Blog Tausiyah275

April 21, 2014

Lebih Rinci Mengenai Cerai Dan Talak

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Munakahat,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 10:30 am

Bismillah,

Jika anda membaca komentar-komentar (dan konsultasi) yang ada di artikel mengenai talak, anda akan bisa melihat di beberapa kasus, kata cerai ada yg diucapkan jelas (dan tegas) namun ada juga yg diucapkan secara tidak tegas.

Saya berikan contoh ucapan talak yg tegas seperti berikut:
– Kamu saya talak
– Kamu saya cerai
– Kita pisah selamanya
– Kita bubar…
– Silakan nikah lagi
– Aku lepaskan kamu
Serta kalimat-kalimat lain yg sejenis yg intinya tidak bisa bersatu lagi dalam 1 rumah tangga.

Sementara contoh cerai yg tidak tegas itu seperti berikut:
– Pulanglah ke orang tuamu
– Keluar dari rumah ini!
– Kamu jangan pulang sekalian
Dan kalimat-kalimat lain sejenis.

Untuk kasus cerai yg diucapkan secara tegas, saya tidak akan membahasnya karena ketegasan ucapan talak/cerai sebenarnya sudah cukup jelas bahwa talak sudah jatuh (entah talak 1, 2, atau 3). Namun, untuk talak tidak tegas, mesti diperhatikan beberapa hal berikut.

Pertama, niat mengucapkannya. Apakah saat mengucapkan cerai tidak tegas itu memang ada indikasi/niat untuk bercerai? Karena jika tidak ada niat untuk bercerai melainkan karena marah semata, maka jelas tidak ada cerai/talak yang terjadi. Bisa saja ucapan itu terlontar untuk melepaskan emosi ataupun untuk melakukan introspeksi masing-masing pihak.

Kedua, ucapan cerai tidak tegas tidak bisa dijadika landasan perceraian karena memang tidak ada kejelasan/ketegasan statusnya, apakah memang bercerai atau tidak. Dengan kata lain, mesti merujuk pada poin 1 di atas.

Rincian lain mengenai cerai adalah cerai yg diucapkan pada saat marah.

Dalam banyak kasus yg masuk, ucapan cerai pada saat marah juga sering terjadi. Untuk kasus seperti ini, saya biasanya menanyakan mengenai tingkat kemarahannya. Apakah marah yg biasa saja (ybs masih sadar) atau sudah mengamuk (lempar piring/barang)? Hal ini penting, karena untuk kasus marah yg biasa, ada ulama yg menyatakan bahwa cerai/talaknya dianggap sah meski ada ulama lain yg menyatakan tidak sah.

Berikut ini salah satu rujukan mengenai tingkat kemarahan yg membuat cerai itu tetap sah dan yg tidak sah.

Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Marah yang sampai pada batas, dimana dia tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan, bahkan sampai pingsan, dalam kondisi ini talak tidak sah dengan kesepakatan ulama. Karena orang ini tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan.” (Asy-Syarhul Mumti’, 13:28)

Karenanya, saya berharap para suami lebih waspada dan tidak sembarangan mengucapkan cerai/talak pada saat terjadi pertengkaran (rumah tangga). Para istri juga mesti mengingatkan hal ini kepada para suami, baik di saat rumah tangga tenang (adem ayem) ataupun pada saat terjadi pertengkaran.

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan.

Yang sering dilupakan adalah ucapan cerai/talak yg diucapkan seraya bergurau seperti kasus ini.

“Ada tiga hal, seriusnya dinilai serius, main-mainnya dinilai serius: Nikah, talak, dan rujuk.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan dihasankan Al-Albani)

Dari rujukan hadits di atas maka sudah jelas, bahwa meski dalam konotasi bercanda, ucapan cerai bisa menjadi sah/serius.

Semoga bermanfaat.

68 Komentar »

  1. Test

    Komentar oleh rina — Mei 23, 2014 @ 9:15 am | Balas

  2. Pak saya mau menanyakan,saya bertengkar dengan suami saya saat itu suami saya sampai berkata “apa mau kamu saya pulangkan ke orang tua mu,kalau mau kamu begitu nanti saya pulangkan, dan sempat ada kata2 apa mau bubar,ya bubar aja,keesokan harinya saya takut itu terjadi talak,dan suami saya berkata sama saya,saya tidak ada niat menceraikan saat itu saya emosi, suami saya menjelaskan lebih lanjut kalau saya bilang “kamu saya ceraikan sekarang juga” itu baru jatuh talak menurut dia, dan itu syah,namun saya masih blum yakin hari kedua stlh pertengkaran itu saya masih ragu dan akhirnya suami saya marah kembali dan sambil menjelaskan kalau kemarin kata2 yang dia ucapkan hanya gretakan dan kalau dia bilang ucapanny dia itu menceraikan saya baru jatuh talak,sampai saat ini saya masih ragu,mohon tausiyah dan jawabanny,tks

    Komentar oleh rina — Mei 23, 2014 @ 9:17 am | Balas

    • halo mbak Rina,

      memang benar, jika suami TIDAK ADA NIAT utk menceraikan anda, maka talak tidak jatuh meski dia sudah mengucapkan kata2 “memulangkan anda ke rumah orang tua”. seperti yg anda baca artikelnya di sini

      menurut hemat saya, ada baiknya mbak Rina juga menginformasikan ke suami, bahwa perkataan talak dan cerai itu punya konsekuensi yg berat. katakan juga, bahwa anda tidak suka apabila kata cerai dan talak diumbar apabila dia marah.

      mbak Rina juga bisa mengatakan bahwa meski suami tidak punya niat cerai, tapi jika dia mengucapkan talak dan cerai, mbak Rina akan menanggapi dengan serius dan akan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama.

      insya ALLOH hingga saat ini, seperti komentar saya di atas, tidak ada talak yg jatuh dari suami anda.
      ke depannya, mbak Rina bisa mengajukan gugatan cerai jika suami anda masih bersikap seperti itu.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 25, 2014 @ 10:20 am | Balas

      • Pak jika sebelumny pertengkaran kemarin,suami saya pernah perkata seandainya dia harus memilih antara saya dan ibunya,dia akan memilih ibunya dan kalau sampai sang ibu mminta dia menceraikan saya,dia akan menurutinya,setelah kejadian kemarin saya jdi mengingat2 ttg pertengkaran sblm2nya,apakah perkataan dia saya pernah perkata seandainya dia harus memilih antara saya dan ibunya,dia akan memilih ibunya dan kalau sampai sang ibu mminta dia menceraikan saya,dia akan menurutinya apakah itu jg menjadi talak pak,karena smpai saat ini pun ibunya tidak pernah ad permintaan spt itu,tks

        Komentar oleh rina — Mei 26, 2014 @ 3:54 pm

      • mbak Rina,

        pernyataan suami anda BUKAN termasuk TALAK.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 30, 2014 @ 11:23 am

    • Aslamualaikum ustat
      Sya mau tanyk. Kalau suami lagi emosi smpek mengeluarkan kata BILA PERLU KU KASIH KAMU BUAT LAKI LAIN.
      Dia ucapnya saat lagi emosi dan setelah diucap dia sadar kalau dia sadar apa yang diucap n dia menyesalinya.
      Gimna menurut ustat…
      Apa bisa jatuh talak

      Komentar oleh Mansur — November 24, 2015 @ 2:57 am | Balas

  3. Assalamu’alaikum Pak Ustad, Pernikahan saya & suami ada masalah dalam 2 tahun ini tetapi masih 1 rumah sampai kami sudah menjalani sidang ke PA 5 bulan terakhir…Sebelum sidang akhir selesai secara tiba-tiba suami berubah fikiran & menginginkan islah/perdamaian didepan persidangan. Saat itu saya menyetujuinya murni karena pertimbangan anak dan gugatanpun dicabut…
    Kamipun berencana akan melakukan akad ulang, tetapi sampai 1 bulan ini belum terlaksana & masih terkatung-katung disebabkan karena masalah talak sehingga kami ada keraguan dari sisi hukum Allah ini, walaupun secara hukum manusia (PA) sdh dicabut)
    Ketika di pengadilan masalah talak tersebut terlewat dikemukakan.
    Dalam masa 2 tahun tersebut dalam waktu berbeda suami pernah beberapa kali mengucapkan kata-kata pisah tetapi yang betul-betul ucapan secara sadar dan tidak disertai emosi sebagai berikut:

    1. Lewat sms saat itu ditulis bahwa ‘”maaf kalau saya belum bisa menjadi imam yang baik buat kamu akan ada imam lain yang baik buat kamu “‘ (belakangan ini ditanya knp spt itu karena katanya kesal, saya menuduh suami memakai minyak wangi yang katanya akan mengundang setan padahal minyak wangi itu pemberian saya, suami bilang pada saya “istigfar dan jangan sembarang menuduh. Saya berkata pada suami “aku bukan jamaah kamu krn perlakuan suami terhadap saya sebagai istri jarang mesra sll spt guru terhadap muridnya sehingga saya berkata spt itu)..
    2. Waktu saya menanyakan kejelasan status saya mengingat saat itu saya digantung sebagai istri tapi sudah tidak dinafkahi batin 1 tahun & nafkah lahirpun dikurangi hanya cukup buat anak)..’apakah maksud semua ini kamu menalak saya…jawabannya iya…kemudian saya ulang dengan pertanyaan yang sama jawabannya tetap ‘iya. (belakangan ini ditanya menurut suami melakukan semua itu yaitu tidak memberikan nafkah bathin dan mengurangi nafkah lahir dengan maksud untuk memberikan pelajaran dan peringatan kepada istri bahwa perbuatan dan tingkah laku yang dilakukan selama ini salah dari sisi agama. Sementara disisi saya sebagai istri sudah berusaha memperbaiki keadaan tetapi selalu disalahkan dipojokkan terus & merasa suami tidak pernah instrospeksi diri & selalu merasa paling benar.
    3. Setelah diadakan pencerahan (saat itu proses PA sdh masuk) dengan pemuka agama dari kel saya dimaksudkan supaya tercapai islah…tapi beberapa hari kemudian suami berkata pada saya” bahwa saya sudah memutuskan & tidak akan berubah lagi untuk pisah dengan kamu”…saat itu saya masih meminta beberapa kali ke suami untuk memikirkannya kembali tentang anak2…tapi kemudian ditegaskannya kembali memutuskan tetap pisah lewat sms yang dikirmkan ke ibu saya, adik laki-laki saya & pemuka agama yg memberi pencerahan saat itu.
    4. Kata-kata seperti “pisah”,” kamu ajukan saja gugatan kalau sudah tidak kuat dengan saya” sudah seringkali diucapkan..Kata -kata pisah yang sering terucap menurut suami ingin memberikan peringatan dan menyadarkan bahwa perbuatan yang dilakukan saya selama ini salah (menurut suami) sementara disisi saya sebagai istri merasa bahwa suami mengangap dirinya paling benar seolah-olah paling tahu agama tapi sering mengabaikan kebutuhan batin istri.
    5. Diantara no. 1 dan no. 2 sempat satu kali terjadi hubungan suami istri karena kita merasa saat itu hubungan masih bisa diperbaiki.

    Dari kronologis tersebut yang ingin saya tanyakan:
    1. Sebenarnya saya sudah tertalak berapa kali?
    2. Apakah point ke 5 itu dapat menggugurkan talak?
    3. Masih mungkinkah saat ini rujuk kembali secara agama?
    4. Kami harus bagaimana selanjutnya?

    Mohon bantuan tausiyah dan jawabannya dari Pak Ustad supaya ada kejelasan & kepastian.Terima kasih sebelum dan sesudahnya, hanya Allah yang akan membalas kebaikan Pak Ustad.
    Wassalamu’alaikum Wr Wb

    Komentar oleh Irma — Mei 31, 2014 @ 6:08 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Irma, berikut jawaban saya.

      1. dari pemahaman saya, merujuk dari poin 5, yakni sempat berhub intim saat no 1 dan 2, maka sudah 2 kali talak dan 2 kali cerai. maka jika suami anda menjatuhkan talak, itu berarti sudah talak 3

      2. apabila suami menalak istri, lalu mereka berhub suami istri maka itu artinya mereka sudah rujuk.

      3. jika sudah talak 3, tidak bisa rujuk lagi, kecuali mbak Irma menikah dg laki-laki lain (mis: si H) lalu bercerai dengan H. namun, mesti diingat, jika mbak Irma melakukan hal ini untuk kembali pada suami, maka tidak dianggap sah dan DILARANG KERAS!

      4. dari cerita anda, suami anda sudah tidak memberi nafkah batin selama 1 tahun. seingat saya pada saat menikah diinformasikan bahwa jika suami yg MELALAIKAN kewajibannya selama 3 bulan (tidak memberi nafkah lahir dan/atau batin), maka istri boleh mengajukan gugatan cerai. dengan demikian, mbak Irma bisa saja mengajukan gugatan cerai dg landasan cerita anda. jika ada bukti, itu lebih baik.

      demikian, semoga kondisi mbak Irma dan keluarga bisa membaik. aamiin.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 1, 2014 @ 1:03 am | Balas

      • Pak Ustad talak 3 nya saat suami ucapan pada point keberapa?
        Apakah dengan akad nikah ulang tidak bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan?

        Komentar oleh Irma — Juni 2, 2014 @ 9:00 pm

      • mbak Irma, talak 3 jatuh jika suami sudah 2x bilang cerai dan anda berdua sudah 2x juga berhub suami istri.

        sebagai ilustrasi:
        cerai/talak 1 –> berhub suami istri = rujuk 1
        cerai/talak 2 –> berhub suami istri = rujuk 2

        kecuali

        cerai/talak 1 –> berhub suami istri 2x
        cerai/talak 2 –> TIDAK berhub suami istri = (masih) talak 2

        sekali lagi, JIKA SUDAH TALAK 3, maka TIDAK BISA akad nikah ulang, kecuali seperti yg saya sebut di atas, anda menikah & cerai dahulu dg laki2 lain.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 3, 2014 @ 1:21 pm

  4. Assalamu’alaikum Pak Ustad maaf merespon kembali sesudah talak ke 2 point 2 yg diucapkan suami memang tidak pernah berhub suami istri sd sekarang hanya sesudah talak 2 yang lamanya +/- 1 tahun sempet terjadi islah ( kami sempet bercumbu tanpa hub suami istri) beberapa hari sebelum akhirnya suami mengucap kembali talak point 3′ yang menyatakan bahwa saya tetep memutuskan untuk berpisah & tidak pernah berubah kembali’..
    1. Apakah itu artinya saya tetap sudah tertalak 3
    2. Belakangan suami kelihatan menyesal, saya kasihan…kalo kenyataan tetap talak 3 apakah tidak ada yang dinamakan ruslloh/keringanan karena pada kenyataannya menjalankan syrat rujuk utk talak 3 itu sulit sekali
    Maaf ya Pak ustad, sy merepotkan terus, mdh2n Pak ustad berkenan menjawabnya dan hanya Allah yang akan membalas kebaikkan pak Ustad..aamiin
    Trima kasih wa’alaykumsalam wr wb

    Komentar oleh Irma — Juni 13, 2014 @ 3:13 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      maaf mbak Irma, saya baru bisa membalas komentar anda.

      setelah talak 2 selama 1 tahun, maka proses iddah sudah lewat. dengan demikian ‘islah’ yg anda lakukan dengan suami anda sudah termasuk (maaf) perbuatan zina. ;-(

      1. status anda sebenarnya masih talak 2, karena setelah masa iddah (1 tahun dari talak 2) maka anda dan suami sudah bukan suami istri sehingga ucapan talak dari suami tidak ada pengaruhnya

      2. sementara utk poin ini, silakan cek kembali jawaban saya di https://tausyiah275.wordpress.com/2014/04/21/lebih-rinci-mengenai-cerai-dan-talak/#comment-14040

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 21, 2014 @ 12:02 pm | Balas

  5. Maaf saya mau bertanya.
    Apabila suami mengatakan ” sudah saya cerai kan saja qmu” d hadapan ibu kandung nya it gmna hukum ny ?
    Dan dia pun sering mengatakan kata” cerai melalui sms kpda saya..
    Ap hkum nya ? Mohon masukan ny y …

    Komentar oleh neng siti — Juli 20, 2014 @ 6:54 pm | Balas

    • neng Siti,

      jika merujuk dari cerita anda dan pernyataan suami anda di atas, maka SUDAH jatuh cerai/talak.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 21, 2014 @ 10:49 am | Balas

  6. Assalamu’alaikum wr.wb

    pak ustad, saya mau bertanya.
    Saya menikah bulan maret, pada bulan april tanggal 8 suami saya bilang silahkan kamu menikah lagi, saya tidak melarang. Lalu tanggal 9 dan 11 nya bilang silahkan kamu menikah lagi saya tidak melarang. Lalu kemarin habis lebaran, suami bilang amit amit aku punya istri kamu.
    Yang saya tanyakan apa pernikahan kami sudah talak 3 dan tidak dapat rujuk kembali pak ustad?
    Terima kasih
    Wa’alaikum salam wr.wb

    Komentar oleh Nisa wulandari — Agustus 28, 2014 @ 12:30 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Nisa, pernyataan suami anda sebenarnya termasuk talak tidak tegas. ada baiknya anda meresponnya dengan menanyakan maksud ucapannya itu, apakah benar2 INGIN bercerai ataukah hanya ungkapan kekesalan semata?

      jika hanya kekesalan semata (akibat pernah bertengkar) maka tidak bisa dinyatakan jatuh talak. namun jika memang sudah niat untuk bercerai, maka dari ucapan suami anda, SAYA melihat baru talak 1, karena tidak ada rujuk setelahnya. kecuali tgl 8 april talak lalu malamnya rujuk, lalu 9 april talak tgl 10 rujuk, maka talak tgl 11 april ~ talak 3.

      jika sudah talak 3, TIDAK BISA rujuk seperti halnya talak 1 dan 2. ada syarat yg cukup sulit yg mesti dipenuhi.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 29, 2014 @ 1:59 pm | Balas

      • Owh begitu pak ustad, lebih jelasnya begini pak ustad. Pas awal april suami saya setiap marah ngucap kata kata talak kinayah dan kami rujuk pertama di saksikan ibu, nah pas bulan juni kan ngucap silahkan kamu menikah dg orang lain yang lebih baik dari aku aku tidak melarang lalu bilang juga demi Allah aku tidak akan menyentuhmu lagi karena kamu bukan siapa siapa aku, lalu kami ke ustadz setempat dan rujuk yang ke 2, lalu bulan berikutnya dia ngucap silahkan kamu nikah lagi aku tidak melarang dalam keadaan tidak marah lalu kami tidak rujuk dg ucapan, hanya sekedar berhubungan intim. Suami saya setiap marah bilang kata kata berbau talak pak ustad

        Komentar oleh Nisa wulandari — Agustus 29, 2014 @ 5:37 pm

      • mbak Nisa,

        saya merasa bersimpati dan berduka dg apa yg anda alami.
        sebenarnya suami tidak pantas mengucapkan cerai tiap kali marah.

        dari cerita anda di atas, maka anda sudah 2x cerai dan 2x rujuk.

        saya harap anda mengingatkan suami anda mengenai kondisi di atas. jadi, apabila suami mengajak/mengucap cerai lagi di saat marah,maka talak 3 sudah jatuh.

        apabila sudah jatuh talak 3, maka proses rujuknya akan lebih rumit daripada talak 1 dan 2.

        saran saya:
        pada saat suami mengucapkan cerai lagi, ada baiknya anda segera pergi meninggalkan rumah.
        alasannya:
        1. talak 3 sudah jatuh. itu artinya anda dan suami sudah tidak ada hub apa2
        2. mencegah anda dan suami berbuat zina, dengan melakukan hub suami istri.
        pada saat talak 1 dan 2, hub suami istri bisa dan boleh dilakukan untuk upaya rujuk. tapi apabila sudah talak 3,hub suami istri bisa dianggap sebagai hub zina.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 31, 2014 @ 6:30 am

      • Assalamu’alaikum wr.wb pak ustad, maaf bertanya lagi.
        Iya pak ustad, saya juga menyesal karena sebelum menikah saya tidak sreg sama beliau tapi saya paksakan menikah dengannya karena saya mau jujur nggak berani dan akhirnya pernikahannya seperti ini. Dari bulan pertama nikah saya dan orang tua saya sudah bilang jangan bilang kata kata mengarah talak tapi tetep aja bilang, padahal dia marah karena masalah sepele.
        Berati pernikahan kami belum talak 3 pak ustad? Karena kan setelah rujuk 2 x suami bilang talak lagi lalu akur dan berhubungan suami istri, lalu kemarin2 dalam kondisi tidak marah dia bilang ke ibu aku “nisa itu masih tanggung jawab mama bukan tanggung jawab aku krn masih tinggal di rumah mama” kami masih tinggal di rumah orang tua saya pak ustad.

        Krn sering ngucap talak, untuk berjaga jaga, saya gak mau berhubungan intim dulu krn takut kalau udah talak 3 apalagi saya lagi hamil pak ustad.
        Terima kasih pak ustad, selalu merespon pertanyaan saya.
        Wassalamu’alaikum wr.wb

        Komentar oleh Nisa wulandari — Agustus 31, 2014 @ 7:19 am

      • wa’alaykumsalam wr wb

        saya ikut berduka cita dg yg mbak Nisa alami.

        ya, sepemahaman saya, insya ALLOH talak 3 BELUM JATUH.
        namun, seperti jawaban saya sebelumnya, mbak Nisa mesti memperhatikan dan senantiasa mengingatkan suami agar tidak mudah mengucap cerai.

        Jikapun misalnya, kasus terjelek (saya pribadi tidak berharap ini terjadi, tapi mbak Nisa perlu mempertimbangkan dan bersiap) suami masih suka mengumbar kata cerai, maka saran saya: BERCERAI.

        alasannya:
        1. mbak Nisa butuh hidup yg bahagia. dengan kondisi selalu dihantui kata cerai, tentu saja hal ini tidak menyenangkan. bahkan bisa membuat batin tertekan, tidak saja mbak Nisa tapi juga keluarga.

        2. jangan takut dengan predikat janda. insya ALLOH akan ada pengganti suami yg lebih baik, baik dari sisi akhlak maupun tutur kata.

        salut utk mbak Nisa yg berani utk menjaga agar tidak berhubungan intim. semoga niat baiknya didengar ALLOH SWT dan diberi yg lebih baik.

        demikian
        wa’alaykumsalam wr wb

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 31, 2014 @ 7:28 pm

  7. Iya pak ustad, selama pernikahan, saya juga jadi tertekan dan nggak tenang. Apalagi setiap ada masalah rumah tangga, pasti ngadu ke sodara sodara dan berimbas banyak yg salah paham.
    Tadi juga kan lg kesel dia bilang gini pak ustad, saya mau tinggal di rumah saya dulu krn kamu ga mau tidur sama saya tapi kamu jangan nuntut kalau saya ga kasih nafkah.

    Owh jadi masih talak 2 pas ustad, saya pikir udah talak 3 krn membaca postingan di atas, dan juga komentar serta di postingan lain kalau talak selanjutnya jatuh lg setelah rujuk. Nah suami saya kan setelah rujuk 2 x jatuhin talak lagi trz hubungan suami istri.

    Komentar oleh Nisa wulandari — Agustus 31, 2014 @ 10:31 pm | Balas

    • mbak Nisa,

      nampaknya saya terlewatkan sesuatu.

      ” Karena kan setelah rujuk 2 x suami bilang talak lagi lalu akur dan berhubungan suami istri, lalu kemarin2 dalam kondisi tidak marah dia bilang ke ibu aku “nisa itu masih tanggung jawab mama bukan tanggung jawab aku krn masih tinggal di rumah mama” kami masih tinggal di rumah orang tua saya pak ustad.”

      ini artinya anda sudah rujuk 2x dan suami masih bilang talak lagi?
      jika memang demikian, maka sudah jatuh talak 3.

      apabila sudah jatuh talak 3,maka memang anda TIDAK PERLU melayani (mantan) suami anda utk hub suami istri.
      namun, sebagai suami mestinya tetap memberikan nafkah pada mantan istri selama masa iddah (utk talak 3, masa iddah ~ 3 bulan).

      maaf utk keteledoran saya.
      jadi, sekali lagi, jika memang tulisan mbak Nisa itu benar, maka sudah jatuh talak 3.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 1, 2014 @ 5:28 pm | Balas

      • Iya ada yg pak ustad lewatin.
        Iya benar begitu pak ustad, iya memang harusnya sang suami tetap memberi nafkah apalagi saya kan lagi hamil pak ustad.

        Komentar oleh Nisa wulandari — September 1, 2014 @ 6:52 pm

  8. Ass…wr wb pak uztad saya mau tanya saya sudah menikah 5tahun dengan suami saya dan saya adalah istri keduanya dan 3bulan terakhir saya mendengar kalau suami mengatakan pada orang lain bahwa kami telah bercerai tetapi pada saya suami tidak pernah mengatakan kata cerai sekalipun apakah itu dianggap sah??mohon bantuannya pak uztad terima kasih

    Komentar oleh Kiki zaskya azka — September 23, 2014 @ 6:35 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Kiki, selama ucapan cerai/talak tidak disampaikan/ditujukan langsung dari suami ke anda, maka sepengetahuan saya, TIDAK ADA TALAK yg terjadi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 23, 2014 @ 7:57 pm | Balas

  9. Ass.wr.wb,
    Pak Ustadz, mau tanya ..
    saya wanita umur 20 th, suami saya umur 24 th, kami sudah menikah 2 tahun yang lalu dan mempunyai 1 orang anak laki-laki. kemarin kami bertengkar mulut karena suatu hal yang bisa dibilang sepele.
    tapi suami saya menyuruh saya pulang kerumah orang tua saya, dan akhirnya dia mengantar saya pulang kerumah ortu saya dia bilang kepada ortu saya dia mengembalikan saya karena saya selama ini kurang mengerti terhadapnya dan dia bilang sudah tidak sanggup lagi hidup dengan saya.
    ortu saya menyetujui dan meyakinkan kembali kepada suami saya bahwa ini benar yang dia katakan dan suami saya menjawab iya, dan akhirnya dia pulang.
    tapi besoknya dia meminta maaf kepada ortu saya da menginginkan saya kembali lagi karena alasan anak kami yang baru beumur 1 tahun.
    yang ingin saya tanyakan adalah apakah diantara kami sudah jatuh talak 1 ?

    dan apakah salah saya sebagai perempuan yang telah diantar kepada ortu saya, menginginkan suami saya menjemput saya dan berjanji dihadapan keluarga saya tidak akan mengulanginya lagi jika dia memang menyesali perbuatan dan ucapannya kemarin ?

    Komentar oleh Fitri — September 30, 2014 @ 10:59 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Fitri, merujuk dari kronologis cerita anda, betul sudah terjadi TALAK 1 dan RUJUK.

      maksud anda suami berjanji utk tidak mengulanginya lagi itu dalam konteks apa?

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 30, 2014 @ 2:22 pm | Balas

  10. Aslmualaikum pak, sy ada kasus ketika bertengkar suami sy blang ” yaudah bubar aja” . Hukumnya gmn? Mohon penjelasannya. Trims

    Komentar oleh emma — Oktober 1, 2014 @ 5:32 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      “bubar saja” itu bisa dimaknai bermacam-macam, mbak Emma.
      lain kali, jika suami mengatakan hal yg serupa, tanyakan maksudnya dia apa?

      jika dia bilang bubar rumah tangga, maka sudah jatuh talak (meski tidak langsung).

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 31, 2014 @ 3:34 pm | Balas

  11. Assalamu’alaikum wr.wbpak ustad, saya ingin bertanya.
    Saya sudah 2 bulan di tinggal suami tanpa kabar dan alasan yg jelas, tapi sekarang suami saya sms dan belang ingin cerai. Apakah ini sudah talak dan sah?
    Bagaimana hukum nya menurut islam suami yg menalak istri nya tanpa alasan yg jelas? Terimakasih.

    Komentar oleh fitri — November 10, 2014 @ 10:52 pm | Balas

    • Asswlkum wr wb pak ustad, mohon petunjuk maslh saya saat ini, 4hari yang lalu saya bertengkar dgn suami saya disebabkan saya sdg jatuh sakit krna suami bekerja dgn jarak 3jam perjalanan dr kota saya tinggal, maka suami pulang setiap akhir pekan saja. Saya yang dlm keadaan sakit, mengurus anak saya berumur 9bln merasa sgt membutuhkan hadirnya suami saya. saya yang sdg sakit msh memaksakan diri ke kantor, lalu ketika pulang saya merasa sgt lemas menelepon suami saya, alih2 mendapat perhatian malah dia menyuruh saya pergi ke dokter dgn satpam komplek. Saat itu jujur saya sedih, tapi saya tdk meributkannya dgn harapan bsok dia dtg melihat keadaan saya. Karena begitu mengharap, saya jd kecewa jgnkan dtg merawat sampe siang pun dia tdk menanyakan keadaan saya, pdhal yang mlm nya pergi ke rs tanpa dia ketahui krna dia sih tidur. Akhirnya saya yang kecewa jd marah krna merasa tdk diperhatikan layaknya istri. Krna kemarahan saya, suami hanya berkata “Harus hormat terhadap Suami”. Saya yang smkin kesal mengatakan “Kamu hanya memikirkan hak dihormati, sementara hak istri yang jd tanggung jawab km abaikan, lebih baik tdk usah punya Suami”. Lalu saya minta ditalak, suami bilang apa sudah dipikirkan, saya hanya bilang “Buat apa saya punya suami tapi semua saya sendiri, sampai saya sakit hrs opname jg saya sndiri”. Lalu ditelepon kami ribut, saya minta diceraikan akhirnya dia mengatakan “Q Ceraikan”. Sampai dstu saya smkin kesal, kenapa tdk skalian talak 3 biar km puas. Itu udah cukup katanya, lalu saya kirim SMS “Q ceraikan ceraikan Ceraikan”. Say minta dia forward ke saya. Lalu dikirim balik sms saya pak ustad. Saya mau tanya itu jatuh talak berapa ya pak ustad, kami hendak rujuk tapi suami ragu talak nya apa sudah jatuh talak 3. Mohon petunjuk pak ustad, terima kasih.

      Komentar oleh yana — Desember 2, 2014 @ 1:59 am | Balas

  12. mau bertanya gimana??

    Komentar oleh eka heryati — Desember 3, 2014 @ 10:13 pm | Balas

    • mohon bantuan nya

      Komentar oleh eka heryati — Desember 3, 2014 @ 10:15 pm | Balas

  13. Asswlkum wr wb pak ustad.. saya mau nanya..pada waktu itu saya pulang kerja tidak di jemput sesampai nya dirumah saya melihat suami saya sedang tiduran dan menonton tv, keadaan rumah berantakan dan isi air minum GALON pun tidak mau, akhir nya saya kesal karna saya lelah baru pulang kerja melihat keadaan rumah seperti itu, setelah itu suami saya menyuruh saya ke warung untuk membelikan rokok, dan saya pun tidak mendengarkan nya dan mengabaikannya . tidakk lama kemudian dia marah sambil melemparkan HP yang di pegangnya tepat ke kaki saya.. lalu dia berkata ” SUDAH KITA BUBARAN SAJA” karena dia merasa tidak di anggap.dan dia langsung pergi dengan membawa semua pakaiannya, kendaraan dan uang. apakah itu termasuk kata-kata talak?? kejadian ini terjadi sudah tiga minggu yang lalu,, sampai saat ini suami saya TIDAK MEMBERI KABAR APAPUN..

    Mohon jawaban nya secepatnya .. kirim melalui email heryatieka@gmail.co.id atau ekaheryati@gmail.co.id atau pesan di facebook alamat emailnya heryatieka@yahooo.co.id

    Komentar oleh eka heryati — Desember 3, 2014 @ 10:31 pm | Balas

  14. Asswlkum wr wb pak ustad.. saya mau nanya..pada waktu itu saya pulang kerja tidak di jemput sesampai nya dirumah saya melihat suami saya sedang tiduran dan menonton tv, keadaan rumah berantakan dan isi air minum GALON pun tidak mau, akhir nya saya kesal karna saya lelah baru pulang kerja melihat keadaan rumah seperti itu, setelah itu suami saya menyuruh saya ke warung untuk membelikan rokok, dan saya pun tidak mendengarkan nya dan mengabaikannya . tidakk lama kemudian dia marah sambil melemparkan HP yang di pegangnya tepat ke kaki saya.. lalu dia berkata ” SUDAH KITA BUBARAN SAJA” karena dia merasa tidak di anggap.dan dia langsung pergi dengan membawa semua pakaiannya, kendaraan dan uang. apakah itu termasuk kata-kata talak?? kejadian ini terjadi sudah tiga minggu yang lalu,, sampai saat ini suami saya TIDAK MEMBERI KABAR APAPUN..

    Komentar oleh eka heryati — Desember 3, 2014 @ 10:51 pm | Balas

  15. Asswlkum wr wb pak ustad
    Saya mau bertanya mengenai hukum talak, sebab menurut hemat saya, fikih talak sangat penting.
    Mantan suami saya dulu mengatakan kata talak dengan tegas dan disertai niat, dan ada saksi dari pihak keluarga saya. HIngga ada pertemuan keluarga. Akhirnya kami rujuk, karena saya melihat mantan suami saya mengiba-iba menangis ingin rujuk, kami pun rujuk dan berhubungan suami istri.

    Di kemudian hari dia mengucapkan kata talak lagi dgn niat, kemudian rujuk lagi. Dan begitu seterusnya ketika kami bertengkar, saya hitung sudah lebih dari 15 kali di waktu/hari yang berbeda dia mengucapkan talak. Bukan hanya ke saya dan di hadapan keluarga saya, tapi juga ke teman2 kerjanya.

    Kadang ia mengucapkan secara tegas dan kadang sebatas kiasan, jika dgn secara tegas+kiasan, saya hitung sudah lebih dari 30 kali.

    Tapi dia tetap bilang jika kami masih talak 1 dan dia masih bisa rujuk, kadang dia masih mengajak berstetubuh dan selalu saya tolak. Sedangkan menurut hukum agama madzhab syafií yang saya tahu, saya harusnya sudah jatuh talak 3, karna dia sudah berkali2 mengucapkan kata talak dan sudah berkali-kali rujuk kemudian mentalak saya lagi..

    Dan hasil keputusan sidang, hakim memutuskan jatuh talak rají satu. Saya bingung pak ustadz, kenapa hakim memutuskan talak 1, padahal menurut hukum agama saya harusnya jatuh talak 3.

    Menurut pak ustadz, apakah keputusan hakim itu dibenarkan secara syariat agama?

    Komentar oleh Syi'atu 'Ali — Desember 9, 2014 @ 7:44 pm | Balas

    • Assalamualikum,
      Dear sir, i said to my wife.dont share our relation with other if share than we will not have more relation..but my wife share our relation with her sister..i say to my wife coz we happy and we not want to share our problms or secret to other but she share with her sister..but i not say that we will not have nikah more..so i want know know my wife in my nikah or not?

      Komentar oleh akbar — Mei 15, 2015 @ 4:59 pm | Balas

      • Assalamu’alaikum pak ustad, saya mau bertanya. Jika ada orang yang tanya “itu istri kamu?” si suami mau jawab bukan tapi baru bukk… ” apa itu jatuh talak pak?

        Komentar oleh Anisa Pradita — Mei 27, 2015 @ 11:21 am

  16. Assalamualaikum,
    Pak ustad, apakah 1 kata bisa bermakna talak kinayah? Saya pernah mengucapkan kata “sudah” pada istri saya dg diniatkan talak. Apakah jatuh talaknya?

    Komentar oleh firdaus — Juni 18, 2015 @ 4:12 pm | Balas

  17. asalamualikum..pak ustat ªkυ. mau bertnya.jika suami sudah marah dan bilang cerai.tetapi masih satu rumah apa hukum nya?

    Komentar oleh chen — Juli 17, 2015 @ 11:30 pm | Balas

  18. Assalamualaikum.. Sy mau bertanya jika suami mengatakan ingin memulangkan istrinya ke oranglain tp sang istri mendengar apa sudah jatuh talak?

    Komentar oleh diaz — September 4, 2015 @ 12:40 pm | Balas

  19. assalammu’alaikum,,
    pak ustad, apakah mengeluarkan ucapan kata tidak menganggap sebagai istri dalam keadaan marah,,apa itu masuk dalam talak..?
    tolong di balas..

    Komentar oleh ardi jojo85 — September 13, 2015 @ 1:06 am | Balas

  20. Asalamualaikum wrbb pak ustadz sy mau nanya devinisi talak 3 dlm problem rumah tangga sy tgl 12 des 2012 sy mengajukan cerai di PA dlm sidang suami sy gk dtg,dan putus tgl 23 januari 2013 apakah ini sudah dikatakan talak 3,sementara sy kan cerai br satu kali,mohon tauziah nya pak wa’alaikum salam wrbb,terimakasih sy mohon sekali jawaban nya.

    Komentar oleh nia — November 4, 2015 @ 10:29 pm | Balas

  21. Ass.. Pak ustad ..
    Saya mau brtanya kalo suami jelas mengatakan talak 3 melalui sms dlm keadaan marah ..apa talak iti dinyatakan sah ?
    Sblm.a bbrpa x kami brtengkar sering mengucapkan kata pisah /cerai hingga pernah suami saya langsung mengatan pd ibu.a “saya ingin cerai krna mmg sudah tdk bisa d.pertahankan”
    Dan trakhr 1 bln lalu dia blg “gua talak 3 lu ,skrg lu bebas jln.in hidup lu” tp bbrpa hari kemudian kita baikan dan sudah brsetubuh apa itu sudah jadi zina ?tolong dijwb terimakasih

    Komentar oleh egga — November 19, 2015 @ 10:40 pm | Balas

  22. Assalamu alaikum,, pa ustadz maaf saya masih ragu jika tidak bertanya langsung,, barusan saya bertengkar dengan istri saya mempermasalahkan tempat tinggal, sekarang istri saya sudah beberapa hari tinggal di rubah ibu y,, saya bertengkar lewat sms dan saya berkata “kalo mau pisah pisah aja sekalian”saya mengucapkan y dalam keadaan emosi dan saya mengucapkan itu berharap isteri saya untuk pulang,, apakah itu termasuk talak pak ustadz,, dan masuk talak berapa? Mohon penjelasan y ,, terima kasih

    Komentar oleh mynameiskomarudin — November 20, 2015 @ 12:00 am | Balas

  23. Assalamualaikum ustd,sy mau menanyakan msh sah kah pernikahan kami,krna suami sy sdh mengucapkan kata cerai beberpa kali.
    Pertama suami sy bilang ,kamu sy pulangkan ke orang tua kamu. Suami lalu memanggil tantenya agar mengantar saya ke rmh ortu dan suami membakar buku nikah kami.tapi kami rujuk dlm masa iddah.
    ke dua ,suami bilang saya ceraikan kamu dgn menyebut nama lgkp sy dan bpk sy. Tp km msh rujuk dlm masa iddah.
    Ke tiga suami juga bilang seperti ucapan talaq yg ke 2. Kamipun masih melakukan hubungan suami istri. Dan setelah itu msh sering suami bilang kata2 talaq ke saya.sdh ga terhitung lagi.
    Suami saya kasar, 20thn menikah tidak sepenuhnya memberi nafkah, tdk ada ksh syg dan perhatian sm anak2, memukul sy seperti memukul binatang. Pisau pernah ke keher sy ustd. Sy bberpa kali bertanya ke ustd2 lain. Jawaban mereka hampir sama kalau kami sdh sah cerai. Sdh talak. Tp sy juga di suruh bertanya ke ulama setempat. Tp jawaban mereka talaq tdk sah, dan kami msh bisa nikah ulang. Tp sy ko ragu ya ustd, apalagi waktu nikah ulang bpk dan kakak2 sy tidak mau jdi wali, bpk sy cuma kasih surat kuasa pd KUA.
    Dan sampai skr kami msh 1 rmh. Suami sdh mulai mau berubah, tp sy ragu ustd dan sy sdh terlanjur sakit hati. Mohon penjelasan ustd.mksh.

    Komentar oleh Nana — Desember 11, 2015 @ 6:28 am | Balas

  24. Asalammualaikum wr,wb.pak sy mau tanya,td sy bertengkar sama suami sy.dlm keadaan marah dia bilang”dr pada pusing2 law begini trs paling cerai”apakah itu sah jatuh talak,tp sy tanya k suami ktny d hati ga ad niat mau cerai.dulu pernah juga bilang gitu,nanya sama guru agama ktnya ga jatuh talak krn ga ad saksi yg denger.pernah juga dia bilang nikah aja sma org lain.sy bingung pak,mohon infony.

    Komentar oleh Dian — Desember 12, 2015 @ 6:13 pm | Balas

  25. Ustadz mau nnya kalau suami bilang”istriku kau talak aku”bercanda itu termasuk talak tidak…

    Komentar oleh Evi — Januari 16, 2016 @ 8:54 pm | Balas

  26. Assalamualikum Pak .saya habis marah2 sama suami trus saya chat knpa si nurutin istri ya susah bgt Dan saya mengungkit kesalahan yg pernah ia lakukan sangat fatal yg bikin saya sakit hati Dan tertekan.trus dia membalas udah mending kita pisah aja Dari pada berantem terus.trus saya bales jangan maen2 suami dilarang ngomong begitu.trus dia jwb uda gw mau pisah aja udah gak tahan diperlakuin kaya gitu di ungkit2… Pulang lah sya ke rumah orang tua Karena saya berpendapat suami saya susah mentalak saya.tapi dengan pemahaman agama yg sedikit response IBU saya kalo ucapan talak/cerei sah.kalo pisah gak.trus Cara menyelesaikan ya seperti APA.dulu2 ia juga suka bilang gitu daripada ribut trus mending pisah aja gw mau pisah udah gak tahan berantem terus..sempet rujuk Karena saya kepancing .iya tar cerei .trus dia tegesin OK gw cerein lo skrang .trus kita rujuk atas kesepakatan berdua.yg sya bingung APA masih bisa rujuk.trimksih.saya sangat menunggu blesan ya

    Komentar oleh windi — Maret 11, 2016 @ 5:21 pm | Balas

    • Sempet rujuk ya saat dia bilang OK gw cerein skrang

      Komentar oleh windi — Maret 11, 2016 @ 5:23 pm | Balas

  27. Aslm saya mau bertanya apakah talak yg bersyarat bisa dicabut atw dibatlkan?terimakasih..

    Komentar oleh agy — Maret 21, 2016 @ 10:03 pm | Balas

  28. Assalamu’alaikum wrwb,
    Saat kami sedang bertengkar lalu suami berkata “Mulai sekarang, aku bebaskan kamu dari kewajiban kamu sebagai istri dan aku bebaskan kamu dalam segala hal” apakah itu termasuk ucapan talak juga ya ustadz ?
    Terima kasih banyak atas pencerahannya

    Komentar oleh Ida Rahayu — Maret 27, 2016 @ 6:26 pm | Balas

  29. Assalamu’alaikum pak ustad..saya mau bertanya awal pernikahan sekitar 1,5th saat saya dan suami berselisih pendapat krn suami saya meminta saya untuk berhenti krj namun saya diam saja krn wkt itu saya ingin berpamitan baik2 ditmpt krj saya lalu suami saya marah dan bilang ke ortunya bahwa saya biar pulang ke rmh ortu saya saja setelah bbrp minggu kami pun berdamai dan berhub.namun melewati 2th kami berselisih lagi di karenakan saya sms teman krj(laki laki) yg sedang dekat dgn teman wanita saya.saya sms tmn laki2 suami saya menanyakan kpn tmn laki2 suami saya libur krn teman wanita saya sms dia tp gk di bls dan akhirnya saya yg sms tp saya tdk ada niat dan hub apa2 hanya membantu teman wanita saya namun suami saya berfikir negatif dan curiga lalu suami saya bilang pulang saja ke ibumu kpd saya.apakah itu termasuk talak pak ustad.terima kasih wassalamu’alaikum.

    Komentar oleh febriyana — April 20, 2016 @ 6:02 am | Balas

  30. Pak saya mau nanya. Jadi gini waktu itu saya pernah berantem dengan suami saya terus dengan tidak sadarnya saya bicara” mau cerai tah ” seketika itu saya menyesal dan justru malah kita baikan setelah itu. Yang saya mau tanyakan apakah pernikahan saya masih sah. Dan apa yang mesti saya lakukan.
    Terimakasih

    Komentar oleh fatma — Mei 1, 2016 @ 6:54 am | Balas

    • Pak ustadz saya menunggu balesan bapak. Terimakasih

      Komentar oleh fatma — Mei 1, 2016 @ 2:39 pm | Balas

  31. asalamualaikum bpk atau ibu…tolong saya ….
    masalah saya, saya setelah melahirkan pas kurng lbihnya 40 hri saya di talak satu dan dianter ke rmh orng tua saya…dan anak saya… tanpa uang ataw kperluan anak istilah kaya di buang bgitu saja….. stelah itu sdh ada 1 bln suami saya menalak saya yang ke2kli dan skitr beberapa minggu saya di undang di kelurahan untuk mendatangani surat talak 3 dan saya tidak mendatangani sampai skrng….anak saya… saya asuh selama 2bln setengah….saya tinggal kerja ke luar negri karna ekonomi …. dan anak saya di asuh sama mertua… pokok permasalahan kami intinya rumah tngga kami di ikut campuri sama orang tua pihak laki2…. yang jdi prtannyaanya saya harus gimana dengan keadaaan ini… saya ingin klo saya pulang nanti saya mau urus perceraian saya dengan suami….saya mau resmikn di pengadilan agama tolong bpk atau ibu tolong ksih tau caranya gi mana yg menurut agama dan hukum yg berwajib makasih ats jwabnnya….. asalamualaikum….

    Komentar oleh patmi — Mei 31, 2016 @ 11:39 pm | Balas

  32. aq juga bingung dg status ku sendiri sdh sblan lebih kami pisah ranjang selepas perkelahiran sempat diucapakan blg sm mama ku rs kd sanggup lwn kd tahan lg ,, jar x lalu mama ku pempertegas klu kd hndak lg urus ae jar sidin ,,, n klu bicara selalu kasar n komonikasi selalu salah paham apkah itu yg dinamakan talaq

    Komentar oleh golkar26 — Juni 7, 2016 @ 11:11 am | Balas

  33. Assalamualaikum …
    Saya mau bertanya..jika setiap bertengkar suami selalu mengucapkan kata2 yg menjurus perceraian..seperti kita pisah aja, bubar aja, dll. Tp suami ataupun istri blm tau jika kata2 itu merupakan kata talak, bagaimana hukumnya? Sedangkan mngkin kata2 itu sudah terucap beberapa kali..hanya pastinya kami pun sudah lupa..mohon penjelasanannya pak ustad..terimakasih

    Komentar oleh popi — Juni 12, 2016 @ 4:44 am | Balas

  34. maaf pak ustad saya mau tnya saya seorg istri prnah brbuat salah. dn suami saya memberi peringatan dgn kata2 jika km mengulangi lg mka km akn saya kembalikan.
    apakah itu trmasuk talak, ktika itu saya hamil 2bulan
    dn selang brapa bulan saya brbuat salah lg dn suami saya marah di hdapan kluarga saya dgn mngucap kta2 yg sama. dgn keadaan hamil 6bulan.. apakah itu smua trmasuk talak ya pak.. trims

    Komentar oleh imel — Juni 21, 2016 @ 4:41 am | Balas

  35. Assalamu’alaikum,,, pak 3bln yg lalu org tua saya ribut,sampai teteh saya yg kedua ikut campur krn bapak saya sll menyudutkan ibu saya dan ini sdh sering semenjak saya kecil.setelah ribut bapak saya pergi tinggal dgn saudaranya smp berbulan2,biasanya ibu saya yg mengalah dan menjemput bapak saya spy pulang krn waktu itu kami msh kecil2,smp ribut 2th yg lalu pun ibu saya msh menjemput wlwpun saya sdh melarang.3bln yg lalu saat ribut bapak saya smpt blg “gua udah pergi tp emak lo aja yg nyamper2in”. Kami mengartikan bahwa bapak saya memang tdk mau pulang,saat mau pergi ibu saya smpt blg ” baju (1karung) mau dibawa kmn?klw mau nginep ga usah dibawa smua,malu sama org jgn ngajarin mantu yg ga bener nnti klo anak dgituin gmn enak ga?” tp bapak saya ga perduli dan ttp pergi menginap di rmh teteh saya yg pertama.
    Yg saya mau tanya apakah itu sdh jatuh talak krn sdh meninggalkan rmh selama 3bln kami tdk permasalahkan nafkah lahir bathin.sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
    Assalamu’alaikum wr wb

    Komentar oleh nofi — Juli 1, 2016 @ 9:28 pm | Balas

  36. Assalamu’alaikum, saya masih bingung terkait talak1,2 dan3
    Misalkan tanpa disengaja dulu pernah bilang ‘udah lah cukup sampai disini hubungan kita’ dan itu sudah lama terjadi dan mungkin kita sudah lupa.. Trus sekarang misalkan terjadi lagi seperti itu apakah yang sekarang jatuh talak 2 atau gmn…? Bagai mana kalau kita lupa bahwa dulu pernah menalak atau mengatakan sesuatu yang kita ga gau dulu apakah itu talak atau bukan… Mohon penjelasan. Dan ucapan kias itu keluar pun belum tau dan ga sungguh2 apakah itu talak atau bukan karena yang diketahui kalau benar2 mau nalak harus ada kata talak atau cerai.

    Komentar oleh Diks — Juli 19, 2016 @ 11:07 am | Balas

  37. pak saya mau nanya
    bagaimana hukumnya kalau suami mengucapakan kepada istri .”aku Talak habis kau aku pulangkan kau ke orangtuamu .dan itu terjadi didepan oarang tua perempuan dan laki laki”
    yg saya mau tau itu sdah jatuh talak berapa ya pak? ataukah sudah habis, tidak bisa rujuk lagi

    Komentar oleh Rani — Agustus 10, 2016 @ 2:49 pm | Balas

  38. Assalamu’alaikum, saya mau nanyak ustad.
    saya pernah bertengkar dengan suami saya, terus suami saya bilang ” kalau kamu masih mengulangi lagi aku talak 3 kamu”, tngkar yang kedua kalinya suami juga berkata “kalau kamu sampai keluar dari rumah, kamu akan aku pisah, pisah, pisah”
    pertanyaan saya, apakah pernyataan suami itu sudah termasuk talak 3 ustad? mohon penjelasannya

    Komentar oleh shofiatus zahro — Agustus 13, 2016 @ 8:33 am | Balas

  39. Assalamualaikum,,pa ustad,,kami punya masalah rt,,dan suami blg kl kita sudah tidak bisa lg,,sempat saya bertanya apa saya msh istri km?dia jawab sudah tidak bisa lagi,,,saya akan urus smuanya,,apakah itu termasuk talak?

    Komentar oleh Risma 2105 — Oktober 18, 2016 @ 10:48 am | Balas

  40. Assalaamualaikum , pa ustaz sya menggugat cerai suami saya krn selana bertahun2 tdk memberi nafkah dan juga dia menikah lgi ( mempunyai istri ke 2) , dan jg banyak prolem lainnya dlm rumah tangga kami , akhirnya dia mengabulkan gugat ceai saya , yg sya ingin tanyakan berapa lama masa iiddah sya apakah 3x kuru atau 1x kuru ? krn sya yg mengajukan cerai ,mohon penjelasannya . jazakillah khair

    Komentar oleh asya Cabar — Oktober 20, 2016 @ 11:55 am | Balas

    • Bantu jwb ya mba
      Masa iddah 3x qurru/suci/haid

      Komentar oleh mayaindra — November 29, 2016 @ 9:00 am | Balas

  41. Assalamualaikum Pak Ustad… Suami saya mengatakan saya ceraikan kamu nanti? apakah itu syah. Tapi itu pada saat marah dan suami menyesali perkataaannya dan meminta maaf ke pada saya. Tapi saya ( istri) tidak mengatakan ya. Pak Ustad apakah saya masih halal dengan suami saya ketika terjadi seperti itu? apakah diharuskan saya dengan suami saya rujuk kembali dengan mendatangkan kedua saksi? Suami saya dengan saya tidak ada niat untuk bercerai melaikan kata-kata tersebut hanya emosi yang di lontarkan sesaat.

    Mohon jawabannya pak Ustad.

    Dik Rin di Bogor.

    Komentar oleh Rini Marilina — November 22, 2016 @ 8:58 am | Balas

    • Bantu jwb ya,
      InsyaAlloh blm jatuh talak teh, krn tidak ada niat menceraikan,hanya emosi saja.
      Tp pasti kan kpd suami agar tdk gampang berkata2 cerai utk kedepannya.
      Walau istri tdk suka diajak rujuk tapi itu tetap sah.
      Hal2 yg mengatur ttg nikah, cerai dan rujuk silakan dipelajari di surah Al baqarah teh. Lengkap diterangkan disana.
      Semoga menjadi pasangan sakinah slamanya amin ya rabb

      Komentar oleh mayaindra — November 29, 2016 @ 9:09 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: