Blog Tausiyah275

Juli 2, 2014

Beli Barang Dengan Kredit. Kenapa Tidak?

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Lain-lain,Muamalah,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 5:11 pm

Bismillah,

Di artikel sebelumnya, saya pernah menulis artikel tentang kartu kredit dan berhutang. Mari kita masuk ke bahasan membeli barang dengan kredit.

Apakah Islam membolehkan membeli barang dengan kredit?

Pertanyaan di atas bisa saya ‘balik’, kapan dan di mana Islam melarang membeli barang dengan kredit?😉

Jangan lupa, selain ibadah, hukum yg berlaku adalah boleh hingga ada yg melarang. Hal yg sama dengan membeli barang dg kredit.

“Tapi harga barang yg dikreditkan lebih mahal daripada yg bayar cash/kontan. Itu kan termasuk riba?”

Pernyataan dan pertanyaan di atas seringkali menjadi senjata bagi orang2 yg tidak setuju dengan jual beli secara kredit. Saya akan coba jelaskan.

Ada salah paham dan definisi mengenai riba dan kredit. Orang2 cenderung menyamaratakan bahwa kredit itu termasuk riba, terlebih jika melihat nominal (akhir) yg mesti dibayarkan ternyata lebih besar.

Padahal yg dimaksud riba adalah jika anda ‘membungakan’ dari sisa cicilan yg tidak dilunasi.

Misalkan anda membeli barang seharga Rp 2,4juta dengan cicilan Rp 200ribu/bulan yg mesti dilunasi selama 12 bulan (nilai cicilan 1%/bulan atau 12%/tahun).

BUKAN RIBA: Anda secara teratur membayar cicilan sebesar Rp 200ribu/bulan, sehingga barang lunas dalam waktu 12 bulan.
RIBA: Anda membayar cicilan dengan nilai minimal (biasanya nilai min yg ditawarkan: 10% cicilan) sebesar Rp 20ribu/bulan, sehingga bulan berikutnya, cicilan yg mesti anda bayar menjadi Rp 200ribu + Rp 180ribu + bunga dari Rp 180ribu.

Dengan kata lain, riba menjadi muncul gara2 anda (pernah) tidak membayar lunas cicilannya.

“Jadi, kelebihan nominal dalam perdagangan dibolehkan?”

Tentu saja boleh, karena si pedagang juga mesti menanggung resiko dengan adanya rentang waktu (apalagi cukup lama) saat menjual barang apalagi barang2 yg nilainya kian jatuh, seperti kendaraan bermotor, gadget, atau barang2 konsumtif lainnya.

Yang mesti diperhatikan adalah nilai/kelebihan harga yg dipasang oleh si pedagang, apakah masuk akal atau tidak?

Berdasarkan penjelasan di atas dan tidak adanya hukum yg melarang, maka jual beli kredit insya ALLOH halal dan tidak dilarang dalam Islam!

Catatan: hati2 dengan hawa nafsu ingin banyak berbelanja dengan cara kredit! Jika terlalu banyak ngredit, bisa-bisa gaji anda habis hanya untuk membayar cicilan.😉

Demikian.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: