Blog Tausiyah275

Juli 3, 2014

Umroh: 5. Miqat menuju Mekkah

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Haji & Umroh,Hikmah,Kegiatan Ramadhan — Tausiyah 275 @ 4:20 pm

Bismillah,

Cukup lama saya tidak meneruskan cerita umrah Ramadhan saya tahun lalu. Berhubung sudah masuk Ramadhan, saya jadi teringat lagi pengalaman saya sehingga saya berniat membagi cerita.

Di cerita sebelumnya saya tulis, bahwa saya bersiap menuju Mekkah dari Madinah. Dari hotel, saya sudah diminta untuk menggunakan baju ihram agar lebih mudah.

Selama dalam perjalanan, kami dipandu untuk memperbanyak doa, dzikir.

Tidak lama, bus masuk ke sebuah masjid yg akan menjadi basis atau lokasi awal untuk berumrah. Dikenal dengan nama miqat atau tempat mulai berihram.

Selama dalam perjalanan masuk ke dalam masjid, saya lihat banyak sekali saudara2 kita yg masih mengenakan baju biasa (bukan ihram). Mereka berbondong-bondong masuk ke tempat ganti baju, untuk mengganti baju ‘biasa’ dengan baju ihram.

Mengenakan baju ihram itu, gampang2 susah. Gampang karena tidak banyak aturan. Helai pertama untuk menutup pusar hingga ke mata kaki. Helai berikutnya diselempangkan. Susahnya adalah menahan agar kain ihram tidak mudah jatuh karena bahannya relatif cukup berat dibandingkan dengan baju biasa. Apalagi jika sudah berkeringat/basah (usai mengguyur badan dg air).

Hal yg ‘merepotkan’ pada saat menggunakan baju ihram adalah tidak boleh mengenakan pakaian dalam (celana/celana dalam). Gerak mesti hati2, jangan sampai aurat terbuka.🙂

Tips dan trik yg diajarkan: menggunakan ikat pinggang pemberian tour.

Meski saya sudah mengenakan baju ihram, saya tetap diminta untuk pergi ke ruang ganti. Formalitas, menurut pembimbing saya. Yang penting adalah niatnya, plus merapikan ‘gaya’ baju ihram.

Selesai acara formalitas, kami disarankan untuk sholat tahiyyatul masjid dan dhuha (12 raka’at).

Usai melaksanakan sholat tersebut, kami berkumpul kembali ke bus, bersiap melanjutkan perjalanan ke Mekkah, lebih kurang 6 jam.

Sepanjang perjalanan, kami banyak berdoa, dzikir. Sedikit yg membaca Al Quran, seingat saya, dikarenakan membaca di dalam kendaraan (bus) cenderung tidak nyaman untuk mata.

Tidak lupa kami diminta untuk membaca talbiyah, yakni bacaan yg khusus untuk ibadah haji dan/atau umrah. Doanya bisa dilihat di bawah ini:

kalimat talbiyah

kalimat talbiyah


Labbaik, Allahumma labbaik, labbaika laa shariika laka labbaik, innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa shariika lak.

Saya datang memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah! Saya datang memenuhi panggilan-Mu
Saya datang memenuhi panggilan-Mu, (Tuhan) yang tidak ada sekutu bagi-Mu, Saya datang memenuhi panggilan-Mu
Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kekuasaan adalah kepunyaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu

Talbiyah ini terus kami lafadzkan dalam perjalanan. Meski kadang kantuk datang menerpa sehingga beberapa dari kami (termasuk saya) seringkali tertidur sejenak, namun saat kami bangun kami kembali lafadzkan.

Terik matahari (menjelang jam 2) membangunkan saya. Kemudian sang pembimbing tampil di depan,”Saudara2ku, apabila anda melihat jam yg tinggi di sebelah kanan anda, maka itu artinya kita sudah akan memasuki kota Mekkah.”

Degup jantung saya kian berdetak dengan kencang…ALLOHU AKBAR…ALLOHU AKBAR…

Gambar doa diambil dari sini.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: