Blog Tausiyah275

Juli 20, 2014

Lebaran, Saat Mengelola Isi Lemari Pakaian Anda!

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 9:14 am

Bismillah,

Lebaran insya ALLOH akan tiba sekitar 1 minggu lagi. Dan sudah menjadi ‘kewajiban’ bagi kaum muslim di Indonesia, mereka berbelanja banyak keperluan untuk menyambut hari yg suci ini, termasuk berbelanja pakaian (baju dan celana) baru.

“Tidak cuma hati yg baru, baju (fisik) juga mesti baru donk..!!”

Demikian salah satu alasan mereka.

Saya sendiri merasa kebiasaan ini bukan masalah dengan catatan:
1. Jika merujuk pada Rasululloh SAW, TIDAK ADA KEHARUSAN Idul Fitri menggunakan (beli) baju baru. Yang dicontohkan Rasululloh SAW adalah MENGENAKAN BAJU TERBAIK.
“Pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, Rasululloh SAW memerintahkan kami untuk mengenakan pakaian terbaik yang kami miliki dan memakai wewangian terbaik yang ada pada kami, serta berkurban dengan binatang yang tergemuk yang kami punyai.” (HR. Al Hakim)

2. JANGAN/TIDAK MEMAKSAKAN DIRI untuk membeli baju baru, apalagi sampai berhutang.

3. Bagi yg mampu beli baju baru, mesti mengelola pakaian miliknya.

Di artikel ini, sesuai judul, saya akan membahas poin 3.

Saya dan istri tidak pernah mengkhususkan diri untuk membeli baju baru menjelang Lebaran. Namun kami punya kebiasaan untuk memperhatikan dan mengelola ‘arus keluar masuk’ pakaian di lemari pakaian kami.

Maksudnya, katakan saat ini saya punya 7 baju dan 5 celana. Nah, apabila kami membeli baju dan celana baru, maka kami mesti mengeluarkan baju dan celana dg jumlah yg sama untuk selanjutnya disumbangkan ke orang yg tidak mampu.

Misalkan saya beli 2 baju baru dan 3 celana baru, maka menjelang lebaran saya akan menyedekahkan 2 baju dan 3 celana baru.

“Boleh tidak menyumbangkan lebih sedikit jumlahnya?”

Boleh-boleh saja, tidak ada keharusan jumlah pakaian yg disedekahkan = jumlah pakaian yg dibeli. Namun, pengalaman saya menunjukkan dg cara seperti yg saya lakukan maka saya dan istri tidak repot dengan pakaian bagus yg kian menumpuk, padahal jarang dipakai. Penerapan hal ini juga bertujuan untuk mencegah perbuatan mubadzir (sia-sia).

Memangnya anda akan pakai 4 baju dan 2 celana sekaligus? Mungkin beberapa orang bisa berganti baju 1 hari lebih dari 1 kali, tapi saya yakin kebanyakan dari kita menggunakan pakaian ya minimal 1 baju dan 1 celana tiap hari. Toh jika kotor bisa dicuci dan digunakan di hari lain.

So, sebelum berbelanja pakaian baru ada baiknya kita mencek pakaian yg sudah ada di lemari. Kita pilih pakaian yg sudah lama (namun masih bagus) untuk disumbangkan dan diganti dengan pakaian baru.🙂

Semoga bermanfaat.

2 Komentar »

  1. alhamdulillah,
    lebaran kali ini cukup berkesan, memang gak harus beli baju baru untuk berlebaran, namun kita sebagai orang tua kadang agak susuah untuk menjelaskan ke anak, karena sudah menjadi tradisi hampir di semua tempat kayak gitu, yang penting kita beli yang termasuk kebutuhan saja. makasih

    Komentar oleh Gamis Baru — Agustus 1, 2014 @ 12:59 pm | Balas

    • alhamdulillah.

      yg saya tuju di artikel ini adalah para orang tua,mas/mbak.
      tapi tidak tertutup kemungkinan untuk mengajari anak kita berbagi🙂

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 2, 2014 @ 8:13 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: