Blog Tausiyah275

Juli 15, 2014

Apakah Benar Rasululloh SAW TIDAK MASUK SURGA?

Bismillah,

Beberapa hari terakhir, saya dapati tentang pendapat Quraish Shihab tentang Rasululloh SAW TIDAK MENDAPAT JAMINAN SURGA. Saya coba telusuri, lalu saya dapatkan salah satu artikelnya di sini. Kemudian saya coba cek videonya di Youtube dan berhasil menemukan seperti terlihat di bawah ini.

Saya coba untuk membuka kembali ingatan saya tentang Rasululloh SAW dan jaminan masuk surga ini. Seingat saya, ada dialog antara Rasululloh SAW dan para sahabat mengenai jaminan masuk surga ini. Berikut beberapa hadits yg berhasil saya temukan terkait dengan dialog tersebut.

Dari Jabir, ia berkata: saya pernah mendengar Nabi Saw. bersabda: “Amal saleh seseotang diantara kamu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga dan tidak dapat menjauhkannya dari azab api neraka dan tidak pula aku, kecuali dengan rahmat ALLOH SWT.” (HR Muslim)

Dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasululloh SAW telah bersabda: “Amal saleh seseorang diantara kamu sekali-kali tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Hai Rasululloh, tidak pula engkau?” Rasululloh menjawab, “Tidak pula aku kecuali bila ALLOH SWT melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku.” (HR Muslim)

Diceritakan dari ‘Aisyah ra. bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Teruslah berjuang dan berusaha mendekat kepada ALLOH SWT. Bergembiralah sebab amal seseorang tidak dapat memasukkannya ke dalam surga. Para shahabat bertanya, “Apakah engkau juga wahai Rasululloh?” Rasululloh SAW menjawab, “Ya, aku juga, tetapi ALLOH SWT menaungi aku dengan ampunan dan rahmat.” (HR Bukhari)

Saya berusaha berpikir positif, bahwa QS bermaksud menjelaskan yg dimaksud dg Rasululloh SAW tidak mendapat jaminan masuk surga dengan rujukan hadits2 di atas. Dan usai saya menonton dan mendengarkan secara langsung uraian QS, saya berkesimpulan bahwa uraian beliau SEJALAN dengan hadits2 yg saya tulis di atas. Coba anda cek di video di atas di menit 1:33 – 1: 36, di sana QS menjelaskan “kecuali ALLOH SWT memberikan rahmat kepada saya.”

Dengan demikian, semestinya tidak perlu ada tuduhan bahwa QS kafir, syiah, dst dst karena penjelasan beliau ttg Rasululloh SAW yg tidak masuk surga.

Saya cenderung melihat orang2 yg mengafirkan QS karena pernyataan ini:
1. Tidak melihat (ataupun mendengarkan/menonton) penjelasan QS secara utuh. (cek kembali penjelasan saya di atas).

2. Ada kebencian terhadap QS dikarenakan beliau berbedap pilihan capres saat pilpres kemarin.

3. Ilmu yg kurang memadai. Jikapun ilmunya kurang, sudah condong tidak suka atau menghakimi QS.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Update:
Berikut ini klarifikasi dari QS mengenai blundernya. Isi klarifikasi ini seperti dugaan saya di atas.🙂

Kepada yang meminta klarifikasi langsung, berikut jawaban saya:

Uraian tersebut dalam konteks penjelasan bahwa amal bukanlah sebab masuk surga, walau saya sampaikan juga bahwa kita yakin bahwa Rasulullah akan begini (masuk surga). Penjelasan saya berdasar hadist a.l.:

لا يدخل احدكم الجنة بعمله قيل حتى انت يا رسول الله قال حتى
انا الا ان يتغمدني الله برحمنه
“Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya. Sahabat bertanya “Engkau pun tidak?”, beliau menjawab “Saya pun tidak, kecuali berkat rahmat Allah kepadaku.”

Ini karena amal baik bukan sebab masuk surga tapi itu hak prerogatif Allah.

Uraian di atas bukan berarti tidak ada jaminan dari Allah bahwa Rasul tidak masuk surga, saya jelaskan juga di episode yang sama bahwa Allah menjamin dengan sumpah-Nya bahwa Rasulullah SAW akan diberikan anugerah-Nya sampa beliau puas, yang kita pahami sebagai Surga dan apapun yang beliau kehendaki. Wa la sawfa yu’thika rabbuka fa tharda. Itu yang saya jelaskan tapi sebagian dipelintir, dikutip sepotong dan di luar konteksnya. Silakan menyimak ulang penjelasan saya di episode tersebut. Mudah-mudahan yg menyebarkan hanya karena tidak mengerti dan bukan bermaksud memfitnah. [M. Quraish Shihab]

48 Komentar »

  1. tulisan yang apik, membuka wawasan bagi yang belum tau. semoga yang dok tau itu juga baca ini, biar ndak tambah edan..

    Komentar oleh Jidat — Juli 15, 2014 @ 11:46 am | Balas

    • terima kasih, mas Jidat🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 15, 2014 @ 1:10 pm | Balas

  2. hintnya: “kecuali” dan “tetapi”. menurut gw bagaimanapun QS blunder sih kalo melakukan pembenaran pendapat beliau dengan contoh 3 hadist itu. Hadist2 itu seharusnya ditafsirkan dengan menarik ayat qur’an/hadist lain yang memberi penjelasan tentang siapa2 aja yang mendapat rahmat Allah, pengampunan, karunia, dll. Sangat mudah untuk menemukan ayat/hadist lain yang jelas2 menstate bahwa surga itu untuk yg beriman pada Allah dan Rasulnya, taat kepada beliau, dll. Lah, gimana mungkin yang taat ke rasul dijamin masuk surga, sementara rasulnya sendiri belum tentu masuk?

    Kalau pembenaran dgn teks tertulis doang tanpa ngehubungin dengan ayat lainnya, ya sama aja dengan orang yang bilang “Jangan Shalat, karena nanti celaka (atau masuk neraka wail)” soalnya itu jelas tertulis di Al Maun ayat 4.

    mungkin kalo QS selevel kacangan kayak gw, gak akan jadi masalah. Palingan dijadiin bahan becanda orang. Tapi dia itu ahli tafsir terkenal yang tentunya tau gimana mentafsirkan suatu hadist, hubungan antar hadist, dll.

    Komentar oleh ichanx — Juli 15, 2014 @ 12:27 pm | Balas

    • tepat,kang Ichan-nya.

      QS ada blunder, dia tidak menjelaskan lebih lanjut spt penuturan anda.

      Saya tetap berpikir positif, QS bermaksud untuk mengajak kita semua berpikir. Sekarang semua orang jadi ingin tahu hadits yg sebenarnya seperti apa. Bukankah itu baik? Hanya saja memang blundernya membuat ybs kian ‘shahih’ dianggap Syiah, dst dst..

      Wallahualam🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 15, 2014 @ 1:13 pm | Balas

  3. seperti yang Profesor katakan :

    “Tidak Benar, saya ulangi tidak benar bahwa Nabi Muhammad sudah dapat jaminan surga”.

    Hal ini bathil ..
    Beliau seharusnya tidak mengatakan seperti itu,
    Seharusnya beliau mengatakan bahwa hadits tersebut berkaitan dengan luasnya Rahmat ALLAH
    karena banyak hadits berkaitan jaminan Rasulullah masuk surga .. diantaranya ..

    R
    asulullah shalalahu alaihi wa sallam bersabda,

    آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ، لاَ أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

    Aku mendatangi pintu jannah di hari kiamat dan meminta pintu dibuka. Penjaga jannah berkata, “Siapa engkau?” Jawabku, “Aku Muhammad.” Ia berkata, “Untukmu aku diperintah untuk tidak membukakan bagi seorang pun sebelummu

    ( HR. Muslim no. 196 dari Anas bin Malik)

    Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

    بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُنِي فِي الْجَنَّةِ، فَإِذَا امْرَأَةٌ تَتَوَضَّأُ إِلَى جَانِبِ قَصْرٍ، فَقُلْتُ: لِمَنْ هَذَا الْقَصْرُ؟ قَالُوا: لِعُمَرَ. فَذَكَرْتُ غِيْرَتَهُ، فَوَلَّيْتُ مُدْبِرًا). فَبَكَى عُمَرُ وَقَالَ: أَعَلَيْكَ أَغَارُ، يَا رَسُولَ اللهِ؟

    “Saat aku tidur, aku melihat diriku di dalam jannah. Aku melihat seorang wanita berwudhu di samping sebuah istana.” Aku pun bertanya, “Milik siapakah istana ini?” Mereka menjawab, “Milik Umar.” Segera aku teringat kecemburuan Umar dan aku pun meninggalkan istana itu. Umar menangis dan berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin aku cemburu kepadamu?

    (HR. al-Bukhari, Kitab “Fadhail ash-Shahabah”, bab “Manaqib Umar bin al-Khaththab radhiallahu anhu” dari Abu Hurairah radhiyalahu anhu ).

    Komentar oleh Abu Fatheemah — Juli 15, 2014 @ 12:43 pm | Balas

    • Abu Fatheemah,

      Betul, ada blunder yg dikatakan QS, sebagaimana komentar di #2.

      Ini seharusnya yg memang dijelaskan oleh ybs.

      Demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 15, 2014 @ 1:14 pm | Balas

  4. Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kata fasiq, dan menuduhnya dengan kata kafir , kecuali tuduhan itu akan kembali kepada si penuduh jika orang yang tertuduh tidak seperti yang dituduhkan . [HR Bukhari]

    Komentar oleh cahaya penerang — Juli 15, 2014 @ 1:47 pm | Balas

    • aahh…komentar yg sangat menusuk sekali, mas Cahaya Penerang😉

      semoga semuanya diberi hidayah dan kesadaran, aamiin🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 15, 2014 @ 1:54 pm | Balas

  5. Mungkin saja maksud Beliau benar. Tapi penyampaiannya yang kurang (wise) bijaksana, karena menggunakan kalimat “Tidak benar. Saya ulangi lagi tidak benar bahwa Nabi Muhammad mendapat jaminan Surga.” Padahal menurutku tanpa menggunakan kalimat itu pun pesannya sampai, bahwa surga adalah hak prerogratif Allah.

    Tentu Muhammad mengatakan demikian untuk menghibur sang sahabat bahwa mereka “equal”, bahwa Allah punya prerogratif atas segala sesuatu. Akan tidak bijaksana jika Rasulullah mengatakan, “kalau saya memang mendapat jaminan masuk surga”. Karena itu kesombongan terhadap Allah, dan itu bukan sifat Rasulullah.

    Tetapi untuk kita, umat dan pengikutnya, sangat jelas bahwa Rasulullah ma’shum, dan karenanya kita jadikan panutan, dan surga adalah jaminan untuk Beliau SAW.

    Kelihatannya kalimat itu hal sepele. Tapi buat umat yang tingkat pemahamannya tidak setinggi KH Quraish, kalimat itu bisa menimbulkan persepsi yang keliru, bahwa ternyata Nabi SAW tidak ma’shum. Lebih dari itu, kalimat itu potensial dimanfaatkan untuk mereka yang ingin mendiskreditkan Islam dan Muhammad, “Lihat.. seorang KH Quraish Shihab pun mengatakan bahwa Muhammad tidak sempurna, dan tidak djiamin masuk surga.” Bahaya bukan ?

    Komentar oleh Fauzan — Juli 15, 2014 @ 1:54 pm | Balas

    • betul sekali, mas Fauzan.

      Sebagaimana di komentar #2, ada blunder dalam penyampaiannya.
      Mudah2an QS bersedia memberikan penjelasan yg lebih utuh mengenai ucapannya di Metro TV ini.

      Sebenarnya bukan masalah ma’sum yg menjadi inti dari penjelasan QS, menurut saya.
      Setahu saya, beliau meyakini bahwa Rasululloh SAW itu ma’sum. Yg menjadi fokus QS adalah jaminan surga.

      Mungkin ada perbedaan persepsi dan pemahaman di sini, tapi seharusnya tidak perlu lantas menuduh kafir atau hal2 lain begitu saja.
      🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 15, 2014 @ 1:57 pm | Balas

    • “Mungkin saja maksud Beliau benar. Tapi penyampaiannya yang kurang (wise) bijaksana, karena menggunakan kalimat “Tidak benar. Saya ulangi lagi tidak benar bahwa Nabi Muhammad mendapat jaminan Surga.” Padahal menurutku tanpa menggunakan kalimat itu pun pesannya sampai, bahwa surga adalah hak prerogratif Allah.”

      Setuju sekali dengan paragraf diatas.

      Komentar oleh Harry Sufehmi (@hsuf) — Juli 15, 2014 @ 2:02 pm | Balas

      • tepat sekali, uda Harry.

        ada blunder yg dilakukan QS sehingga menimbulkan gejolak seperti ini.😦

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 15, 2014 @ 2:21 pm

  6. Komemntar saya? tergantung anda pilih President siapa🙂 buat saya, saya tidak pernah meragukan QS

    Komentar oleh Adi — Juli 15, 2014 @ 2:52 pm | Balas

    • hahaha…

      mas Adi bisa saja🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 15, 2014 @ 2:54 pm | Balas

  7. sebenarnya sudah ada dalam hadits yang dikutip di atas:”

    – Diceritakan dari ‘Aisyah ra. bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Teruslah berjuang dan berusaha mendekat kepada ALLOH SWT. Bergembiralah sebab amal seseorang tidak dapat memasukkannya ke dalam surga. Para shahabat bertanya, “Apakah engkau juga wahai Rasululloh?” Rasululloh SAW menjawab, “Ya, aku juga, tetapi ALLOH SWT menaungi aku dengan ampunan dan rahmat.” (HR Bukhari)

    Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sudah mengecualikan diri beliau, karena beliau shallallahu’alaihiwasallam karena sudah dinaungi oleh ampunan dan rahmat Allah azza wajalla.

    hadits lainnya yang menyatakan :

    Diriwayatkan daripada Sahl bin Saad r.a katanya: Nabi Muhammad SAW telah bersabda : “Aku dan orang yang memelihara anak yatim adalah di dalam syurga seperti ini – sambil Baginda menunjuk dengan kedua-dua jarinya – jari telunjuk dan jari tengah (yang dirapatkannya, sebagai isyarat rapatnya mereka dan duduk bersama-sama Nabi di dalam syurga). (Hadis Riwayat Bukhari)

    Mungkin maksud Pak Quraisy ingin menyatakan sesuatu yang umum, bahwa masuk surga bukan karena amal tetapi rahmat Allah. Hanya dalam hubungannya dengan Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam, maka itu sudah masuk ke dalam hal khusus, karena Rasulullah sudah dinaungi oleh ampunan dan rahmat.

    Wallahua’lam

    Komentar oleh Saifullah Mansyah — Juli 15, 2014 @ 3:08 pm | Balas

    • betul mas Saifullah.

      Jika kita mau telaah lebih dalam ucapan QS, sebenarnya tidak salah, terutama jika sudah tahu rujukan hadit2.

      menjadi masalah ketika:

      1. cara penyampaian beliau membuat orang salah paham

      2. ada orang yg memahami setengah-setengah

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 15, 2014 @ 3:16 pm | Balas

      • Kalau beliau bicara secara umum, maka itu tidak salah. Tapi kalau sudah masuk kepada personal-personal yang memang sudah ada nash, baik alQuran dan hadits, maka saya kurang sependapat. Misalkan hadits tentang keutamaan memelihara anak yatim di atas atau ada pula hadits tentang 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga. Atau pula kisah isteri firaun, Aisyah binti Muzahim,
        “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (Qs. At-Tahrim:11)

        Cuma memang di dalam dialog tersebut, sepertinya Pak Quraisy Shihab lebih menekankan kepada masalah masuk surga karena amal atau rahmat.

        Wallahua’lam

        Komentar oleh Saifullah Mansyah — Juli 15, 2014 @ 3:40 pm

      • Tambahan lagi, di video di atas pun sebenarnya sudah ditambahkan oleh Pak Quraissy Shihab pada menit ke 1.55 – dst

        Komentar oleh Saifullah Mansyah — Juli 15, 2014 @ 3:52 pm

  8. Maksudnya QS kan sudah jelas bahwa masuk surga haknya Allah. Persoalan di anggap sesat oleh jonru (penulislepas.com) adalah karena jonru punya kepentingan politik menjadi anteknya prabowo. Jelas dia harus “menggoreng” isu ini karena QS cenderung mendukung jokowi. Pokoknya siapa saja yg dibelakang jokowi akan dihantam olehnya. berhati2lah dgn jonru yg sok suci ini dan cenderung menjadi provokator dgn kalimat2 yg menyesatkan sesama muslim

    Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa. (Q.S An Najm (53) : 32)

    Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk (Q.S Al An’aam (6) : 117)

    Komentar oleh Alex Reinhard — Juli 15, 2014 @ 3:25 pm | Balas

    • hahah…sudahlah mas Alex.

      Tidak perlu dibikin panjang atau “kita bikin ribut”🙂

      Setiap orang sudah punya tanggung jawab masing2. Lebih baik kita yg lebih memperhatikan setiap tindakan dan ucapan kita agar selalu lebih baik dari yang sudah2.🙂

      Demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 15, 2014 @ 3:55 pm | Balas

  9. pada pinter semua bapak-bapak ini, hanya karena kalimat sedikit saja jadi berpanjang lebar, kasihan beliau yang diomongin, bertambah pula dosa kita, kenapa kita tidak istiqomah saja dan biarkan Allah sendiri yang menilainya, maafkan saya bila kurang berkenan, kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata

    Komentar oleh basuki rakhmad — Juli 15, 2014 @ 9:28 pm | Balas

    • mas Basuki ini muji atau nyindir?😉

      kata “beliau” ini merujuk ke siapa? jika tidak jelas, malah menimbulkan suudzon😦

      di sini saya hanya berniat menjelaskan (dari sisi saya) maksud dari ucapan QS.
      jika anda berkata “biarkan ALLAH SWT sendiri yg menilainya”, maka biarkan juga ALLOH SWT yg menilai artikel saya ini🙂

      terima kasih untuk komentarnya🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 6:29 am | Balas

  10. Subhanallah…… mari kita lihat segalanya memakai mata hati nan jernih…. kalau ada yang kurang berkenan dengan pilihan kalimat yg beliau (QS) sampaikan…. mungkin itu kekeliruan (bukankah setiap orang bisa saja melakukan kesalahan, padahal dia tdk bermaksud demikian)… Semoga semua kita -meski banyak dosa- tetap disayang dan diberi rahmat-ridla Allah SWT….. Amin

    Komentar oleh Adam Mulyana — Juli 15, 2014 @ 10:07 pm | Balas

    • sepakat, mas Adam🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 6:30 am | Balas

  11. Mungkin kesalahan Pak QS ada disini:
    (ولا أنا، إلا أن يَتغمدَني اللهُ بمغفرة ورحمة))
    Seharusnya diterjemahkan:
    “Tidak juga aku, kecuali karena Allah telah menganugerahiku dengan ampunan dan rahmatNya.”
    Tapi Pak QS menerjemahkan:
    “Saya pun tidak, kecuali kalau Allah menganugerahkan rahmat kepada saya.”

    karena dalam tafsir hadits, sebuah hadits yang kurang jelas harus ditafsirkan/dijelaskan dengan ayat Al-Qur;an atau hadits-hadits lainnya. Dalam hal ini, hadits tersebut dijelaskan oleh banyak hadits lain (seperti banyak hadits yang sudah di-posting diatas) yang jelas-jelas mengatakan bahwa Rasulullah pasti masuk surga, diantaranya adalah Beliau lah yang pertama kali membuka pintu surga. Dan sebaiknya Pak QS menjelaskan hadits tersebut dengan jelas disertai dengan hadits-hadits pendukung yang lain, karena yang menonton beliau bukan hanya puluhan atau ratusan orang, tapi ribuan orang atau lebih. Dan juga bagaimana mungkin Rasulullah tidak mendapat jaminan masuk surga sementara para sahabat saja ada yang dijamin masuk surga??
    Memang surga adalah hak prerogratif Allah, yang akan diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. dan Rasulullah termasuk kedalam orang-orang yang dikehendaki-Nya (sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadits shahih), dan disinilah blunder fatal beliau. Wallahua’lam-

    Mungkin disini juga termasuk salah satu kesalahan beliau, dan semoga Allah mengampuni kesalahan beliau dan terus melimpahkan hidayah-Nya kepada beliau dan kepada kita semua agar tetap berada di jalan yang haq.

    Sedikit oot, mungkin ada beberapa yang menganggap hal ini sepele karena hanya satu kalimat saja, tapi menurut saya hal ini sangat penting karena berkaitan dengan akidah umat dan yang menonton acara tersebut lebih dari ribuan orang.
    Dan juga tidak boleh menuduh seseorang kafir karena konsekuensinya sangat berbahaya seperti yang dijelaskan pada hadits di salah satu postingan diatas.

    Komentar oleh A. Ade — Juli 16, 2014 @ 7:29 am | Balas

    • mas Ade, terima kasih untuk komentar & penjelasannya.

      sebenarnya QS sudah menjelaskan di menit 1:55 meski tidak cukup detail seperti yg kita harapkan dg tujuan tidak ada salah tafsir atau pelintiran dari pernyataan beliau.

      bagaimanapun kejadian ini sudah berlangsung dan sudah ada klarifikasi dari beliau.🙂

      Menuduh kafir hanya karena hal seperti ini memang tidak bijak😦

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 8:42 am | Balas

  12. ass.. insyah Allah wau saudara Se-iman dengan sama-sama belajar tidak akan berkurang ilmu yang kita miliki mudah-mudahan ini semua memberikan ilmu dan pesan moral untuk kita semua agar lebih baik lagi dalam menyiapkan bekal ke akhirat,,,, terima kasih penjelasannya ….

    Komentar oleh ramli — Juli 16, 2014 @ 7:35 am | Balas

    • aamiin, mas Ramli🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 8:42 am | Balas

  13. Ane nyoba menjelaskan pola pikir ane gan, ini pandangan saya untuk beberapa orang awam atau orang yang baru tahu islam misalnya. Ada yang berpandangan kalau Nabi yang seharusnya sebagai tauladan kita jika di jamin masuk surga maka akan mengurangi rasa percaya kaum terhapap Nabi. Sebab mereka berpikiran ada kemungkinan yang masuk surga hanya Nabi saja dan kita yang tidak punya jaminan ngapain bingung2 ibadah.. Toh gak ada jaminan masuk syurga.
    Dengan penjelasan QS dan seperti kata-kata pada hadist yang Agan tulis“Tidak pula aku kecuali bila ALLOH SWT melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku.” Itu akan membuat orang2 yg imannya belum kuat lebih percaya kepada Nabi karena brarti untuk masuk syurga Alloh tidak membeda-mbedakan status knabian pada manusia, toh Nabi juga manusia kan? Mungkin itu pandangan saya soalnya masih banyak saudara2 kita yang iman mungkin belum setingkat yang kita kira.

    Komentar oleh Bahrudin — Juli 16, 2014 @ 8:01 am | Balas

    • mas Bahrudin,

      Sebenarnya QS sudah menjelaskan di menit 1:55, tapi mungkin tidak cukup jelas sehingga banyak orang tidak ngeh.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 8:43 am | Balas

  14. alhamdulillah, masih banyak komentar cerdas dalam forum ini. Insya allah apabila dibaca dengan pemahaman yang jernih dan hati yang bersih, maka tidak ada yang salah dengan penjelasan QS. Tujuan kita beribadah adalah mendekatkan diri kepada Allah mendapatkan cinta dan ridho-Nya. Sehingga surga bukan lagi tujuan utama. Apabila sudah mendapat cinta Allah maka itulah kenikmatan yang hakiki. Jadi yang dimaksud oleh QS (menurut pemahaman saya), seseorang tidak dijamin masuk surga (dalam artian umum) karena ibadahnya, melainkan karena sesungguhnya ibadah hanyalah media kita untuk meraih kecintaan allah. Yang membuat orang mendapatkan surga hanyalah karena kecintaan allah.
    jadi raihlah cinta allah, dengan cara yang dicontohkan oleh rosul. Sesungguhnya Rosulullahpun hanyalah seorang manusia biasa yang dicintai allah.

    Komentar oleh Putra — Juli 16, 2014 @ 9:24 am | Balas

    • terima kasih juga untuk komentarnya yg cerdas, mas Putra🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 9:27 am | Balas

  15. Trimakasih & mohon ijin aku share ya

    Komentar oleh afdhaly ras — Juli 16, 2014 @ 11:20 am | Balas

    • silakan, mas Afdhaly

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 11:26 am | Balas

  16. belajar dulu jgn mudah mevonis…..

    Komentar oleh oke — Juli 16, 2014 @ 11:27 am | Balas

    • Ok, mas Oke😀

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 11:38 am | Balas

  17. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Hujarat [49]: 11)

    Komentar oleh Rahmanda Hakim — Juli 16, 2014 @ 11:42 am | Balas

    • ini maksudnya ditujukan pada yg merendahkan QS, ya mas Hakim?

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 11:57 am | Balas

  18. Hehehe, ikut menyimak gan….”Lak ngaji iku, ojo setengah-setengah”**Orang Jawa Bilang, heheheh😆

    Komentar oleh potretbikers — Juli 16, 2014 @ 1:07 pm | Balas

    • betul mas Potretbikers.

      baru ikut ngaji setengah, terus protes bla 3x, tanpa mengikuti sisa ngajinya…😀

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 1:18 pm | Balas

      • Nah iya itu, sungguh sangat disayangkan😦

        Komentar oleh potretbikers — Juli 16, 2014 @ 1:23 pm

  19. ya memang semua muslim tidak akan masuk syurga karena amal ibadahnya, kecuali Rahmat Allah Subhanahuwata’ala, kayak nya semua orang juga tahu

    Komentar oleh Jayadih — Juli 16, 2014 @ 2:04 pm | Balas

    • mas Jayadih, nampaknya tidak semua orang tahu.
      ataupun jika tahu, saat QS menjelaskan separuhnya (di awal) sudah dikomentari macam2.

      wallahualam…

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 16, 2014 @ 3:48 pm | Balas

  20. Tanpa bermaksud membenarkan atu menyalahkan masing2 pihak. Kalau semua dipandang dr sisi positiv,pasti akan positiv pula hasilnya. Pemikiran saya adalah: janganlah kita berbuat baik,beramal atau beribadah HANYA krn ingin mendapat pahala ataupun masuk surga. Itu pamrih namanya. Jalanilah seglanya dgn ikhlas dan dari hati….apapun hasilnya Allah maha kuasa atas diri kita. Jadi serahkan semuanya kepadaNya.

    Komentar oleh gustam — Juli 17, 2014 @ 4:51 pm | Balas

    • terima kasih komentarnya, mas Gustam🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 18, 2014 @ 5:02 pm | Balas

  21. qs itu syiah yg dlm kondisi taqeeyah yakni bertopeng islam, saat syiah mulai kuat maka dia akan mengeluarkan wujud aslinya. saya baca buku tafsirannya yg sangat aneh nyeleneh dan pidatonya mengenai Alquran yg membuat perbedaan dan ‘buku putih’ syiah, dimana kebaikan syiah carilah buktinya dimana saja tidak akan ada.tidak ada syiah yg berjihad.mrk adalah musyrik.bukan kali ini saja qs mengeluarkan opini meresahkan, dia juga menyebutkan memakai hijab tidak wajib, pengertian hijab dijelaskan bertele-tele dan berputar-putar, padahal ayatnya sudah jelas.saya menonton dia di tv, ketika penanya kritis menanyakan sesuatu yg tidak dia sukai dia langsung menjawabnya dgn kasar. org2 syiah biasa kasar2 karena mereka diajarkan imam mrk untuk menghina, wajah qs tdk ada nur sebagai tanda Allah SWT tidak ridha, seperti syiah lainnya yg tidak memiliki nur. coba cek di youtube ketik anti majos atau rafidi terminator insya allah indonesia mengerti bahayanya syiah, jgn sampai keinginan syiah si jalaludin rakhmat men-suriahkan indonesia (islam sunni di suriah dibantai habis oleh syiah suriah atas perintah presiden basar asad si pemeluk syiah) terjadi.syiah mengkultuskan ali bin abi talib ra, fatima, hassan dan hussein, menghina khulafaur rasyidin, menyamakan Allah SWT dengan ali bin abi talib dan masih byk lg kekafiran syiah.
    SYIAH BUKAN ISLAM! syiah adalah produk ibn saba sang yahudi yg bertopeng islam dan merusak sendi islam dari dalam.

    brace yourself

    Komentar oleh anti majusi — Juli 19, 2014 @ 6:32 am | Balas

  22. hal yg sudah jelas dn tdk bisa dirubah dlm Alquran dan hadist seperti contoh Rasulullah pasti masuk surga, ini adalah kepastian, keniscayaan.tidak usah lg dikaburkan dgn pernyataan dangkal yg ditonton ribuan orang, kalau sudah berani menyatakan dan memperjelas (qs mengulangi pernyataannya) berarti sudah barang tentu dia mengeluarkan sendi2 pemahaman syiahnya dan mengharapkan muslim di indonesia memahami dan menerima apa adanya sebagai suatu yg biasa, padahal ini adalah fatal krn menyangkut akidah.

    Komentar oleh anti majusi — Juli 19, 2014 @ 6:37 am | Balas

  23. Jangan langsung mengambil kesimpulan mas
    Di Al qur an kan dijelaskan Seperti Ini

    ‘Masuklah kamu ke
    dalam surga itu disebabkan apa yang telah
    kamu kerjakan(amalkan)’ (QS. An-Nahl : 32), ‘Dan
    itulah surga yang diwariskan kepada kamu
    disebabkan amal-amal yang dahulu kamu
    kerjakan(amalkan)’ (QS. Az-Zukhruf : 72)

    Ambillah Pertengahannya…

    Komentar oleh Ikhwan... — Agustus 7, 2015 @ 9:27 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: