Blog Tausiyah275

September 17, 2014

Apa Hukumnya Dibonceng Tukang Ojek?

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 10:47 am

Bismillah,

Salah satu hal yg pernah ditanyakan kepada saya adalah hukum dibonceng tukang ojek.

Sebagaimana diketahui bersama, keberadaan tukang ojek merupakan salah satu penyelamat terutama di Jakarta yg jalanannya seringkali macet (dan mungkin tidak akan pernah terselesaikan). Selain karena ongkosnya murah, tukang ojek yg jago akrobat (yg sayangnya membahayakan jiwa dirinya dan penumpangnya) akan menghemat waktu tempuh. Resikonya ya jelas ada, selain anggota tubuh berbenturan dengan kendaraan lain, bau asap dan kondisi badan jadi acak2an mesti siap ditanggung si penumpang.

Jika penumpangnya laki-laki, maka tidak ada masalah dari sisi hukum Islam. Tapi bagaimana jika penumpangnya perempuan?

Sudah seringkali saya mendapati penumpang perempuan dibonceng tukang ojek. Ada berbagai peristiwa dan posisi yg terkadang membuat saya hanya bisa mengelus dada, tapi kadang juga membuat saya tersenyum dan acungkan jempol.

Beberapa ulama menyatakan bahwa perempuan yg dibonceng tukang ojek (laki-laki tentunya) termasuk yg dikenai hukum berdua-duaan (khalwat). “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.” (Riwayat Ahmad)

Hadits di atas seringkali dijadikan rujukan, terlebih karena:
1. posisi kursi (jok) sepeda motor merupakan satu kesatuan (tidak ada pemisah).
2. normalnya berboncengan itu hanya berdua (agar tidak melanggar hukum).

Saya melihat para ulama lebih sering menekankan sanksi hukum tanpa membantu mencarikan solusi yg, minimal, bisa 60% atau lebih. Walhasil anjuran dan pendapat ulama ini sering diabaikan dan dianggap angin lalu.

Di sini, saya berusaha membantu mencarikan solusi, terlebih jika melihat kondisi Jakarta yg memang seringkali memaksa para perempuan menggunakan jasa ojek.

1. Beri ruang/jarak dengan tukang ojek.
Jika si perempuan (apalagi sudah bersuami) memeluk erat badan si tukang ojek, jelas hal itu menyalahi hukum Islam. Bahkan bisa saja ada pikiran bahwa mereka selingkuh. Ataupun hal tersebut sudah mendekati zina.

Memberi ruang/jarak di sini bisa dilakukan dengan menyimpan tas ataupun map atau benda lain yg bisa menghindarkan kontak dengan tubuh si tukang ojek.

Ada kalanya si tukang ojek yg justru kurang ajar. Dia lantas mengendalikan motornya dengan ngawur, meng-gas dan meng-rem sesukanya, sehingga terjadi kontak/sentuhan antara dia dengan penumpangnya.

Jika ini terjadi, ada baiknya si perempuan bersikap tegas. Minta turun dan laporkan ke polisi dengan tuduhan pelecehan seksual. Menampar atau melakukan kontak fisik jelas tidak disarankan, meski saya tahu rasa kesal, dongkol, dan marah yg muncul.

2. Mencari tukang ojek yg baik2 (dikenal).
Poin 2 ini mungkin agak sulit, terlebih jika butuhnya mendadak. Dan tidak ada jaminan juga tidak terjadi perselingkuhan, apalagi sudah kenal.

Namun, setidaknya tukang ojek yg baik2 dia juga akan berusaha menjaga sikap. Karena bila terjadi hal yg tidak menyenangkan dialami 1 pelanggannya, bisa berakibat hilangnya pelanggan (perempuan) yg lainnya.

3. Tidak melewati jalur2 sepi.
Kecuali terpaksa karena hari sudah malam (gelap) atau lokasi tujuannya di tempat sepi. Minta tukang ojek untuk selalu lewat daerah yg ramai (tapi bukan macet) untuk mencapai tujuan.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: