Mereka make in sya Alloh kok
    http://id.m.wikipedia.org/wiki/In_Sya'_Allah
    Dari pelajaran bahasa Arab yang telah saya dalami di pondok dan di kampus, jurusan saya Dirasat Islamiyah wal ‘arobiyah, insya itu artinya ‘Mengarang’
    walopun di KBBI itu masih insya, dan kita sudah tau itu adalah kesalahan, apakah mau terus diikutin suatu kesalahan? Toh kalo kita gak sesuai KBBI gak masalah kan? Emang sehari hari kita bicara sesuai KBBI? KBBI bukan Al-Qur’an
    Syukran ‘ala ihtimamikum
    #CMIIW

    Komentar oleh jek — Februari 27, 2015 @ 7:02 am | Balas

  37. Saya kira yang dipermasalahkan di sini, bukan sya atau sha, tapi spasi yang di antara in dengan sya atau sha
    Kenapa di gambar tersebut pakenya sha??? Karena itu yang bikin Dr Zakir Naik, yang notabenenya orang luar Indonesia dan menggunakan transliterasi bahasa Inggris yang pada saat ini adalah bahasa internasional yang dimaksudkan buat memudahkan kebanyakan orang, so? Apakah ada masalah kalo pakenya ‘sha’? TIDAK ADA
    Kalo anda melarang pake ‘sha’ yang transliterasi inggris, OTOMATIS anda melarang pake ‘sya’ yang transliterasi Indonesia, yaiyalaah, soalnya kan agama islam bukan punya orang Indonesia doang keles

    Jadi, gak masalah kalo pake in syaa Alloh atau in shaa Alloh
    Itu hujjah saya, mana hujjah mu?

    Komentar oleh senor edison — Februari 27, 2015 @ 10:34 am | Balas

  38. intinya bukan di lafal atau penyebutan ..karena itu masing2 dialek berbeda di dunia ..tetapi cara penulisan yang harus di pisahkan menjadi 3 suku kata ..In Shaa Allah (arab/inggris) atau In Sya Allah (indonesia) …tetapi Allah lebih Tahu isi hati manusia yang mengucapkan ..walloohu a’lam …

    Komentar oleh suhamdani — Mei 7, 2015 @ 3:14 pm | Balas

  39. Sory masbro,bkan meributkan ,dan kami tdk mremehkan hal kecil yg bisa jd besar…klo kmi tau ilmunya tentu tdk bertanya2

    Komentar oleh edi — Juni 12, 2015 @ 12:12 pm | Balas

  40. beda pandangan penulisan yg bermanfaat… smoga Allah selalu memberi petunjuk…

    Komentar oleh Indonesia — Juni 15, 2015 @ 7:11 pm | Balas

  41. permisi, numpang promo ..
    Paket souvenir tasbih cantik dari Refiza Souvenir, cocok buat acara pernikahan, aqiqah, khitanan, pengajian, dll. Yuk buruan order hanya di http://www.refiza.com

    Komentar oleh Refiza Souvenir — Juni 22, 2015 @ 10:17 am | Balas

  42. https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2013/11/21/dialog-muslim-cara-tepat-penulisan-in-sha-allah-%D8%A7%D9%86-%D8%B4%D8%A7%D8%A1-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87/

    Tp coba baca artikel ini..
    Dsini penjelasan ma sumber2 ny lebih terperinci
    Maaf saya jg sedang mncari mana yg benar..

    Komentar oleh akmal — Juli 8, 2015 @ 6:40 pm | Balas

  43. Bismillaahirrohmaanirrohiimm..

    Saudara semua, silahkan buka link di bawah ini… penjelasan yang simple sederhana dan mudah dipahami. InsyaAlloh kita termasuk orang-orang yang diberi pencerahan oleh Alloh SWT.. aamiinn…

    http://www.dakwatuna.com/2014/08/11/55635/hiperkorek-penulisan-in-sha-allah/#axzz3gV4sa0xe

    Kesimpulan pribadi saya, just make it simple.. ketika kita berkoresponden dengan orang yg berbahasa inggris, gunakan inshaAlloh / in-sha-alloh.. untuk membantu mereka memahami maksud tulisan kita. Jika ke sesama orang indonesia, gunakan insyaAlloh / in sya Alloh.

    Salam,

    Komentar oleh Hermawan — Juli 21, 2015 @ 1:02 pm | Balas

    • In Sha Allah untuk English. In Sya Allah untuk Indonesia.

      Komentar oleh Ardi Panondan — Maret 17, 2016 @ 9:10 pm | Balas

  44. Nahhh… ini penjelasannya bagus, mudah di fahami,..
    Artinya jika selama ini kita yg menulis insya Allah, tidak salah,.. saya hanya tidak suka org yg menyatakan bahwa penggunaan penulisan Insya Allah salah.. seolah olah selama ini kita di ajrkan salah,.

    Komentar oleh Ritza — Agustus 10, 2015 @ 10:34 pm | Balas

  45. SETUJU dengan penulisan Sy adalah syin.sesuai dgn ketentuan Bakunya, .tapi kalau ingin menulis in sya Allah dengan 3 suku kata, untuk mendekat cara penulisan pada bahwa Arab, kenapa tidak? Itu untuk mendidih yg belum mengetahui bahwa makna in syaa, dibaca terpisah, berbeda makna dgn kata insya, bila dI baca tanpa spasi..

    Komentar oleh Ayu Halimah — Oktober 23, 2015 @ 5:31 am | Balas

  46. Ralat: SETUJU dengan penulisan Sy adalah syin.sesuai dgn ketentuan Bakunya, .tapi kalau ingin menulis in sya Allah dengan 3 suku kata, untuk mendekati cara penulisan pada bahasa Arab, kenapa tidak? Itu untuk mendidik yg belum mengetahui bahwa makna in syaa, dibaca terpisah, berbeda makna dgn kata insya, bila dibaca tanpa spasi..

    Komentar oleh Ayu Halimah — Oktober 23, 2015 @ 5:33 am | Balas

  47. Reblogged this on palambarae.

    Komentar oleh indragunawan19uun — Desember 14, 2015 @ 7:57 pm | Balas

  48. Terima kasih. Sekarang saya jadi tahu yang benar.

    Komentar oleh hasni — Desember 23, 2015 @ 8:37 pm | Balas

  49. Mas Sandi…. Semua amalan tergantung niat. Dan Allah Maha tau.

    Sering sekali orang berlindung kepada 2 alasan di atas. Pertanyaannya….

    1. Apakah tidak jatuh thalaq kepada isteri jika suami mengucapkan thalaq dengan bercanda..??. Tetap jatuh bukan..??. Lho Allah kan Maha Tahu. Itu kan niatnya cuma bercanda…!!. Meskipun niatnya cuma bercanda, meskipun Allah Maha Tahu niat anda cuma bercanda, thalaq tetap jatuh. So…. dalam hal ini tidak berlaku soal niat atau tidak niat.

    2. Orang yang menjadi imam shalat berjama’ah haruslah dipilih yang paling bagus dan sempurna bacaan Quran nya sebagai salah satu syarat utama di antara bbrp syarat menjadi imam.

    Lhaaa…. Nggak usah di-besar²kanlah. Yang ada aja. Salah² dikit nggak apa². Allah kan Maha Tahu…

    No way. Nggak bisa. Meskipun Allah Maha Tahu tetapi bacaan imam tetap harus sempurna. Jadi pilihlah yang paling baik bacaannya.

    Kaitan dg artikel di atas adalah ajakan mari sempurnakan segala sesuatu tentang agama ini. Baik itu ibadah, fiqih, mu’amalah, tajwid dll dll dllsbnya. Janganlah keukeuh dengan hal yang sudah biasa (kalau itu salah) dengan berlindung pada dalih “Allah Maha Tahu” atau dalih “semua tergantung niat”.

    Komentar oleh Edy Taufik — Februari 3, 2016 @ 11:23 pm | Balas

  50. assalamualaikum. terima kasih atas penjelasannya. sayangnya kami sebagai umat islam memang banyak yang kurang memahamii. namun karena ustad adalah orang yang memiliki pengetahuan makanya dapat menjelaskan. tapi mohon jangan menjadi riya dengan ilmu yang dimiliki dengan menambahkan perkataan dalam penjelasan orang indonesia suka meributkan. mohon ke ikhlasannya dalam berbagi pengetahuan. silahkan jelaskan saja sesuai dengan alquran dan hadist. semoga kita termasuk orang orang yqng pandai bersukur. amin

    Komentar oleh ahmad jony marzainur — Maret 6, 2016 @ 6:36 pm | Balas

  51. pusing dengar kalian memamerkan ilmu,kami yang awan bukan dapat solusi malah makin pusing. saran saya, pahami maksud dr zakir naik next tanyakan langsung masalah anda, kan dr zakir proses untuk di undang ke indonesia. saya harap yang kemen di blog ini nongol di pertemuan nanti. tq

    Komentar oleh alam — April 11, 2016 @ 12:07 am | Balas

  52. alhamdulillah dapat jga keterngannya

    Komentar oleh fika — April 20, 2016 @ 8:34 pm | Balas

  53. Jika kita melihat adanya alif stlah hruf sya maka pnlisan dalam bahasa Indonesia menjadi :
    Insyaa Allah…

    Komentar oleh khairunnisaexacta — September 7, 2016 @ 8:00 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: