Blog Tausiyah275

Mei 14, 2011

Rukun Talak

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Munakahat — Tausiyah 275 @ 6:52 am

Bismillah,

Saya pernah menulis artikel mengenai Islam dan Perceraian. Di artikel ini, saya akan menuliskan rukun talak.

Yang dimaksud dengan rukun talak adalah syarat sebuah talak boleh dijatuhkan dan berlaku.

Rukun talak adalah sebagai berikut:

1. Talak dilakukan oleh suami *kecuali untuk kasus tertentu, istri bisa mengajukan gugatan cerai ke pengadilan*
Dengan demikian, jika si istri mengatakan “kita bercerai” pada si suami, maka hal ini tidak dianggap sah dan talak tidak terjadi/berlaku.

2. Suami adalah orang yg berakal dan baligh (bisa membedakan benar dan salah).
Jika suami tidak memenuhi persyaratan no 2 ini, dengan kata lain tidak bisa membedakan benar dan salah, maka ucapan talak tidak berlaku. Hal yg sama jika si suami tidak berakal (gila dan sebagainya, lihat poin 4).

3. Talak dijatuhkan atas kehendak sendiri, tidak ada paksaan dari pihak lain.
Saat talak dijatuhkan oleh suami, suami tidak sedang dalam paksaan dari pihak lain. Kecuali untuk kasus yg terkait aqidah, misalnya si istri pindah agama ke agama penyembah api misalnya.

4. Talak tidak dilakukan pada saat marah, gila atau hilang akal (mabuk).
Pada saat terjadi pertengkaran rumah tangga, seringkali kata “cerai” muncul dan dilontarkan oleh suami. Insya ALLOH talak yg dilakukan pada saat pertengkaran (dalam kondisi marah) tidak berlaku, terutama apabila marahnya suami sudah sampai di level kalap. Hal yg sama jika si suami mendadak gila atau sedang mabuk, lalu menceraikan istrinya, maka hal ini tidak masuk hitungan talak.

Poin 1 dan 4 seringkali menjadi pertanyaan, terutama pada saat terjadi pertengkaran rumah tangga.

Untuk poin 1 saya pernah temui kasus seorang istri yg menceraikan suaminya. Tanpa ada keputusan dari pengadilan (agama), talak tidak terjadi. Jika seorang istri berniat menceraikan suaminya, dia mesti mengajukan gugatan cerai dahulu ke pengadilan agama dan mengikuti prosesnya hingga pengadilan mengabulkan gugatan cerainya.

Untuk poin 4, ibu2 tidak perlu khawatir jika suami anda mengatakan cerai pada saat anda bertengkar dengannya.

Update: beberapa ulama membolehkan suami menceraikan istrinya pada saat marah, meski tidak sampai di level kalap seperti saya tulis di atas. Insya ALLOH akan saya uraikan lebih rinci di artikel lain.

Semoga berguna.

42 Komentar »

  1. […] rukun talak. Share this:FacebookTwitterLike this:SukaBe the first to like this post. Tinggalkan sebuah […]

    Ping balik oleh Islam Dan Perceraian « Blog Tausyiah275 — Desember 1, 2011 @ 5:55 pm | Balas

  2. saya menikah d usia muda dan kurang pengetahuan ttg talak dan cerai, awal pernikahan saya tinggal dgn ortu, 5 tahun awal pwenikahan setiap ribut dgn istri sering mengucapkan kata cerai, dan/atau “pulang sj k rumah ortumu”, “pergi dr sini”, dlm keadaan marah krn qta sama2 keras kepala namun sebenarnya saya hanya menakuti dan tidak bermaksud demikian

    di usia pernikahan saya yg akan 10 tahun saat ini, saya baru sadar akan bahaya kata2 cerai yg saya ucapkan, mohon penjelasan krn saya sgt bingung akan status pernikahan saya saat ini yg sdh berjalan dgn harmonis?
    berbedakah hukumnya bila ada suami atw istri yg selingkuh? dan apa yg sebaiknya yg dilakukan kpd suami atw istri yg berselingkuh?

    Komentar oleh ruy — Januari 9, 2012 @ 11:42 am | Balas

    • mas Ruy, karena saat itu mas Ruy dan istri sama2 TIDAK TAHU, maka insya ALLOH tidak terkena hukum ini.

      dari sisi ucapan, mgkn tidak ada bedanya kata2 cerai diucapkan antara org yg menakut-nakuti dg orang yg diselingkuhi.

      namun, ada baiknya mas Ruy berkonsultasi dengan petugas KUA dan tokoh agama setempat untuk memastikan bahwa pernikahan mas Ruy masih sah dari sisi agama.

      Demikian saran saya.🙂

      Komentar oleh Tausyiah275 — Januari 9, 2012 @ 1:30 pm | Balas

  3. kalo misalnya wali dari pihak istri yang meminta cerai ke keluarga pihak suami. Apakah itu bisa dikatakan sah? Alasannya si suami sedang bekerja di tempat yang jauh.

    Komentar oleh mochammad basuni — Desember 1, 2012 @ 5:28 pm | Balas

    • mas Basuni,
      sepemahaman saya,jika alasannya si suami bekerja di tempat yg jauh, namun dia masih memberi nafkah lahir batin, maka tidak ada alasan untuk meminta/mengajukan cerai. apalagi yg mengajukan cerai adalah wali dari pihak istri.

      jika sang istri merasa tidak ada masalah dg lokasi kerja suami yg jauh,selama dia terpenuhi nafkah lahir batin (seperti yg saya tulis di atas),maka (sekali lagi) tidak ada alasan yg diperbolehkan agama utk bercerai.

      KECUALI jika sang istri membutuhkan nafkah batin yg lebih namun suami tidak bisa memenuhi (karena lokasi kerjanya yg jauh), maka bisa saja cerai diajukan. namun hemat saya, jika kendalanya di lokasi kerja yg jauh,apa bisa diusahakan sang suami pindah kerja yg lokasinya lebih dekat?

      demikian

      Komentar oleh Tausyiah275 — Desember 3, 2012 @ 9:09 pm | Balas

      • assalam mualaikum..
        saya mau nanya..
        kalau kita ucapkan dengan kata cerai
        123 apakah sah apa tidak…
        tolong balas..
        mencerai kan itu karena di pakssa istri..
        dan ada pihak ke tiga

        Komentar oleh tanjung balai asahan — Desember 8, 2015 @ 10:32 am

  4. […] pernah menulis artikel tentang perceraian (talak) di sini dan sini. Di kedua artikel tersebut, saya belum menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan talak 1, […]

    Ping balik oleh Penjelasan Mengenai Talak 1, 2, dan 3 | Blog Tausiyah275 — April 24, 2013 @ 6:00 am | Balas

  5. assalamuallaikum pak ustat.saya seorang suami dan sudah menikah 7 tahun lamanya.dan memiliki 2 anak cowok yg lucu2.dulu saya dan istri kerap bertengkar hanya masalah yang sepele karna dulu sungguh2 tidak mengerti cerai/talak yg sebenarnya.dan 3 minggu yg lalu istri saya selingkuh.itupun saya tau dri crita anak saya yg berumur 7 tahun.awal nya saya tidak percaya lambat laun cerita itu terbukti dan istri saya mminta cerai tpi saya tidak mau.karna saya sangat sayang suatu ketika saya sdah memperingatkan untuk tdak menemui lelaki itu tpi dia mlah ingin menemuinya dan alasan untuk pamit .seketika saya marah hebat dan langsung melontarkan kata cerai tpi istri saya malah pergi.
    1 apakah talak syah pda saat marah dan hilang kesadaran ?
    2sekarang saya masih ragu akan talak saya dari yang dulu2.,dan bagaimana ?
    3 apakah saya msi boleh menafkahi istri saya lahir ?
    mohon dijawab pak ustat atas perhatinya saya ucakan terima kasih banyak

    Komentar oleh febrian nata — September 22, 2013 @ 11:13 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      saya ikut berduka dengan cerita anda, mas Febrian.
      pertanyaan saya:
      – untuk no 1, dari mana anda tahu anda hilang kesadaran? saya pribadi melihat kemarahan anda adalah hal yg diperbolehkan (malah HARUS) karena anda tahu istri anda selingkuh dan melarangnya untuk bertemu dengan lelaki selingkuhannya. sehingga saya berpendapat talak anda sah.

      marah yg dianggap tidak sah jika terjadi saat pertengkaran suami istri yg ‘tidak jelas’, misalnya hanya karena suami tidak disiapkan makan, dst.

      – untuk no 2, sudah berapa kali anda mengucapkan talak? dari cerita anda di atas, nampaknya anda baru 1x mengucapkan talak. jika demikian, anda baru talak 1.

      – untuk no 3, jika dengan keadaan seperti ini (istri selingkuh), anda boleh saja menafkahi secara lahir.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 25, 2013 @ 6:47 pm | Balas

      • assalamuallaikum.pak ustad
        terima kasih telah menjawab pertanyaan saya.dan semoga menjadi pembelajaran bagi semua dan bermanfaat.dan semoga allah selalu memberi jalan bagi hamba” nya yg soleh-soleha….AMIN

        Komentar oleh febrian nata — September 26, 2013 @ 2:02 pm

  6. assalamualaikum.
    ustad saya sama suami saya masih sama 2 muda.saya menikah pada umur 20thun dan suami 22 tahun..
    kami sering kali bertengkar karena hal sepele karena kami sama-sama keras kepala..
    suami saya sering bilang pulanglah kamu keorg tuamu sana,tp saya tau dy kalau mrh suka gk sadar bahkan sampai maen tangan ke saya,tp ketika sadar dy minta maaf dan kami baikan lagi,,,tapi dy gk berniat menceraikan saya.terakhir kemaren dy blg mau besok aku ceraikan kamu talak 3 kalau kamu (istri) tidak bisa merubah sikapmu tp dy gk berniat yg sebenarnya ustad…dy dlm keadaan mrh…awl permasalahan kami krn maslah salah paham aja ustad tp saya besar2in makanya suami sya jd mrh besar..krn takut dosa dan untuk memberi suami pelajaran saya bawa semua pakain saya dan anak saya kerumah tante saya.
    apakah status pernikahan saya msih sah atw tidak y ustad trus org tua saya jg gk merestui hubungan kami..
    tapi kami saling menyanyangi dan satu lg ustad setelah menikah emosi saya gk bisa dikendalikan dan saya suka gk sadar ats perbuatan saya..

    Komentar oleh dania — Oktober 3, 2013 @ 3:53 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      saya ikut berduka membaca cerita anda, mbak Dania.
      sebagai pasangan suami istri, sebenarnya anda berdua mesti lebih sabar dan mengesampingkan ego, termasuk perilaku membesar2kan masalah.

      ucapan talak 3 suami anda, bisa jadi talak 3 atau bisa juga baru talak 1, tergantung dari pemahaman dan ulama yg diikuti.
      jika suami anda mengucapkannya dalam keadaan tidak marah, maka itu berarti talak/cerai sudah jatuh. merujuk dari cerita anda, mestinya baru talak 1.

      status pernikahan anda, jika anda ‘cuma’ minggat ke rumah tante anda, mestinya masih sah karena perceraian yg sebenarnya (terutama yg disetujui pengadilan agama) masih belum terjadi.

      saran saya, mbak Dania, belajar untuk mengendalikan emosi. hal yg sama untuk suami anda.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 6, 2013 @ 11:46 am | Balas

  7. oea ustad apakah sya termasuk dlm (Talak tidak dilakukan pada saat marah, gila atau hilang akal (mabuk)).
    apa saja contohnya ustad..mkasih sbelumnya ustad…
    semoga saya dpt titik terang msalah saya.amien

    Komentar oleh dania — Oktober 3, 2013 @ 4:05 pm | Balas

    • mbak (?) Dania,

      contoh dari talak yg tidak bisa dilakukan pada saat marah, apabila marahnya sudah sedemikian emosi.
      sementara utk gila dan mabuk, ya apabila suami anda mendadak gila lalu minta cerai maka tidak sah talaknya.

      demikian jg apabila suami anda sedang mabuk lalu mengajukan cerai, maka tidak sah.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 21, 2014 @ 10:48 am | Balas

  8. pak gmna dengan kasus sya??selama 7bulan ni saya dengan suami tidak hidup bersama karena orangtua suami saya sudah tidak suka sama saya..
    intinya orangtua suami saya bilang kalau suami saya pilih saya dya (suami)sudah tidak dianggap anak,,dan kalau suami pilih orangtuanya suami saya harus ceraikan saya…sedangkan sampai.sekarang belum jatuh talak??tolong solusinya terimakasih

    Komentar oleh melliya — Oktober 16, 2013 @ 6:20 pm | Balas

    • mbak Melliya,

      selama suami anda tidak menjatuhkan talak secara resmi,maka anda masih dianggap istrinya.

      pertanyaan saya,apakah selama 7 bulan hidup terpisah itu,suami anda menafkahi lahir dan batin?

      di buku nikah ada keterangan bahwa jika suami tidak menafkahi anda selama 3 bulan berturut-turut, maka anda berhak untuk mengajukan cerai. silakan dicek kembali buku nikahnya.

      jika keterangan di buku nikah seperti yg saya sebut di atas, maka anda bisa ajukan gugatan cerai ke pengadilan agama terdekat.

      solusi lain:
      anda bicara dengan suami anda, minta kejelasan status.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 16, 2013 @ 7:27 pm | Balas

  9. assalamualaikum,pak ustad saya seorang ,saya ingin bertanya saya sudah mengucap kata cerai atau talak 3, dan sy pernah selingkuh sampai berhubungan badan apakah saya boleh rujuk kembali, tp istri saya juga pernah selingkuh sampe2 berhubungan badan juga trus gimana hukum nya pak ustad apakah saya bisa rujuk kembali,memang saya yg memulai semua permasalahan ini,mhon di beri jwbn nya , sebelum dan sesudah nya saya ucapkan terma kasih

    Komentar oleh sepriyanto — Desember 8, 2013 @ 11:28 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      jika sudah talak 3,maka istri anda mesti menikah dahulu dengan orang lain (K) dan bercerai dengannya.

      namun yg perlu diingat, pernikahan tersebut DILARANG dilakukan karena anda dan istri berniat rujuk. mesti dilakukan karena memang niat istri.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 8, 2013 @ 6:35 pm | Balas

  10. Assalamu’alaikum.
    pa ustadz saya seorang suami yang beberapa kali mengucupakan kata2 cerai saat marah. yang saya ingin tahu dasar dari point ke 4 dari penjelasan diatas pa ustadz mohon pencerahnya pa ustadz, semoga saya dapat menjadi lebih baik.

    Komentar oleh Risky — Januari 27, 2014 @ 6:17 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Risky, patokan saya adalah hadits berikut:
      “Talaq tidak jatuh pada saat ighlaq.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

      Ighlaq dalam bahasa Indonesia = kalap.

      Kalap ini misalnya hingga melempar barang, lalu meracau/ngomong tidak karuan (tidak terkontrol). Maka talak/cerai yg dilakukan dg kondisi spt ini jelas tidak sah.

      Saya baru menambahkan beberapa hal untuk memperjelas pengertian/definisi marah yg dimaksud.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 27, 2014 @ 7:32 pm | Balas

  11. assalamualaikum pak, ada yg ingin sy tanyankan, 1. suami sy emosinya tinggi, hal spele aja dy bs marah besar, dan slalu ,engucapkan talak , 2. dulu sy tdk mengerti hukumtalak, br skr” mempelajari kini sy tau bahayanya kalimat talak yg sering d ucapkan , tp masalahnya suami sy jg ga tau soal masalah talak dlm islam, sy kasi tau jg ngeyel trs , 3. mertua sy tidak ingin sy berpisah dgn suami , walaupun suami udh sering talak sy, mereka slalu mengupayakan agar sy bersbar, dulu sih sy slalu bertahan,brhrp apa perbaikan, tp setelah sy tau hukum perceraian sy jd ragu dgn pernikahan sy, dan yg ke 4. ternyata mertua sy jg ga ga paham dgn hukum talak, jd meski sy jelaskan mereka kekeh kl suami sy sdg emosi besar jd ga sah. (emg sih suami sy klngomong ga pernah dipikir,suka asal jeplak cuma untuk gertak sy, krn kl udh baikan trs sy tegur soal talak”nya, dia suka mengelak ktnya ga sah talaknya kl dia lg marah … meliHt kejadian itu bagaimana status pernikahan sy ? ay bingung dan jd ragu …. maklum pengetahuan sy jg msh dangkal… mohon jwbnya pak.ustad …

    Komentar oleh els — April 1, 2014 @ 5:40 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Elsa, ucapan cerai/talak bisa sah meski dilontarkan saat marah (dengan catatan marahnya tidak sampai emosi yg membuat kehilangan kesadaran).

      terus terang, saya melihat ada dilema yg dihadapi mbak Elsa. apabila mbak Elsa dan keluarga (suami + keluarganya) sudah tahu hukumnya dan tetap melakukannya/mengulangi, maka sesungguhnya hukum sudah berlaku. dengan kata lain, jika suami masih suka bilang cerai/talak di kemudian hari, maka bisa dianggap jatuh talak/cerai, meski dia sekedar asal jeplak ataupun guyon.

      ulama menyatakan bahwa guyon ttg cerai bisa dianggap telah jatuh talak.

      saya bertanya pada mbak Elsa, apakah anda masih nyaman dg kondisi pernikahan anda?
      jika merasa nyaman/tidak bermasalah, anda mesti punya niat untuk mengubah suami + keluarganya agar tidak sembarangan ngomong cerai/talak. termasuk utk mendidik suami agar tidak sembarangan ngomong.

      ingatkan padanya bahwa LIDAH ITU BERBAHAYA. demikian juga ngomong sembarangan/tanpa dipikir, bisa membahayakan diri sendiri dan orang2 di sekitar.

      tapi jika anda tidak nyaman, dalam artian menjadi bingung dan ragu, maka ada baiknya anda berpikir untuk meninggalkan suami, daripada anda menjadi berdosa.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 1, 2014 @ 7:29 pm | Balas

  12. Assalamualaikum pak Ustadz saya ingin bertanya, saya perna bertengkar sama istri saya sehingga istri saya, pulang kerumah orang tuanya tanpa pamit, setelah 1 bulan dia di rmh orang tuanya hubungan kami baik baik saja tapi hanya melalui telpon saja, yg ingin saya tanya, apakah setelah 3 bulan saya tidak memberikan napkah batin kepadanya, apakah itu sudah jatuh talak padanya (istri). walaupun saya pernah memberikan napkah lahir padanya dan kepada ke 2 anak saya. mohon penjelasanya

    Komentar oleh dedi — April 20, 2014 @ 12:24 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mas Dedi, secara hukum pernikahan anda sudah tidak memenuhi kewajiban seperti yg anda sampaikan pada saat akad nikah.
      namun talak tidak jatuh, sepemahaman saya.

      saran saya, anda berkomunikasi lagi dengan istri anda.
      jika istri anda bersedia memaafkan anda, rumah tangga anda bisa berjalan kembali seperti semula.

      jika tidak, ada baiknya anda berdua berkonsultasi dengan pengadilan agama.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 21, 2014 @ 8:35 am | Balas

  13. assalam mu’alaikum pak ustadz,saya ingin bertanya kepada pak ustadz,saya seorang istri ada suatu hari saya bertengkar dengan suami saya,suami saya orangnya sangat emosian tiap bertengkar pasti emosinya yang dia kemukakan. suatu kali ketika kami bertengkar dia selalu emosi dan pernah mengatakan kepada saya,”kalau seperti ini kamu terus,saya ceraikan juga nanti mah” itu yang dia katakan kepada saya ustadz. setelah dia kembali stabil dan sadar kembali dari marahnya,dia menjelaskan tidak ada maksud untuk mengatakan kata kata cerai kepada saya,dia hanya emosi karena saya selalu membantah kata katanya pak ustadz,trus suami saya menjelaskan kepada saya,kalau seandainya dia bilang “saya ceraikan kamu baru bisa sah jatuh talaknya,itu yang suami saya katakan” beberapa kali suami saya mengatakan penjelasan itu berulang ulang kepada saya dengan kata kata yang sama,bagaimana itu hukum sebenarnya pak ustadz,tolong saya pak ustadz,beri penjelasan yang sebenarnya,supaya tidak ada keraguan bagi saya dalam menjalani rumah tangga saya ini.
    mohon penjelasannya pak ustadz…

    Komentar oleh gusni fitri — Juli 18, 2014 @ 11:05 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Fitri, pernyataan suami anda TIDAK (BELUM) dinyatakan sebagai talak, terlebih karena ada KONDISI, yakni “kalau seperti ini kamu terus…”

      jikapun katakan anda tidak (belum) berubah, bukan berarti cerai jatuh, karena suami anda mesti mengucapkan cerai usai melihat perilaku anda tidak berubah.

      insya ALLOH status anda dan suami masih sebagai suami istri yg sah.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 18, 2014 @ 5:25 pm | Balas

  14. assalamu’alaikum. pa ustazd. saya dg istri saya bertengkar karena ekonomi lagi terpuruk. istri saya minta cerai dg ancaman jika tidak dicerai maka dia akan bunuh diri. lalu saya dg terpaksa mengabulkan permintaannya di depan orang tuanya. nah bagaimana sah tidak talaq saya p. ustazd? trimakasih wassalaamu’alaikum wr.wb.

    Komentar oleh badru — Juli 25, 2014 @ 5:38 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mas Badru, talak anda semestinya tidak sah karena dilakukan di bawah tekanan.

      saran saya: hubungi pengadilan agama terdekat, minta nasihat yg lebih rinci tentang masalah ini.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 25, 2014 @ 8:35 am | Balas

  15. assalamu’alaikum,pa ustad.saya dan suami bertengkar lewat sms krn salh faham ,,kemudian suami saya bilang lebih baik kita cerai br kita tdk saling menyakiti..trus dia blg juga cerai saja..keesokan hari nya dia blg lg dlm keadaan sensitif sehingga emosi y tak terkendali..apakah saya masih sah istri nya karn saya jdi ragu..mhon penjelasannya pa ustadz..trimakasih wassalaamu’alaikum wr.wb.

    Komentar oleh rita puspita — Agustus 28, 2014 @ 11:50 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Rita coba ajak bicara suami dg baik2. tanyakan apakah dia memang bermaksud cerai saat menyatakan/melontarkan pernyataan2 itu. saya melihatnya komunikasi anda dan suami sdg terganggu sehingga muncul salah faham juga.

      saya tunggu kabar berikutnya.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 29, 2014 @ 2:00 pm | Balas

  16. assalamu’alaikum,pa ustad..terima kasih sebelumnya ,saya sudah menanyakan pada suami saya katanya dia tdk berniat sungguh cma gertakan saja dan kata2 tu keluar secara spontan saja,pa ustad bagaimana status pernikahan sy ??terus terang saya msih ragu dan langkah apa yg harus saya ambil?..mohon penjelasan nya..trimakasih wassalaamu’alaikum wr.wb.

    Komentar oleh rita puspita — Agustus 30, 2014 @ 8:11 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Rita, jika memang suami anda hanya menggertak, maka insya ALLOH status pernikahan anda dan suami masih baik2 saja,dengan kata lain BELUM ADA talak jatuh.

      namun,saya sarankan anda utk berkomunikasi dan diskui dg suami agar dia lebih memperhatikan kata2nya pada saat marah,tidak mudah mengumbar kata cerai karena mempunyai dampak psikologis yg besar dan bisa menyerempet ke arah perceraian.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 31, 2014 @ 6:33 am | Balas

  17. Assalamu’alaikum Ustadz,,suami saya mengajak ke pengadilan,tp ini desakan orang tuanya,sblmnya,kami dah pisah rumah,dan dia sendiri niatnya ♏åʊ̈̇ rujuk,tp ditentang ortunya,bahkan dia disuruh minggat,ƍαќ boleh kembali bila rujuk ϑgη saya,kami nikah 3thn,tp kel suami nuntut keturunan terus,mohon jawabannya Ustadz,,jazakumullah khair

    Komentar oleh wuri Laras — November 25, 2014 @ 4:50 am | Balas

  18. Assalamualaikum pa ustad saya mau bertanya.saya dan suami berpisah rumah selama 5bulan saya dirumah orangtua dia di orangtuanya,selama itu suami tdak memberikan nafkah lahir batin kepada saya dan anak walau saya sudah memintanya.suami pergi dari rumah karena sedang bermasalah dengan oragtua saya.sehingga meminta saya pindah dari rumah orangtua saya.dan berkata tidak mau menafkahi saya dan anak jika saya tidak pindah,padahal untuk pindah kami belum punya rumah dan suami tidak bekerja.selama ini dari menikah suami untuk menafkahi saya meminta dari orangtuanya dan itu juga dipakai lagi untuk kebutuhannya.selain itu suami sering mengobral kata pisah secara lisan dia pernah berkata dia orangtuanya akan beres-beres setelah masa iddah saya habis itu waktu kami satu rumah,setelah pisah rumah dia sering bbm/sms sya apabila kami berselisih “silahkan gugat saya ke pengadilan saya tidak akan menyusahkannya tapi anak akan saya bawa” itu sudah 3kali,berkata pada oranglain lewat surat “punya istri tapi beberapa waktu lagi akan berubah”.nah saya minta kejelasan sama dia dan bertanya dia bilang hanya menggertak saja.bagaimana hukumnya pernikahan kami pa ustad?saya ingin ada kejelasan,karena suami tetap memaksa saya pindah padahal keadaan belum memungkinkan karena saya tidak bisa mengurus bayi sendiri dan sya bekerja untuk menafkahi anak saya selama ini.tolong dijawab pa ustad terima kasih.wassalamualaikum

    Komentar oleh Rahayu — Desember 1, 2014 @ 4:44 pm | Balas

  19. Ass pak ustad..smgg yg lalu sy brtengkar hebat dgn suami..lalu duami sy emosi tinggi hingga dia mnjatuh kan langsung talak 3(ucap:saya talak 3)..(bulan”sblm ny prnah jatuh talak satu)..apa talak yg suami saya ucal itu sah hukum ny lgsg talak 3??apa dihitung talak 2?? Karna dri talak 1 lgsg lompat kr talak 3..??bgaimana hukum ny??trus stlah tenang..dia menyesali ucapan talak ny..dan dia bilang sebenar ny tidak sengaja..dan suami sy tdk tahu hukum nya talak 3..bgmana pak ustad..apa hukum nya sah atau tidak??apa bd rujuk lg atau tidak?sy mohon jwbn ny secepat mungkin..trimakasih

    Komentar oleh nie aja — April 10, 2015 @ 9:27 pm | Balas

  20. Saya mau tanya pak uztadz mengenai kata talak/ cerai….
    Ada ustadz lain/ mungkin banyak orang yang berkata, bila kita sebagai suami mengucapkan kata cerai sekali atau pun berkali2 sadar atau pun sedang marah, maka telah jatuh talak…
    Apa benar demikian…

    Apa bisa pak ustadz memberikan hadist yg membenarkan jwbn atas jawaban pak ustadz, agar saya yakin pak…
    Tolong n terimah kasih…

    Komentar oleh Nibi — Juni 4, 2015 @ 9:06 pm | Balas

  21. assalamualaikum,,, pak mf mengganggu,, saya ditalak suami saya sbgai syarat agar saya taat padanya,, stiap kali suami mngajukan talak, motivasinya agar saya taat pd suami dan sayapun blajar membenahi diri, tp suami saya sudah pernah menyerahkan saya sama ortu saya,, saya mengira bhwa stiap kali suami saya marah dan memberi pilihan “kalau saya ga nurut, berarti qt cerai, kalau saya nurt brarti LANJUT” tp sblumnya saya sudah ditalak, kmudian rujuk,, hingga akhirnya saya diserahkan pada ortu saya lwt telphone, kmudian suami saya pulang merujuk,, bgaimana hukum talak kami pak ustadz,,?

    Komentar oleh siregar — Juni 5, 2015 @ 4:12 am | Balas

  22. Mau tanya ustad, saya punya teman yang karena masalah tertentu mereka sepakat mau bercerai. jadi perceraian itu memang atas kesepakatan bersama. Nah saat ini mereka sedang dalam proses pengurusan (tapi belum sampai ke pengadilan agama), baru mencari info bagaimana prosedurnya. Nah saat ini apakah mereka masih boleh melakukan hubungan suami istri atau tidak? terimakasih.

    Komentar oleh Rini — Juni 7, 2015 @ 11:35 pm | Balas

  23. Assalamualaikum
    Saya mau tanya.. Saya menikah Karena org tua.. Usia pernikahan sudah akan menginjak 2 tahun. Tp sampe saat ini saya blm bercampur dengan istri saya karena saya tidak mencintainya. Saya udah menjelaskan tapi untuk bercerai tapi dia tetep bertahan dengan alasan dia cinta, dia udah sudah usia 39 tahun (saya dengan istri beda 7 tahun lebih tua istri). Dan keluarga istri yg selalu menyatakan di keluarga Besar tidak terima penceraian.
    Satu bulan yg lalu saya sudah serahkan dia ke orang tuanya dan sekarang balik lagi. Gmn saya menindaklanjutinya.. Karena saya sudah gk betah.. FYI saya dan dia adalah saudaraan jadi nenek dia dan nenek saya adalah adik kakak

    Komentar oleh Rachmat — September 12, 2015 @ 12:35 pm | Balas

  24. assalamualaikum ustad,,,ustad saya adalah ibu dr 1anak..usia perkawinan saya dengan suami sekitar 1tahun…sya sudah pisah ranjang untuk yang kedua kalinya dengan suami sya karna alasan yang sama..yaitu saya kasihan lihat orang tua saya yang tidak prnah dihargai kedatangannya tiap beliau krumah suami sya..padahal orang tua sya tidak pernah mengecewakannya,gak tau napa sikapnya sperti itu

    1.hampir 3bulan suami tidak memberikan nafkah lahir batin pada sya dan anak..kontak lewat telepon saja tdk pernah..apa itu sudah termasuk jatuh talak?
    2.3bulan kurang 1hari syaa bbm suami sya memberikan info kalau 1hari lagi sya sama dia akan jatuh talak,,,karna setahu sya talak akan jatuh kalau suami tidak memberika nafkah lahir batin pada istri…akhirnya 3bulan kurang 1 hari seketika itu dy kerumah dan ,memberikan uang pada sya serta meminta maaf pada saya dan keluarga.Serta menjelaskan selama ini dia tidak ada kontak dengan syaa, dikira saya kluar dari rumah suami karna mantan kekasih sya ( 2hari sebelum insiden,mantan kekasih sya kerumah sya dengan teman syaa..niatnya hanya silaturahmi.,,tidak lebih..saat bertamu pun juga ditemani suami saya)..suami juga minta maaf pada bapak ibuk atas sikap2nya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi dan memperbaiki lagi..tapi orang tua tidak mau menghiraukannya.
    3.suami sya minta saya balik dan meminta maaf agar bisa hidup kembali lagi dari awal…tapi orang tua tidak ada yang setuju..bapak saaya pun bilang tidak ridho kalau harus jadi walinya kalu sya rujuk nanti

    apa yang harus saya lakukan uistad…saya bisa saja pakai wali hakiim,,tapi sya mana mungkiin berumah tangga tanpa restu orang tua sya ..😦 saya hanya ingin hidup bahagia seperti lkluarga yang lain..saya hanya pasrah atas keadaan ini..selama ini saya sembunyi sembunyi sam suami dri orang tua jika ingin bertemu.
    jiika sya berhubungan badan tanpa rujuki dulu,apa itu termasuk zinah???? apa saya sudah jatuh talak karna belum genap 3bulan?

    mohon bantuaanyaa ustad,,,trimakasih

    Komentar oleh mufidatul choiriyah — Oktober 29, 2015 @ 11:53 am | Balas

  25. assalamualaikum pak ustad, saya mau tanya, saya menikah dengan suami dalam usia muda dan saya menikah juga baru 3bln tapi saya telah melakukan kesalahan sama suami saya, dan suami saya marah, lalu suami ngajak ketemu, stelah brtemu suami mengajak berhubungan intim dalam keadaan marah, dan setelah itu suami menjatuhkan talak pertama, dia juga berkata hubungan cukup sampai sini saja, kalau nanti mau rujuk kita nikah lagi, dan dia mengatakan dalam keadaan emosi, dan saya tetap tak mau di ceraikan, karna saya memang benar benar masih menyayanginya. apakah talak itu sah dan sah bercerai, tolong jawaban nya ya pak ustad saya mohon,,,

    Komentar oleh siti nur aliyah — Februari 19, 2016 @ 6:49 am | Balas

  26. sangat bermanfaat…
    tambah wawasan tentang hukum-hukum islam…

    Komentar oleh Heri — Oktober 7, 2016 @ 4:30 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: